Sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW

“Isra’ Mi’raj menjadi ujian iman bagi pengikut Baginda Nabi SAW, hal ini dikarenakan peristiwa tersebut tidak masuk akal/tidak logis kecuali bagi umat yang beriman”
Setelah wafatnya dua orang yang sangat dicintai Rasulullah SAW, yaitu Abu Thalib (paman Nabi), dan Siti Khadijah (istri Nabi), beliau sangat muram dan bersedih hati. Allah SWT kemudian menghibur Baginda Nabi SAW dengan memberangkatkan beliau dalam sebuah perjalanan spiritual yang dikerjakan hanya dalam waktu satu malam, yaitu dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dilanjutkan naik ke langit menuju sidratul muntaha. Peristiwa yang terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun 621 M (tiga tahun sebelum hijrah) ini kemudian disebut peristiwa Isra’ Mi’raj.
Pengertian Isra’ Mi’raj

Isra’ berarti suatu perjalanan malam. Hal ini dikarenakan Rasulullah SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke masjidil Aqsa. Adapun kata Mi’raj berarti naik ke langit. Dengan demikian peristiwa Isra’ Mi’raj adalah perjalanan malam yang dilakukan Baginda nabi SAW dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dilanjutkan naik ke langit ke sidratul muntaha kemudian menemui dan melihat langsung dzat Allah SWT di Arsy, yaitu Singgasana Allah SWT. Isra’ mi’raj ini merupakan peristiwa yang diperingati oleh umat Islam sebagai awal mula turunnya perintah sholat lima waktu. Isra’ Mi’raj pada saat itu juga menjadi ujian iman bagi pengikut Baginda Nabi SAW, hal ini dikarenakan peristiwa tersebut tidak masuk akal/tidak logis kecuali bagi umat yang beriman. Orang pertama yang meyakini dan membenarkan adalah sahabat Abu Bakar Ra. Oleh sebab itu beliau dijuluki Ash-Sidiq. Sedangkan bagi kaum kafir, peristiwa Isra’ Mi’raj menjadi bahan olok-olok dan semakin menguatkan keyakinan mereka bahwa Muhammad (SAW) adalah seorang “gila”.
Perjalanan Isra’ Mi’raj Baginda Nabi SAW dilakukan dengan mengendarai Buraq, yaitu seekor binatang di Surga dengan kecepatan luar biasa. Buraq itu adalah binatang yang putih, panjang, lebih besar dari keledai tetapi lebih kecil dari baghal (hewan peranakkan dari kuda dan keledai). Buraq memiliki empat kaki dan dapat meloncat sejauh batas pandangannya, kedua telinganya selalu bergerak. Jika menaiki gunung kedua kaki belakangnya memanjang dan jika menuruni jurang kedua kaki depannya memanjang. Dia memiliki dua sayap pada kedua pahanya yang dapat membantu dan memperkuat kecepatannya. Adapun dalam perjalanan, Nabi ditemani oleh Malaikat Jibril dan Malaikat Mikail berangkat dimulai dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan kemudian ke langit.
Berbagai peristiwa yang disaksikan Nabi
Selama perjalanan, Nabi menyaksikan berbagai macam peristiwa yang mengundang hasrat untuk bertanya kepada Jibril. Diantaranya adalah ketika Baginda mencium bau semerbak wangi yang didapatkan dari sebuah makam. Kemudian Jibril menjelaskan bahwa bau wangi tersebut berasal dari seorang ibu bernama Masyithah beserta suami dan kedua anaknya yang dibunuh oleh raja Fir'aun dari Mesir. Ia adalah pelayan di istana Fir’aun. Suatu ketika keimanannya kepada Allah SWT diketahui anak Raja Fir’aun saat ia tidak sengaja menjatuhkan sisir yang digunakan untuk menyisir anak Fir’aun. Ia kemudian mengucap Asma Allah. Heran dengan apa yang diucapkan pelayannya, anak Fir’aun mengadukan kepada Fir’aun. Raja kemudian murka ketika mengetahui seseorang yang tidak mengakuinya sebagai “Tuhan”. Masyithah pun meregang nyawa disebabkan tidak bersedia mengakui Fir’aun yang mengaku sebagai Tuhan. Ia kemudian dihukum dan dibunuh demi mempertahankan keimanannya. Atas keteguhan imannya, ia mendapat ganjaran di sisi Allah SWT, bahkan kuburnya sangat wangi.
Selain itu Baginda Nabi juga diperlihatkan banyak tamsil gambaran umatnya yang taat dan yang ingkar. Contohnya beliau melihat seseorang yang mengguntingi lidah dan bibir mereka dengan gunting besi. Setiap kali lidah dan bibir mereka digunting, maka lidah dan bibir tersebut kembali seperti sedia kala. Mereka melakukan hal tersebut terus menerus tanpa berhenti. Peristiwa ini adalah gambaran umat Nabi yang berceramah tetapi mereka sendiri tidak melakukannya, bahkan kadangkala ceramah-ceramahnya mengandung fitnah dan memecah belah umat. Baginda Nabi Muhammad saw. Juga melihat kaum yang mempunyai kuku-kuku dari logam. Mereka mencakari muka dan dada mereka dengan kuku tersebut. Ini adalah ibarat orang-orang yang senang menggunjing orang lain dan melecehkan kehormatan orang lain. Selain kedua peristiwa di atas, Baginda juga melihat banyak peristiwa yang dapat dijadikan sebagai pelajaran umatnya.
Turunnya perintah shalat lima waktu
Ibadah shalat merupakan sarana berkomunikasi antara manusia dengan Allah SWT. Dahulu sebelum shalat diwajibkan kepada umat Baginda Nabi SAW, shalat dilakukan oleh para nabi sebelum Rasulullah untuk memohon petunjuk, misalnya dalam menghadapi umatnya. Sebagai contoh Nabi Musa As, melakukannya di bukit Tursina. Beliau melakukan shalat dikarenakan memohon petunjuk atas umatnya bani Israil yang dikenal susah diatur. Saat itu Musa As dan Harun As beserta umatnya lolos dari kejaran Fir’aun, namun sesaat setelah lepas dari marabahaya, umatnya kembali ingkar dengan membuat sebuah patung anak sapi yang terbuat dari emas. Patung tersebut digunakan untuk sesembahan dan berhala.
Sebelumnya Nabi Ibrahim, Ismail, Zakariya juga melakukan ibadah shalat. Meskipun demikian, tatacara melakukan shalat belum seperti saat ini.
Pada Isra' Mi'raj, Allah memberikan perintah sholat wajib. Pada mulanya Allah SWT memerintahkan shalat kepada umat Baginda Nabi sebanyak 50 kali dalam sehari. Kemudian ketika hendak turun, Rasulullah dicegah oleh Nabi Ibrahim As, dan disarankan untuk memohon keringanan. Hal ini dikarenakan menurut Nabi Ibrahim As, umat akhir zaman tidak akan sanggup melakukan ibadah sebanyak itu. Setelah beberapa kali naik turun, Baginda Nabi SAW menerima perintah shalat sebanyak 5 waktu dalam sehari, yaitu subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Adapun shalat subuh adalah shalat yang pertama kali dikerjakan. Sebab peristiwa Isra' Mi'raj sendiri terjadi pada saat malam hari dan kembali ke tempat semula pada waktu subuh. []









1 Response to "Sejarah Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW"

Anonim mengatakan...

Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain memulihkan kejayaan kaum Muslim, memberi kaum Muslim tempat yang mulia diakhirat (khususnya para Salaf al-Shaalih). Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

Lebih dan kurang saya mohon maaf.

Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
Arrahmaanirrahiim
Maaliki yaumiddiin,
Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
Ihdinashirratal mustaqiim,
Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

Aamiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

Allaahumma ahlkil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

------(doa khusus untuk para Salaf al-Shaalih, semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada MEREKA).

ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM

Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallahu’alihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

Ya Allaah, percepatlah kebangkitan kaum Muslim. Pulihkanlah kejayaan kaum Muslim, Lindungilah kaum Muslim dari kesesatan terutama kemurtadan. Berilah kaum Muslim tempat mulia di akhirat.

Ya Allaah, jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim tetap dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah dunia non Muslim dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah musuh Islam ditaklukan orang Islam.

Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.



Indra Ganie - Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel