Asal usul istilah garong

shares |

Sumber tulisan: grup facebook indonesia tempoe doeloe

Foto ini memang tak berhubungan langsung dengan artikel ini, namun setidaknya menemukan kemiripan dalam hal peristiwanya. Foto ini merupakan pelaku kriminal yang ditangkap di wilayah Gombong, Kebumen pada Agustus 1948.

Dalam sebuah penelitiannya, M. Ali Humaedi, peneliti LIPI, mendefinisikan istilah Garong sebagai Gabungan Romusha Ngamuk, sebuah definisi yang diperoleh melalui wawancara dengan saksi dan pelaku bernama Syuhada dari desa Kali Bening, Banjarnegara Jawa Tengah pada tahun 2005 silam.

Ketika itu antara 1942-1957, kerap terjadi perampokan, pencurian, pembakaran, dan pembunuhan terutama di wilayah kaki gunung Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah.

Dan pada masa itu dianggap sebagai periode yang menyeramkan dan keji, dan ini akibat dari penjajahan Jepang, pemerintahan recomba dan upaya Belanda untuk kembali menduduki Indonesia.

Istilah garong memang populer di Banjarnegara, Wonosobo, Pekalongan dan Banyumas, dan lazimnya di identikan dengan kegiatan kriminal, seperti perampokan, perampasan dengan kekerasan, pencurian dst.

Garong, pada mulanya melakukan serangkaian aksi perampasan dengan kekerasan, bahkan biasanya berujung pada pembunuhan. Namun dianggap sah karena sasaran mereka jelas, orang-orang kaya dan penduduk keturunan Cina yang pro Belanda atau siapapun yang dianggap dzalim terhadap rakyat.

Aksi mereka biasanya dengan 3 B (bawa, bakar dan bunuh). Pada perkembanganya kelompok garong kemudian terbagi dalam dua kelompok. Satu kelompok dengan pola dan tujuan untuk mendukung perjuangan (layaknya Robin Hood), kelompok ini menamakan dirinya sebagai Maling Suci. Sementara kelompok lain yang merupakan kriminal murni, biasa disebut oleh masyarakat sekitar sebagai Orang Jobong.

Para perlaku kriminal, terutama kelompok Orang Jobong, atas tindakan mereka seringkali merugikan perjuangan dan citra TNI dimata tentara Belanda. Sehingga kelompok ini menjadi sasaran perburuan TNI dari seksi Gembong Singo Yudho pimpinan Letda Makhlani dan laskar Hizbullah. Foto : gahetna.nl Sumber : digilib.uin-suka.ac.id

Related Posts

0 Komentar: