Kiprah Orang Indonesia Sebagai Bagian Pasukan Elite NAZI

shares |

Sarisejarah.com - Kiprah Orang Indonesia Sebagai Bagian Pasukan Elite NAZI

Indonesia adalah sebuah bangsa yang besar pada masa lampau, yaitu pada masa kerajaan Hindu Buddha dan Islam. namun setelah era kolonialisme, Indonesia silih berganti dijajah oleh bangsa Eropa. Selama periode penjajahan, negara-negara Eropa seperti Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris pernah menguasai Indonesia.
Namun tidak banyak yang tahu bahwa selama periode negeri ini dijajah Belanda, ternyata kita pernah berganti-ganti kepemimpinan diakibatkan Belanda kalah perang.
Sebagai contoh saat Belanda diserbu oleh Perancis pada tahun 1795, Belanda kalah. Sehingga pemerintahan di Indonesia secara tidak langsung pernah dikuasai oleh Perancis. Pemerintahan Perancis di Indonesia ditandai dengan berdirinya republik Bataaf. Adalah herman Willem Daendels yang kemudian ditugaskan oleh Louis Napoleon untuk memerintah di Indonesia.
pasukan Nazi dari Indonesia

Demikian pula halnya ketika Belanda terlibat dalam pertempuran abad ke 20. Setelah perang dunia I, Belanda  takluk di bawah kepemimpinan Jerman di bawah kepemimpinan Hitler yang terkenal dengan tangan besinya. Yang otomatis membuat Belanda juga harus menyerahkan negara jajahannya kepada Jerman sebagai kompensasi atas kekalahan perang yang mereka alami. Dan Indonesia pun sebenarnya pernah dimiliki oleh Jerman secara de facto, meskipun setelah itu Jerman mengalami kekalahan yang menyakitkan oleh tentara sekutu dan melepaskan cakarnya dari bumi Indonesia sebelum Jerman habis mengoyak-ngoyak Indonesia untuk kepentingan perang dunianya.
•Kisah orang Indonesia yang menjadi tentara NAZI.
Namun di masa itu tak banyak orang yang tahu bahwa ada orang Indonesia yang juga pernah menjadi bagian dari tentara NAZI Jerman. Majalah Angkasa Edisi Koleksi Waffen-SS pernah membahas hal ini.
Tampak dalam foto seorang pemuda mengenakan seragam tentara NAZI lengkap dengan pangkat dan senjata yang disampirkan di bahu kanan.
Pria yang tidak diketahui namanya itu tergabung dalam 23 SS-Freiwilligen Panzergrenadier Division Nederland. Kesatuan ini awalnya terbentuk pertengan tahun 1941 setara Resimen, “Legion Niederlande”, dipimpin mantan Jenderal Belanda, Seyffardt. Tangguh dan berpengalaman di front timur. Terbentuk setara Divisi pada pertengahan 1943. Divisi kemiliteran berlabel SS ini bukan divisi sembarangan, melainkan pasukan elit yang langsung diawasi oleh orang kepercayaan Hitler, Heinrich Himmler. Mereka yang tergabung punya pandangan ke-Nazi-an, tidak berkacamata, sehat fisik dan mental. Gemblengan luar biasa keras diterapkan dalam pelatihan anak-anak muda ini dengan penggunaan peluru asli dan tank nyata. Alhasil, mereka tampil sebagai pasukan nomor satu yang bahkan rela menembak sesama tentara Jerman yang dianggap tidak patriotik. Dengan syarat yang sangat ketat sehingga dapat menjadi bagian SS, yaitu berusia antara 17 – 22 tahun, tinggi badan 172 – 178 sentimeter (tinggi 178 sentimeter khusus untuk pasukan kawal pribadi Hitler), dan wajib membuktikan asal-usul keturunan Jerman hingga tahun 1800-an.
Namun Himmler harus memupus mimpinya untuk menciptakan tentara super yang hanya berasal dari ras Jerman murni karena terdesak kebutuhan akan pasukan guna bertempur di medan perang melawan sekutu yang kala itu diprakarsai oleh Inggris, Amerika dan Uni Soviet. Sehingga merekrut anggota SS yang berasal dari daerah-daerah jajahannya Jerman.
Dikutip dari kisah seorang serdadu pasukan sekutu yang bercerita kepada majalah tersebut, Prajurit Wilson Boback merunduk bersembunyi di reruntuhan rumah seorang petani. Dengan saksama ia memperhatikan gerak-gerik seorang serdadu Jerman yang sedang berjalan menuju ke arahnya.
Jelas tampak bahwa sang musuh tidak menyadari tempat ia bersembunyi, yang hanya berjarak beberapa meter di depannya. Sudah beberapa hari Boback terlibat kontak senjata dengan pasukan Jerman. Sejak ia bersama 30.000 rekannya diterjunkan dari resimen pesawat Glider ke belakang garis musuh sepanjang kota Eindhoven, Nijmegen, dan Arnheim pada 17 September 1944.
Mereka tergabung dalam operasi Market Garden untuk mengamankan setiap jembatan besar di Belanda guna membuka jalan bagi divisi lapis baja Korps 30 Jenderal Bernard Montgomery. Namun, Korps 30 yang dinanti-nanti tak kunjung datang.
Seluruh divisi linud Sekutu yang telah mendarat dipukul telak dua divisi SS (Schutzstaffel) yang mundur dari Prancis yakni Divisi 9 SS Hohenstaufen dbantu resimen 23 sukarelawan SS Frw. Boback dan rekannya bertahan hingga hanya menduduki kantong-kantong kecil pertahanan dekat kota kecil Oosterbeek pada 21 September 1944.
Boback menahan napas, mulai membidikan senapan M1 Garand-nya ke serdadu Jerman yang berjalan semakin deket menuju arahnya. Ia bertanya dalam hati, mengapa serdadu Jerman ini berkulit berwarna dan memiliki profil mirip layaknya orang Asia?
Namun, ia tersadar tak ada waktu untuk berpikir dan sesegera mungkin ia menarik pelatuk. Terdengar bunyi letusan, diikuti sang serdadu Jerman malang itu ambruk ke tanah ditembus timah panas. Hanya tinggal satu meter di depan Boback.
Setelah memastikan keadaan sekitar aman, tidak ada lagi musuh, Boback keluar dari persembunyiannya. Ia berjalan ke tubuh tentara Jerman yang sudah terbujur kaku. Profil warna kulit dari musuh yang baru saja ia tewaskan, benar-benar memancing rasa ingin tahu.
Kemudian, ia mulai memeriksa tubuh lawannya dan menemukan dokumen dan foto. Di dalamnya, Boback menemukan jawaban atas rasa penasarannya. Dalam dokumen dijelaskan identitas dari tentara Jerman yang baru ia tewaskan berasal dari koloni Hindia-Belanda (Indonesia). Ia direkrut jadi tentara Waffen SS (Waffen Schutzstaffel) saat bermukim di Belanda.

Sumber artikel: Facebook Grup INDONESIA TEMP DOELOE, yang diposting oleh R Joe 
LINKSUMBER https://web.facebook.com/groups/indonesiatempodoeloe/permalink/10156222312673104/

Related Posts

0 Komentar: