Perjalanan Hidup dan Karier Bung Tomo


Tulisan ini merupakan bagian kajian pustaka dari karya tulis yang saya bimbing bersama dengan Ibu Dra. Nurul Inayati (SMA Islam Sudirman Ambarawa) dalam Lawatan Sejarah 2013. Judul karya Tulis tersebut adalah “Persepsi Generasi Muda tentang Nilai Kepahlawanan Bung Tomo pada masa Pergerakan Nasional”.
Bung Tomo lahir dengan nama Sutomo, pada 3 Oktober 1920 dan meninggal ketika melaksanakan ibadah haji saat wukuf di Arafah pada tanggal 7 Oktober 1981 (Sulistina, 2008: 201, dan Sutomo, 2008b:243). Ia menamatkan pendidikan dasar di HIS Surabaya, tingkat lanjut di Leidse Scrift Onderwiys HBS, dan masuk Fakultas Ekonomi UI pada 1959.
Semasa remaja, Bung Tomo aktif sebagai anggota gerakan Kepanduan Bangsa Indonesia (KBI), serta menjadi ketua kelompok Sandiwara Pemuda Indonesia Raya di Surabaya yang mementaskan cerita-cerita perjuangan pada tahun 1939 sampai Jepang datang (Sulistina, 2008: 201). Sementara itu ketika dewasa ia berkarier sebagai wartawan freelancer di harian Soeara Oemoem di Surabaya (1937); wartawan dan penulis pojok di harian berbahasa Jawa di Ekspres di Surabaya (1939); redaktur mingguan Pembela Rakyat di Surabaya (1938), majalah Poestaka Timoer Yogyakarta, Pemred Kantor Berita Pendudukan Jepang DOMEI bagian bahasa Indonesia untuk wilayah Surabaya (1942-1945) serta menjadi pemimpin redaksi Kantor Berita Indonesia Antara di Surabaya (1945) (Sutomo, 2008b: 244).
Adapun karier militernya dimulai ketika menjadi Ketua Umum Pimpinan Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia (BPRI), di mana setiap malam ia berpidato untuk mengobarkan semangat perjuangan di RRI tahun 1945-1949. Tercatat ia memimpin BPRI sejak 12 Oktober 1945 sd Juni 1947 ketika BPRI melebur dengan TNI. Bersama TNI ia menjadi dewan penasihat Panglima Besar Jenderal Soedirman sekaligus sebagai anggota pucuk pimpinannya. Ia juga pernah menjadi anggota staf gabungan Angkatan Perang RI, serta berbagai jabatan strategis lainnya.
Sementara itu, karier kenegaraan setelah Indonesia mendapatkan kedaulatan tahun 1949, ia pernah menjadi Menteri Negara Urusan Bekas Pejuang Bersenjata/veteran/Menteri Sosial Ad Interim (1955-1956), anggota DPR RI hasil pemilu pertama (1956-1959), dan ketua II bidang ideologi sosial politik (Sulistina, 2008:204). Selama hidupnya, ia pernah menulis beberapa buku, antara lain, Kepada Bangsaku (1946), 10 November 1945 (1952), Koordinasi dalam Republik Indonesia (1953), Ke Mana Bekas Pejuang Bersenjata (1953), dan Gerakan 30 September (1966). []
DAFTAR PUSTAKA
Materu, S.H, Mohammad Sidky Daeng. 1985. Sejarah Pergerakan Nasional Bangsa Indonesia. Jakarta: PT Gunung Agung.
Ricklefs, M.C. 1989. Sejarah Indonesia Modern. Yogyakarta: Gadjah Mada Press
Sutomo, Sulistina. 2008. Bung Tomo Suamiku; biar rakyat yang menilai kepahlawananmu, cetakan kedua. Jakarta: Visimedia.
Sutomo. 2008. Pertempuran 10 November 1945; kesaksian dan pengalaman seorang aktor sejarah, cetakan kedua. Jakarta: Visimedia.
……….2008. Menembus Kabut Gelap; BUNG TOMO MENGGUGAT; pemikiran, surat, dan artikel politik 1955-1980. Jakarta: Visimedia.
Tim Narasi. 2009. 100 Tokoh yang mengubah Indonesia. Jakarta: Narasi.

1 Response to "Perjalanan Hidup dan Karier Bung Tomo"

Anonim mengatakan...

Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain memulihkan kejayaan kaum Muslim, memberi kaum Muslim tempat yang mulia diakhirat . Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

Lebih dan kurang saya mohon maaf.
Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
Arrahmaanirrahiim
Maaliki yaumiddiin,
Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
Ihdinashirratal mustaqiim,
Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

Aamiin

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

Allaahumma ahlkil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

------(doa khusus untuk para TOKOH ISLAM INDONESIA YANG TELAH WAFAT - TERLEBIH KHUSUS SOTOMO / BUNG TOMO, semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada MEREKA).

ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM

ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM

Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallahu’alihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

Ya Allaah, percepatlah kebangkitan kaum Muslim. Pulihkanlah kejayaan kaum Muslim, Lindungilah kaum Muslim dari kesesatan terutama kemurtadan. Berilah kaum Muslim tempat mulia di akhirat.

Ya Allaah, jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim tetap dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah dunia non Muslim dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah musuh Islam ditaklukan orang Islam.

Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.



Indra Ganie - Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, INDONESIA

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel