ALASAN SUTAN SJAHRIR TIDAK BERHAK MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAAN RI

oleh Muhammad Rifai Fajrin

Proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dilaksanakan pada hari jumat, 17 Agustus 1945. Bertempat di kediaman Ir. Soekarno di Jl. Pegangsaan Timur, no. 56 Jakarta, upacara proklamasi berlangsung khidmat.

Terdapat satu ulasan yang cukup menarik, mengapa Ir. Soekarno dan Hatta yang pada akhirnya dipercaya oleh tokoh-tokoh bangsa sebagai dwi tunggal, sang proklamator kemerdekaan, sedangkan sesungguhnya ada beberapa tokoh yang tak kalah hebat dibandingkan keduanya?

sutan sjahrir
ia dijuluki bung Kecil
Baca Juga: Kekaisaran Romawi Kuno

Dialah Sutan Sjahrir, orang yang memiliki jasa besar dalam proses proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Melalui Sutan Sjahrir-lah, kekalahan Jepang yang ia dengar melalui siaran radio BBC, tersebar di kalangan pejuang bangsa.

Sutan Sjahrir, kelak ketika Indonesia sudah merdeka, juga memiliki peran yang begitu vital. Ia merupakan perdana menteri pertama ketika Indonesia menggunakan sistem demokrasi parlementer. ia kerap turun langsung dalam berbagai perundingan menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia menghadapi Belanda.

Ia dikenal berani dan lantang dalam menyuarakan hak-hak bangsa di kancah internasional. Bahkan dia mendapat julukan mentereng, Bung Kecil yang berotak Cerdas, lantaran keberaniannya berdiplomasi.


Proses kemerdekaan bangsa Indonesia

Pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.

Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, berdasarkan tim PPKI. Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.

Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang telah menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap.


Mengapa bukan Sjahrir?

Kembali ke persoalan awal, Sutan Sjahrir memiliki peran yang sangat besar dalam perjuangan memperoleh kemerdekaan, namun mengapa bukan Sjahrir yang memproklamasikan kemerdekaan?

Terdapat dua alasan;

Pertama, PPKI adalah organsisasi yang paling berhak memproklamasikan kemerdekaan Indonesia

setidaknya, inilah alasan Soekarno yang paling keras ia sampaikan kepada tokoh bangsa lain. Bung Karno mewanti-wanti kepada Hatta, bahwa proklamasi selayaknya dilakukan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang telah terbentuk pada awal Agustus 1945. Kalaupun telah terdengar berita bahwa Jepang telah menyerah kepada sekutu - dan telah dikabarkan pula oleh Sjahrir - toh mereka (tokoh-tokoh PPKI) lebih dahulu berunding dengan Jepang di Vietnam tentang pelaksanaan kemerdekaan Indonesia. Dengan alasan tersebut, maka bung karno ingin menunggu keputusan Jepang tentang waktu yang tepat untuk memproklamasikan kemerdekaan. Lagi pula, bung Karno tidak yakin kebenaran  berita kekalahan Jepang yang santer terdengar.

Kedua, Sutan Sjahrir memang menolak untuk memproklamasikan kemerdekaan melalui PPKI. Sebab ada campur tangan Jepang di dalamnya.  Ia tidak ingin jika proklamasi dilaksanakan melalui mekanisme PPKI, maka mengesankan bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hadiah dari Jepang. Oleh sebab itu, secara tegas ia ingin Indonesia segera proklamasi, mumpung sedang dalam kekosongan kekuasaan (vacum of Power). Jepang telah kalah sedangkan sekutu belum datang.
Bagusnya, Sutan Sjahrir tetap menghormati perjuangan bung Karno dan bung Hatta dalam berjuang melalui PPKI.

Itulah kedua alasan penyebab Sutan Sjahrir bukan tokoh yang dipilih sebagai tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan.

SARISEJARAH.COM - ALASAN SUTAN SJAHRIR TIDAK BERHAK MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAAN RI

0 Response to "ALASAN SUTAN SJAHRIR TIDAK BERHAK MEMPROKLAMASIKAN KEMERDEKAAN RI"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel