Monday, October 17, 2016

Kumpulan Fakta dan Mitos Gunung Ciremai





Gunung Ciremai yang berketinggian 3078 meter di atas permukaan laut.

Gunung Ciremai termasuk salah satu gunung paling berat di tanah Jawa. 

Sejak ribuan tahun yang lalu, Gunung Ciremai telah dihuni oleh manusia purba.

Gunung Ciremai diyakini sebagai tempat asal usul orang-orang Jawa Barat.
Pada tahun 1972 ditemukan batu besar berbentuk peti mati. Penemuan itu mengandung makna bahwa di kaki Gunung Ciremai telah dihuni oleh manusia sejak ribuan tahun Sebelum Masehi. Dipercaya pula bahwa arwah nenek moyang berkumpul dan sering menampakkan diri. Para ahli peneliti sepakat bila wilayah Kuningan Gunung Ciremai merupakan tempat bermukim manusia tua usia. Mereka memuja arwah nenek moyang untuk meminta berkah kesuburan tanah, kemakmuran, dan kesejahteraan.

Gunung Ciremai identik dengan Sunan Gunung Jati, salah satu Walisongo, penyebar Islam di Jawa Barat.

Sekitar tahun 1521-1530, Sunan Gunung Jati diyakini bertapa di puncak Ciremai yaitu pada saat menjelang perang melawan Portugis.
Tempat tapa dan pertemuan para wali itu bernama Batulingga dan diyakini oleh masyarakat Cirebon sebagai tempat ngalap berkah memberi manfaat dan membantu orang-orang yang dalam kesulitan.

Beberapa benda purba dari zaman Batu Besar berupa bebatuan ditemukan di Gunung Ciremai. Umurnya sekitar 3.000 tahun Sebelum Masehi.

Gunung Ciremai memiliki banyak jenis tumbuhan dan margasatwa. Dari sekian banyak tumbuhan dan jenis burung ada beberapa hewan yang dipercaya mempunyai kekuatan mistik. Mendekati puncak, banyak beterbangan ayam alas dengan bulunya yang bersih mengkilat. 

Ada Satu misteri yang selalu menjadi perbincangan masyarakat sekitar Gunung Ciremai adalah misteri Nyi Linggi dan dua macan kumbang. Setelah Sunan Gunung Jati tidak bertapa di Batulingga, maka Nyi Linggi datang ke tempat tersebut menggantikan Sunan Gunung Jati.

Nyi Linggi ke Batulingga bertapa untuk mendapatkan kedigdayaan ditemani oleh dua binatang kesayangannya yaitu macan tutul. Namun ia gagal dan meninggal dunia.

Sepeninggal Nyi Linggi, sosok macan tutul dan Nyi Linggi masih sering menampakkan diri di Batulingga.

Terutama bagi para petualang, Untuk menginjakkan kaki di Ciremai, harus mengucapkan salam untuk menghindari jin dan hantu.
Misteri Jalak Hitam
Selainsosok macan tutul yang sering menampakkan diri, masih ada misteri kemunculan dua binatang yaitu Jalak Hitam dan Tawon Hitam.

Siapa saja yang ingin mencapai puncak Ciremai dengan cepat dan selamat sampai di rumah diharuskan membawa ikan asin.


Beberapa Pantangan di Gunung Ciremai adalah tidak boleh mengeluh, memegang lutut, kencing dan buang air besar sembarangan. Setiap memasuki pos diharuskan mengucapkan salam sebagai tanda minta izin masuk dan pertanda kesopanan. 

Gunung Ciremai juga terkenal dengan mitos Nini Pelet. Pelet itu berasal dari nama seorang tokoh legendaris, ialah Nini Pelet dari gunung Ciremai Cirebon, dan Mbah Buyut Pelet dari Pajajaran.

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah