sejarah pergerakan nasional: sejarah nahdatul ulama (NU)

Arti Nahdatul Ulama (NU)
Dalam Endiklopedi Nasional (1990 : 10), Nahdatul Ulama berarti kebangkitan Ulama. Merupakan sebuah organisasi keagamaan yang berdiri pada tanggal 31 januari 1926 di Surabaya. Pendirinya adalah Syekh KH Muhammad Hasyim As’ari (1871-1947) dan KH Abdul Wahab Hasbullah (1888-1971).
Organisasi ini lahir dari Komite Hijaz yang dibentuk karena kekhawatiran terhadap pengaruh kaum Wahabi yang berkuasa di Mekkah. Tujuan organisasi ini adalah berlakunya ajaran Islam berhaluan Ahlus Sunah Wal Jamaah dan pengikut salah satu mazhab Syafi’i dari Mazhab yang 4 (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali).
Dalam kehidupan politik NU aktif sejak jaman pergerakan kemerdekaan dimasa penjajahan. Semula NU aktif sebagai anggota Majlis Islam A’la Indonesia (MIAI) kemudian Majelis Syuro Muslim Indonesia (Masyumi) baik yang dibentuk dijaman Jepang maupun yang didirikan oleh seluruh organsisasi Islam setelah kemerdekaan sebagai satu-satunya partai Politik umat Islam Indonesia. Namun karena perbedaan pada tahun 1952 NU menyusul PSII, menyatakan menarik diri dari keanggotaan Istimewa Masyumi dan kemudian berdiri sendiri sebagai Parpol.
Latar Belakang berdirinya Nahdatul ulama (NU)
Terbentuknya NU sebagai reaksi defensif terhadap aktivitas kelompok reformis Muhammadiyah, dan kelompok modernis moderat yang aktif dalam gerakan politik seperti Sarekat Islam (SI) (Bruinessen, 1999 : 17). Tujuannya adalah untuk mempertahankan tradisi keagamaan, dalam beberapa hal ia lebih dapat dilihat sebagai upaya menandingi gagasan dan praktek-praktek yang lebih dahulu diperkenalkan kalangan reformis (Bruinessen : 18).
Dalam Abu Su’ud (2003 : 250) dijelaskan bahwa sebelum lahirnya NU, banyak kelompok kaum muslimin dibawah binaan para Ulama/kiai yang mengikuti ahlu sunnah wal jamaah, cenderung bergerak secara independen. Komunikasi antar kiai masih dilakukan secara tradisional, seperti haul, imtihahan (acara akhir masa belajar di pesantren atau madrasah, walimah dsb), juga melalui besanan. Mereka dikatakan masih terdapat ikatan ideologis kultural saja. Maka timbul keinginan untun meningkatkan peranan kiai/ulama dalam melaksanakan tugas kekhalifahan dalam bidang keagamaan, sosial, maupun politik dengan wahana organisasi yang lebih rasional.
Maka kemudian dibentuk Taswirul Afkar sebagai wadah pengembangan pemikiran dan penalaran, disusul Nahdlatu Tujjar, sebagai wadah kegiatan bersama dalam perdagangan. Kemudian Nahdatul Wathan di bidang pendidikan dan Nahdlatus Syubhan dibidang kepemudaan.
Pada tahap selanjutnya, adanya pertemuan antar alim ulama sedunia dan muktamar alam islami di Mekkah, tidak mengundang pondok-pondok pesantren. Hal ini menyebabkan para kiai mengirim sendiri utusan menghadap raja Saud melalui sebuah aksi. Panitia Aksi tersebut disebut Komite Hijaz terdiri dari KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Masyhuri, KH Khalil, H Hasan Gipto dll. Maka pada tanngal 31 Januari 1926 di Kertopaten Surabaya, berkumpul para alim ulama atas undangan komite Hijaz. Bersamaan dengan itu pula Nahdatul ulama didirikan.
Sikap Politik Nahdatul Ulama (NU)
Sejak berdirinya NU mempunyai pengalaman politik yang unik. Ketika masih dijajah Belanda, bernama Darul Islam (keputusan Muktamar XI di Banjarmasin tahun 1936). Darul Islam sendiri bukan dalam arti politik, melainkan pengertian agama Islam yang bermakna sebagai wilayah Islam atau negeri Islam, bukan negara Islam. Adapu sikap politik NU adalah :
a Menolak Milisi Hindia Belanda, karena menurut Islam hukumnya haram.
b Memfardhuainkan bagi setiap muslim untuk membela negara kesatuan Indonesia di masa revolusi fisik.
c Memberikan predikat Waliyyul Amri ad dlaururi Bi Syaukah bagi presiden Soekarno sebagai kepala begara RI.
d Negara RI yang berdasarkan pancasila sudah final, tidak perlu ada upaya menggantikannya.
e Sejak awal berdirinya NU merupakan organisasi jam’iyah yang bergerak di bidang dakwah islamiyah, sosial dan pendidikan. Pada masa Jepang, aspirasi politik NU dialurkan melalui Masyumi bersama ormas Islam yang lain. Namun pada pemilu 1955 NU berubah menjadi partai politik dengan nama Partai NU.
f Pada masa orde baru aspirasi politik disalurkan lewat PPP. Setelah dengan tegas menyatakan kembali ke Kittah 1926, sebagai hasil Munas Alim Ulama di Situbondo 1984. isinya, menegaskan NU bergerak di bidang dakwah islamiyah, sosial dan pendidikan, meski bebas memilih partai penyalur aspirasi.
g Di era Reformasi, NU mengambil kebijakan baru. Gus Dur ketua PBNU mendirikan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa), sebagai partai orang NU. Namun sikap jamaah NU berbeda-beda, sebagian bergabung dengan partai lain seperti, PAN< PPP< Golkar maupun PDI-P.
Daftar Pustaka
......... 1990. Ensiklopedi Nasional Indonesia. Jakarta : PT Cipta Adi Pusaka
Bruinessen, Martin Van. 1999. NU, Tradisi, Relasi-relasi Kuasa, Pencarian wacana Baru. Yogyakarta :LKIS
Pasha, Mustafa Kamal. 2002. Muhammadiyah sebagai gerakan Islam (dalam perspektif Historis dan Ideologis). Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Pijper, GF. 1984. Beberapa Studi Tentang Sejarah Islam di Indonesia 1900-1945. Jakarta : UI Press
Su’ud, Abu. 2003. Islamologi (sejarah, ajaran dan peranannya dalam peradaban umat manusia) . Jakarta : Rineka Cipta






















1 Response to "sejarah pergerakan nasional: sejarah nahdatul ulama (NU)"

Anonim mengatakan...

Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain memulihkan kejayaan kaum Muslim, memberi kaum Muslim tempat yang mulia diakhirat . Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
Arrahmaanirrahiim
Maaliki yaumiddiin,
Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
Ihdinashirratal mustaqiim,
Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

Aamiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

Allaahumma ahlkil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

------(doa khusus untuk para TOKOH ISLAM INDONESIA YANG TELAH WAFAT - TERLEBIH KHUSUS KHM HASYIM ASY'ARI & KH A WAHAB HASBULLAH, semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada MEREKA).

ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM

Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallahu’alihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

Ya Allaah, percepatlah kebangkitan kaum Muslim. Pulihkanlah kejayaan kaum Muslim, Lindungilah kaum Muslim dari kesesatan terutama kemurtadan. Berilah kaum Muslim tempat mulia di akhirat.

Ya Allaah, jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim tetap dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah dunia non Muslim dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah musuh Islam ditaklukan orang Islam.

Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.



Indra Ganie - Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, INDONEISA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel