Klasifikasi Ilmiah Manusia Jawa pada masa Purba

shares |

Sarisejarah.com - Klasifikasi Ilmiah Manusia Jawa pada masa Purba

Zaman purba menyimpan ribuan misteri kehidupan pada masa lampau. Jejak kehidupan manusia pada masa itu dapat ditelaah melalui berbagai peninggalan berupa artefak batu maupun logam.
Masing-masing zaman memiliki manusia pendukung kebudayaan yang berbeda-beda. Sebagaimana diketahui, bahwa jenis-jenis manusia purba di Indonesia dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu pitecanthropus, meganthropus, dan homo.

Manusia yang diyakini sebagai temuan pertama kali di Jawa kini disebut manusia jawa.
Manusia Jawa (Homo erectus paleojavanicus) adalah jenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan. Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri.
Java man.jpg

bagaimana sejarah penemuannya?

Ada banyak peneliti manusia purba yang melakukan penelitian di Indonesia. Diantaranya yang paling terkenal adalah G.H.R Von Koeningswald dan Eugene Dubois.
Adalah Eugene Dubois yang berjasa dalam melakukan penelitian tentang manusia jawa. Ketika itu, Eugène Dubois tidak berhasil mengambil fosil Pithecanthropus secara banyak melainkan hanya tempurung tengkorak, tulang paha atas dan tiga giginya saja. Dan sampai saat ini, belum ditemukan bukti yang jelas bahwa ketiga tulang tersebut berasal dari spesies yang sama. Sebuah laporan berisi 342 halaman ditulis pada waktu itu tentang keraguan validitas penemuan tersebut. Meskipun demikian manusia Jawa masih dapat ditemukan di buku-buku pelajaran saat ini.

Fosil yang lebih lengkap kemudian ditemukan di desa Sangiran, Jawa Tengah, sekitar 18 km ke Utara dari kota Solo. Fosil berupa tempurung tengkorak manusia ini ditemukan oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald, seorang ahli paleontologi dari Berlin, pada tahun 1936. Selain fosil, banyak pula penemuan-penemuan lain di situs Sangiran ini.

Sampai temuan manusia yang lebih tua lainnya ditemukan di Great Rift Valley, Kenya, temuan Dubois dan von Koenigswald merupakan manusia tertua yang diketahui. Temuan ini juga dijadikan rujukan untuk mendukung teori evolusi Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace. Banyak ilmuwan pada saat itu yang juga mengajukan teori bahwa Manusia Jawa mungkin merupakan mata rantai yang hilang antara manusia kera dengan manusia modern saat ini. Saat ini, antropolog bersepakat bahwa leluhur manusia saat ini adalah Homo erectus yang hidup di Afrika.

Adapun klasifikasi manusia Jawa adalah sebagai berikut:

Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mamalia
Ordo: Primata
Famili: Hominidae
Genus: Homo
Spesies: H. erectus paleojavanicus
Nama binomial
Homo erectus paleojavanicus
Dubois, 1892
Demikianlah pembahasan tentang klasifikasi ilmiah manusia Jawa pada masa purba di Indonesia, semoga bermanfaat. []

Related Posts

0 Komentar: