Sejarah Thanksgiving day bangsa Amerika

shares |

Sarisejarah.com - Sejarah Thanksgiving day bangsa Amerika

Tradisi merayakan Thanksgiving dengan makan bersama dimulai di Amerika pada tahun 1621. Kaum pilgrim yang bermukim di Plymouth, Massachusetts mengadakan pesta makan bersama penduduk asli Amerika suku Wampanoag. Tradisi pesta makan Thanksgiving berlanjut hingga sekarang dan disebut "makan malam Thanksgiving" dengan menu utama berupa kalkun. Sebagian dari cerita asal usul Thanksgiving di Amerika adalah mitos yang berkembang sekitar tahun 1890-an dan awal 1900-an. Thanksgiving dimaksudkan sebagai bagian dari usaha menciptakan identitas nasional setelah Perang Saudara, dan bagian dari kesadaran melting pot bagi imigran baru.

The First Thanksgiving Jean Louis Gerome Ferris.png
ilustrasi perayaan 

Pada tahun 1621, kaum pilgrim menetapkan satu hari untuk berpesta merayakan hasil panen pertama milik koloni di Plymouth, New England. Pada waktu itu, pesta diadakan bukan untuk merayakan Thanksgiving, tetapi sekadar pesta panen yang merupakan tradisi orang Inggris dan orang Indian suku Wampanoag. Beberapa orang pejabat koloni menulis catatan pribadi tentang pesta tahun 1621 di Massachusetts.

Catatan berikut dikutip dari buku Of Plymouth Plantation yang ditulis pemimpin kaum pilgrim William Bradford:

"Mereka sekarang mulai mengumpulkan panen kecil yang dihasilkan, dan mempersiapkan rumah dan tempat tinggal untuk menghadapi musim dingin, semuanya diberkahi kesehatan dan kekuatan serta semua persediaan cukup berlimpah. Sementara sebagian orang bekerja di luar rumah, sebagian lagi pergi memancing, ikan cod, ikan bass, dan ikan-ikan lain, yang semuanya disimpan dan dimiliki setiap keluarga dalam jumlah cukup. Sepanjang musim panas unggas tidak diperlukan, dan sekarang punya persediaan unggas. Musim dingin sudah menjelang, tempat ini masih berlimpah-limpah ketika mereka pertama kali datang (tapi sesudah itu berkurang sedikit demi sedikit). Selain unggas air, ada banyak persedian kalkun liar, yang diambil banyak oleh mereka, di samping daging rusa, dsb. Selain itu, mereka pernah harus menakar jatah makanan seminggu untuk setiap orang, atau sekarang sejak panen, jagung Indian sesuai takaran yang sama. Yang membuat banyak orang sesudah itu menulis dengan gembira tentang panen berlimpah kepada teman-teman mereka di Inggris, yang tidak dibuat-buat, semuanya laporan yang sesungguhnya."
Tulisan pemimpin kaum pilgrim Mayflower Edward Winslow dalam buku Mourt's Relation:

"Panen kami sudah dibawa masuk, gubernur kami mengirim empat orang berburu unggas, jadinya kami bisa merayakan bersama dalam kesempatan istimewa setelah selesai mengumpulkan hasil kerja keras. Mereka berempat dalam satu hari mendapat unggas yang sama banyaknya, dengan kelompok orang selama seminggu, itu pun dengan sedikit bantuan. Pada saat itu, di antara pengisi waktu luang yang lain, ketika kami mengadakan perayaan, banyak orang Indian datang ke tempat kami, dan di antaranya raja terbesar Massasoit, bersama sembilan puluh orang, yang kami hibur dan berpesta makan selama tiga hari, dan mereka pergi berburu dan mendapat lima ekor rusa, yang kami bawa ke perkebunan dan dipersembahkan untuk gubernur kami, kapten, dan yang lain. Dan walaupun kami tidak selalu kelimpahan seperti sebelumnya di waktu yang sama, kami selalu berada di atas yang kami inginkan, semuanya berkat kebaikan Tuhan, kami ingin juga Anda ikut menikmati kelimpahan yang kami miliki."
Catatan Winslow tentang sembilan puluh orang Indian sangat menarik perhatian. Jumlah penduduk asli yang hadir melebihi 50 orang Inggris yang selamat pada waktu itu. Dua kalimat sebelumnya hanya merekam kejadian pada waktu itu, tetapi sejarawan berasumsi kedua kelompok (orang Inggris dan penduduk asli Amerika) menyelenggarakan perayaan yang belum biasa dilakukan.

Kaum pilgrim tidak menyelenggarakan Thanksgiving seperti yang dikenal sekarang hingga tahun 1623, setelah mengalami kekeringan, doa meminta hujan, dan hujan berhasil turun kemudian. Perayaan Thanksgiving dilakukan secara tidak teratur dan baru dilakukan kalau ada peristiwa yang menyenangkan, atau sehabis kekurangan makanan akibat peristiwa yang tidak menyenangkan. Pada tradisi kaum pilgrim di Plymouth, hari Thanksgiving lebih bersifat perayaan gereja dan bukan pesta makan.

Pesta Thanksgiving yang diadakan sesudah panen secara berangsur-angsur berkembang di pertengahan abad ke-17. Tapi hari menyelenggarakan Thanksgiving belum serempak, masing-masing koloni memiliki hari Thanksgiving sendiri-sendiri.

Koloni Massachusetts Bay merayakan Thanksgiving yang pertama pada tahun 1630. Sejak itu Thanksgiving terus diadakan secara teratur, sampai akhirnya sekitar tahun 1680 ditetapkan sebagai festival tahunan di koloni Massachusetts Bay. Koloni Connecticut memulai perayaan Thanksgiving sejak 1639, mengadakannya setiap tahun hingga 1647, dengan pengecualian pada tahun 1675. Orang Belanda di New Netherland menetapkan satu hari khusus untuk merayakan Thanksgiving pada tahun 1644, dan sesudah itu kadang-kadang ditetapkan kembali. []

Related Posts

0 Komentar: