Masa kekuasaan VOC di Indonesia

Sarisejarah.com - Masa kekuasaan VOC di Indonesia

VOC adalah sebuah kongsi dagang milik kerajaan Belanda yang beroperasi di nusantara. Awal mula berdirinya VOC dilatarbelakangi adanya persaingan antar pedagang Belanda sendiri untuk memperebutkan rempah-rempah di nusantara. Sebagaimana diketahui, bahwa sejak ekspedisi Belanda dibawah pimpinan Cornelis de Houtman pada tahun 1596 – yang tiba di Banten dengan empat buah kapalnya – membuka wawasan negeri Belanda tentang suatu daerah yang menjadi buah bibir bangsa Eropa, yaitu mutiara dari timur dimana daerah tersebut memiliki kekayaan sumber daya alam berupa rempah-rempah yang laku di pasar Eropa. Pelayaran de Houtman dilanjutkan ke timur menuju Maluku. Dengan keberhasilan Cornelis de Houtman memperoleh rempah-rempah di Maluku menyebabkan banyak pedagang- pedagang Belanda lain yang datang ke Maluku. Diantara mereka sendiri terjadi persaingan. Karena itu dibentuklah kongsi dagang VOC 1602 (Persekutuan maskapai pedagang Hindia Belanda)

Dengan demikian maka Tujuan dibentuknya VOC adalah sebagai berikut:

  1. Menghindari persaingan antara sesama pedagang Belanda sendiri

  2. Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi persaingan dengan bangsa Eropa lainnya maupun dengan bangsa-bangsa di Asia

  3. Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol


Politik perdagangan VOC

  1. Contingenten: Kewajiban bagi rakyat untuk   membayar pajak berupa hasil bumi

  2. Verplichte Leverentie : Penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang ditetapkan oleh VOC

  3. Ekstirvasi: Hak untuk menebang tanaman yang berlebih produksinya yang berakibat turunnya harga

  4. Pelayaran Hongi : Pelayaran dengan perahu perang dengan tujuan mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC.


 

Hak-hak istimewa VOC (Oktroi)

  1. Hak untuk berperang dan menjajah.

  2. Hak untuk mengangkat pegawai-pegawainya

  3. Hak untuk mencetak dan mengedarkan uang

  4. Hak untuk memberi pengadilan.

  5. Hak untuk memonopoli perdagangan.


Disamping hak-hak istimewa tersebut VOC mempunyai kewajiban khusus terhadap pemerintah Belanda yaitu membantu pemerintah Belanda dalam hal keuangan, karena Belanda dalam kondisi perang. Tahun 1618 Jaya Karta diserang oleh Banten yang dibantu oleh Inggris. Gubernur Jendral Jan Pieterzoon Coen berhasil mengalahkan Banten.
Gubernur Jendral Jan Pieterzoon Coen menganti nama Jaya karta dengan Batavia dan menjadikanya sebagai markas besar VOC di Indonesia.

 

[caption id="attachment_1182" align="aligncenter" width="194"]JP. Coen JP. Coen[/caption]

Kemunduran VOC:

  1. Gencarnya persaingan dari bangsa Prancis dan Portugis.

  2. Korupsi dalam tubuh VOC

  3. Maraknya perdagangan gelap dijalur monopoli VOC.

  4. Pemilihan pegawai kurang bagus

  5. Sitem keuangan yang sangat buruk

  6. Perselisihan pegawai VOC dengan penduduk setempat

  7. Besarnya anggaran Belanda VOC tidak sebanding dengan pemasukan.

  8. Kosongnya kas VOC.


VOC Dibubarkan tahun 1799. Dengan dibubarkannya VOC, kekuasaan diambil alih oleh pemerintah Hindia Belanda.Belanda pada waktu itu dikuasai oleh Prancis. Napoleon Bonaparte kaisar Prancis saat itu menunjuk Louis Napoleon menjadi raja di Kerajaan Holland. Louis Napoleon menunjuk Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jendral Belanda di Indonesia dengan tugas utamanya mempertahankan pulau Jawa dari serangan pasukan Inggris. []

1 Response to "Masa kekuasaan VOC di Indonesia"

Masa Pemerintahan Republik Bataaf - sarisejarah.com mengatakan...

[…] Setelah VOC runtuh, munculah perubahan di pemerintahan nusantara. Pada tahun 1795 terjadi perubahan di Belanda. Muncullah kelompok yang menamakan dirinya kaum patriot. Kaum ini terpengaruh oleh semboyan Revolusi Perancis: liberte (kemerdekaan), egalite (persamaan), dan fraternite (persaudaraan). Berdasarkan ide dan paham yang digelorakan dalam Revolusi Perancis itu maka kaum patriot menghendaki perlunya negara kesatuan. Bertepatan dengan keinginan itu pada awal tahun 1795 pasukan Perancis menyerbu Belanda. Raja Willem V melarikan diri ke Inggris. Belanda dikuasai Perancis. Dibentuklah pemerintahan baru sebagai bagian dari Perancis yang dinamakan Republik Bataaf (1795-1806). Sebagai pemimpin Republik Bataaf adalah Louis Napoleon saudara dari Napoleon Bonaparte. Sementara itu dalam pengasingan, Raja Willem V oleh pemerintah Inggris ditempatkan di Kota Kew. Raja Willem V kemudian mengeluarkan perintah yang terkenal dengan “Surat-surat Kew”. Isi perintah itu adalah agar para penguasa di negeri jajahan Belanda menyerahkan wilayahnya kepada Inggris bukan kepada Perancis. Dengan “Surat-surat Kew” itu pihak Inggris bertindak cepat dengan mengambil alih beberapa daerah di Hindia seperti Padang pada tahun 1795, kemudian menguasai Ambon dan Banda tahun 1796. Inggris juga memperkuat armadanya untuk melakukan blokade terhadap Batavia. […]

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel