Sunday, May 21, 2017

OPERASI CLARET DAN LAHIRNYA DWIKORA SOEKARNO UNTUK MENGGANYANG MALAYSIA


Foto Dedy Irawan.
Operasi Claret adalah nama kode untuk misi rahasia yang dilakukan Malaysia dan Inggris terhadap Indonesia pada tahun 1964-1966. operasi claret pada mulanya adalah ide dari Mayor Jenderal Walter Walker yang tidak senang melihat Indonesia diperbatasan Kalimantan Barat dan Utara. Operasi ini mendapat persetujuan pemerintah Inggris dan Malaysia agar dapat mengganyang Indonesia sekaligus mempermalukannya di mata dunia.
Secara teknis operasi Claret dilakukan untuk membuat konflik bersenjata didaerah perbatasan Indonesia dan Malaysia Timur untuk memancing pasukan Indonesia yang awalnya defensif berbalik menyerang, inilah situasi yang diharapkan Malaysia dan Inggris agar bisa menuduh Indonesia melakukan Agresi terhadap Malaysia sekaligus agar Malaysia dan Inggris mendapat bantuan dari negara persemakmuran lainnya seperti Australia dan New Zeland.
Melihat gelagat Malaysia dan Inggris membahayakan pada Tahun 1964 Soekarno merespon dengan mencetuskan Dwi Komando Rakyat untuk mengganyang Malaysia.
Pasukan elite ABRI seperti Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD), Pasukan Raiders Angkatan Darat, Korps Komando Operasi Angkatan Laut (KKO), Pasukan Gerak Tjepat Angkatan Udara (PGT) dan Resimen Pelopor Kepolisian diterjunkan di perbatasan Kalimantan. Mereka diterjunkan sebagai sukarelawan dan tak mengenakan identitas resmi ABRI. Pasukan ini disamarkan menjadi anggota Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU). Karena ini misi rahasia, semua identitas prajurit disembunyikan. Mereka menyusup ke perbatasan untuk menyerang patroli askar Malaysia.
Tak tanggung-tanggung Inggris mengirim pasukan elite Special Air Service (SAS) dan Gurkha Regiment. Masih kurang, Inggris pun mendapat bantuan Sebagai negara pesemakmuran seperti Australia dan Selandia Baru. Mereka turut mengirimkan pasukan SAS. Inggris, Australia dan New Zeland juga tak terang-terangan menyatakan perang. Pengerahan pasukan di belantara Kalimantan dilakukan sebagai misi rahasia.
Pasukan Malaysia dan sekutunya kerepotan menghadapi perlawanan tangguh dari gerilyawan yang sebenarnya tentara Indonesia. Pasukan SAS dan Gurkha pun kerap menyusup masuk ke daerah Indonesia untuk memburu gerilyawan. Dalam satu pertempuran, pasukan Indonesia berhasil melumpuhkan seorang anggota SAS. Pemerintah Indonesia meminta tawanan itu dikirim ke Jakarta. Ini untuk bukti, Inggris dan sekutunya terlibat dalam konflik bersenjata di Kalimantan.
Sayangnya prajurit SAS itu keburu meninggal sebelum dibawa ke Jakarta. Jenazahnya dimakamkan di tempat. Sementara senjata dan kalung tanda pengenalnya dikirim ke Jakarta untuk bukti. Konflik dengan Malaysia, Inggris, Australia dan Selandia baru ini berakhir tahun 1966 saat Presiden Soekarno lengser.
Laporan tak resmi, sekitar 200 anggota pasukan gabungan Inggris tewas di Kalimantan. Sementara dari pihak ABRI berkali-kali lipat. Bulan Maret 2010, pemerintah Australia memulangkan jenazah dua anggota pasukan SAS mereka. Prajurit Robert Moncrieff dan Letnan Hudson yang tewas saat operasi Claret. 44 tahun lalu, jenazah mereka dimakamkan warga Dayak di Kalimantan.
Kedua prajurit ini diketahui bertugas di Skadron 2 Resimen SAS. Mereka tewas dalam sebuah misi di Kalimantan tahun 1966. Australia sendiri menjaga rapat-rapat semua hal soal Operasi Claret. Mereka baru mau membukanya tahun 1996, atau 30 tahun setelah operasi rahasia ini digelar di belantara Kalimantan.
sumber: link

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah