Monday, October 10, 2016

Sejarah Lahirnya Agama Hindu




Agama Hindu merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia selain Islam, Kristen, Katholik, Budha, dan Konghucu. Pada artikel kali ini, akan kita bahas mengenai sejarah lahirnya Agama Hindu di dunia.
 
Sejarah Lahirnya agama Hindu di dunia bermula sejak 1500 tahun SM ditandai dengan masuknya bangsa Arya ke India. Seperti kita ketahui, pada saat itu penduduk asli India adalah bangsa Dravida. Bangsa Dravida telah memiliki tata kehidupan dan kebudayaannya sendiri. Adapun Ciri-ciri fisik mereka yaitu orang-orang Dravida memiliki kulit hitam, rambut keriting, dan hidung yang besar. Nah, Masuknya bangsa Arya ke India pada saat itu kemudian membawa perubahan signifikan dalam tata kehidupan masyarakat India. Sebab, Bangsa Arya mengadakan integrasi kebudayaan dengan Bangsa Dravida dan selanjutnya integrasi ini melahirkan agama Hindu. Salah satu perubahan paling mendasar adalah, ditulisnya kitab-kitab suci Weda oleh Bangsa Arya. Kitab suci ini dituliskan dalam 4 bagian seperti Reg Weda, Sama Weda, Yayur Weda, dan Atharwa Weda. Peradaban dan kehidupan bangsa Hindu jelas terdapat juga dalam kitab Brahmana atau dalam kitab Upanisad. Ketiga kitab inilah yang menjadi dasar pemikiran dan dasar kehidupan orang-orang Hindu. 

Dalam bidang kepercayaan, mereka bukanlah penganut monotheisme (Tuhan yang tunggal) melainkan orang-orang Bangsa Hindu memuja banyak dewa (politeisme), misalnya Dewa Brahma sebagai Dewa Pencipta, Dewa Wisnu sebagai Dewa Pelindung, dan Dewa Siwa sebagai Dewa Pelebur atau Pembinasa. Ketiga dewa itu diberi nama Tri Murti. Tri Murti sendiri berarti yang Maha Kuasa. 



Pada perkembangannya, orang-orang Hindu kemudian membuat representasi dari para Dewa tersebut dengan berbagai simbol dan patung untuk pemujaan. Selain Para Dewa yang telah disebutkan itu, di dalam agama dan kepercayaan Hindu juga dikenal Dewi Saraswati sebagai Dewi Kesenian dan Ilmu Pengetahuan, Dewi Sri sebagai Dewi Kesuburan, dan lain sebagainya. 




Selain para dewa, ada juga hewan yang dianggap suci oleh umat Hindu, yaitu Sapi. Oleh kepercayaan Hindu, Sapi adalah hewan yang sakral dan suci. Sapi adalah hewan yang sangat disakralkan oleh umat Hindu. Menurut ajaran agama Hindu, Sapi merupakan lambang dari ibu pertiwi yang memberikan kesejahteraan kepada semua makhluk hidup di bumi ini. Ada perbedaan istilah antara  “menghormati” dan “memuja”. Ajaran agama  Hindu memang  memperlakukan sapi secara istimewa untuk menghormati sapi, tetapi bukan untuk memujanya. Agama Hindu hanya memuja satu Tuhan, “eko narayanan na dwityo sti kascit” tapi menghormati seluruh ciptaanTuhan, terutama yang disebut “ibu”.

 
Umat Hindu beranggapan bahwa, tempat suci adalah tempat bersemayamnya para dewa, sehingga umat Hindu terbiasa mengadakan ziarah ke tempat-tempat suci untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi umat di dunia. Umat Hindu berziarah ke tempat-tempat suci seperti Kota Benares, sebuah kota yang dianggap sebagai kota tempat bersemayamnya Dewa Pelabur (Dewa Siwa). Di samping itu, Sungai Gangga juga dianggap suci dan keramat oleh umat Hindu. Menurut kepercayaan merka, air dari Sungai Gangga akan dapat menyucikan segala dosa betapapun besarnya. Begitu pula tulang dan abu orang mati yang sudah dibakar dibuang ke dalam Sungai Gangga, agar orang yang meninggal masuk ke dalam surga. 


Invasi/penjajahan bangsa Arya yang membanggakan dirinya sebagai ras paling unggul di dunia juga memberi perubahan corak kehidupan di India. Corak kehidupan masyarakat Hindu tersebut dibedakan atas 4 kasta (kelas/golongan), yaitu Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra.

Kasta Brahmana adalah golongan para pemuka agama. 
Kasta Ksatria adalah golongan bagi orang-orang yang memiliki kekuasaan atau pemerintahan. 
Kasta Wacyd (Waisya) adalah kelas para pekerja, yaitu umumnya pada bidang pertanian dan perdagangan. Kasta Cudra (Sudra) adalah kasta yang dianggap paling rendah, yaitu kaum pekerja kasar dan rakyat jelata.

[Dari Berbagai Sumber]

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah