Tuesday, September 6, 2016

Materi kurikulum 2013 kelas X yang wajib diberikan pada awal pertemuan


Berikut merupakan materi pembelajaran sejarah pada kurikulum 2013 kelas X yang wajib diberikan pada awal pertemuan kelas X:
Materi Pembelajaran
1. Kata kunci yang berkaitan dengan keilmuan sejarah
Konsep, berasal dari bahasa Latin conceptus yang berarti gagasan atau ide, sedangkan teori berasal dari bahasa Yunani theoria yang mempunyai arti, diantaranya: “kaidah yang mendasari suatu gejala, yang sudah melalui verifikasi”. Diakronis berasal dari kata Latin diachronich (dia artinya melalui/melampaui dan chronicus artinya waktu). Definisi merupakan suatu pernyataan secara eksplisit tentang konotasi suatu term (istilah).
2. Pengertian Dan Ruang Lingkup Sejarah
a. Asal–Usul Kata Sejarah
Sejarah sering dipahami sebagai sesuatu yang berhubungan dengan masa lampau. Kata sejarah berasal dari syajaratun yang berarti pohon. Sejarah diumpamakan menyerupai perkembangan sebuah pohon. Dalam bahasa Inggris sejarah = history yang berarti masa lampau, dalam bahasa Jerman sejarah = geschicht berarti sesuatu yang telah terjadi.
History berasal dari bahasa Yunani kuno historia, yang berarti belajar dengan cara bertanya. Menurut Aristoteles history, pertelaan sistematis mengenai seperangkat alam tanpa mempersoalkan susunan kronologisnya. Sedangkan Historia diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala–gejala alam dalam urutan kronologis.
Dalam bahasa Indonesia terdapat beberapa kata yang mirip sejarah, seperti babad, tambo, pustaka dan cerita.
b. Ciri Utama Sejarah
Cara berpikir sejarah berbeda dengan cara berpikir ilmu pengetahuan alam, perhatian sejarah terfokus pada pengalaman dan tindakan manusia, peristiwa–peristiwa dan kejadian–kejadian. Ciri sejarah, sejarah merupakan:
1) peristiwa yang abadi, tidak berubah, dikenang masa;
2) peristiwa unik, hanya terjadi satu kali, tidak terulang persis sama;
3) peristiwa penting, dijadikan momentum, mempunyai arti dalam menentukan kehidupan orang banyak.
c. Definisi Dan Pengertian Sejarah
Beberapa ahli memberikan definisi atau pengertian sejarah, diantaranya:
1) Herodotus, sebagai bapak sejarah (484–425), menyatakan bahwa sejarah tidak berkembang kearah masa depan dengan tujuan pasti, bergerak seperti lingkaran yang tinggi rendahnya diakibatkan oleh keadaan manusia.
2) Francis Bacon. Sejarah mempelajari hal–hal yang berkisar dalam waktu dan tempat dengan menggunakan ingatan sebagai instrumen insensial.
3) Vico. Sejarah adalah disiplin ilmu pertama manusia
4) Ibn Khaldun (1332–1406), mendefinisikan sejarah sebagai catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia, tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu.
5) Edward Harlott Carr. Sejarah adalah proses interaksi antara sejarawan dengan fakta–fakta yang ada padanya, suatu dialog tiada henti–hentinya antara masa sekarang dengan masa silam.
6) Sir Charles Fith. Sejarah merupakan rekaman kehidupan manusia.
7) Sartono Kartodirjo. Sejarah dibatasi oleh dua pengertian, yaitu sejarah dalam arti subjektif dan sejarah dalam arti objektif. Dalam arti subjektif, adalah bentuk yang disusun oleh penulis sebagai sebagai suatu uraian atau cerita. Dalam arti objektif menunjuk kepada kejadian atau peristiwa sejarah itu sendiri, terlepas dari unsur – unsur subjektif penulisnya.
8) Kuntowijoyo. Sejarah memiliki sifat yang diakronis yaitu memanjang dalam waktu, membicarakan dalam rentang waktu. Sejarah bersifat ideografis, karena sejarah selalu menggambarkan, menceritakan, dan memaparkan sesuatu. Sejarah bersifat unik, karena peristiwa sejarah hanya terjadi pada saat dan waktu tertentu, tidak terulang lagi dan hanya sekali terjadi. Sejarah juga bersifat empiris, artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sebenarnya.
R. Moh. Ali menyimpulkan pengertian sejarah sebagai berikut:
a. Sejarah yaitu ilmu yang menyelidiki perkembangan peristiwa dan kejadian-kejadian di masa lampau.
b. Sejarah yaitu kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan manusia, yakni menyangkut perubahan yang nyata di dalam kehidupan manusia.
c. Sejarah yaitu cerita yang tersusun secara sistematis (teratur dan rapi).
d. Hakekat Dan Ruang Lingkup Sejarah.
1) Sejarah sebagai peristiwa.
2) Sejarah sebagai kisah.
3) Sejarah sebagai ilmu.
4) Sejarah sebagai seni.
5) Sejarah sebagai profesi.
e. Manfaat/Kegunaan Sejarah secara intrinsik dan ekstrinsik (Kuntowijoyo)
1) Secara intrinsik, sejarah berguna sebagai ilmu,sebagai cara mengetahui masa lampau,sebagai pernyataan pendapat,dan sebagai profesi.
2) Manfaat ekstrinsik sebagai latar belakang, sebagai rujukan, sebagai pendidikan moral, sebagai pendidikan penalaran, sebagai pendidikan politik, sebagai pendidikan kebijakan, sebagai pendidikan perubahan, dan sebagai pendidikan masa depan,
3. Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari kata diachronich. Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi terbatas dalam ruang, sedangkan sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.
4. Dengan demikian sejarah mengenal adanya suatu proses kontinuitas atau berkelanjutan, karena sejarah merupakan suatu rekonstruksi peristiwa masa lalu yang bersifat kronologis. Dalam ilmu sosial lainnya, dikenal sifat sinkronis yaitu sifat yang dapat menggambarkan sesuatu dalam ruang yang luas, tetapi terbatas dalam waktu.
5. Cara berfikir kronologis diakronis dalam mempelajari sejarah
a. Kronologi
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan sesuai dengan waktu terjadinya. Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara tepat, selain itu dapat juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah dalam waktu yang sama di tempat berbeda yang terkait peristiwanya.
b. Diakronik
Sejarah itu diakronis maksudnya memanjang dalam waktu, sedangkan ilmu-ilmu sosial itu sinkronis maksudnya melebar dalam ruang. Sejarah mementingkan proses, sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B. Sejarah berupaya melihat segala sesuatu dari sudut rentang waktu. Pendekatan diakronis adalah salah satu yang menganalisis evolusi/perubahan sesuatu dari waktu kewaktu, yang memungkinkan seseorang untuk menilai bagaimana bahwa sesuatu perubahan itu terjadi sepanjang masa. Sejarawan akan menggunakan pendekatan ini untuk menganalisis dampak perubahan variabel pada sesuatu, sehingga memungkinkan sejarawan untuk mendalilkan MENGAPA keadaan tertentu lahir dari keadaan sebelumnya atau MENGAPA keadaan tertentu berkembang/ berkelanjutan.
Contoh:
• Perkembangan Sarekat Islam di Solo, 1911-1920
• Terjadinya Perang Diponegaro, 1925-1930;
• Revolusi Fisik di Indonesia, 1945-1949;
• Gerakan Zionisme 1897-1948 dan sebagainya.
c. Sinkronik dalam mempelajari sejarah
Sedangkan ilmu sosial itu sinkronik (menekankan struktur) artinya ilmu sosial meluas dalam ruang. Pendekatan sinkronis menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada waktunya. Ini tidak berusaha untuk membuat kesimpulan tentang perkembangan peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini, tetapi hanya menganalisis suatu kondisi seperti itu. Ada juga yang menyebutkan ilmu sinkronis, yaitu ilmu yang meneliti gejala-gejala yang meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu.
Contoh: penggunaan pendekatan sinkronis untuk menggambarkan aliran tarekat di Indonesia pada suatu waktu tertentu, menganalisis lembaga dan perannya dalam kehidupan keagamaan pada keadaan tertentu dan pada kondisi tersebut. Contoh penulisan sejarah yang disusun dengan cara sinkronis melibatkan ilmu sosial lainnya misalnya: Ajaran tarekat Naqsyabandiyah di pesantren-pesantren Jawa.
Dalam kondisi sebenarnya kedua ilmu ini (ilmu sejarah dan ilmu–ilmu sosial) saling berhubungan. Ada persilangan antara sejarah yang diakronis dengan ilmu sosial lain yang sinkronis. Artinya ada kalanya sejarah menggunakan ilmu sosial, dan sebaliknya, ilmu sosial menggunakan sejarah Ilmu diakronis bercampur dengan sinkronis.
Contoh:
• Peranan militer dalam politik, 1945-1999 (yang ditulis seorang ahli ilmu politik )
• Elit Agama dan Politik 1945- 2003 (yang ditulis ahli sosiologi )
d. Konsep Ruang
Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu. Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa sejarah dalam perjalanan waktu. Penelaahan suatu peristiwa berdasarkan dimensi waktu tidak dapat terlepaskan dari ruang waktu terjadinya peristiwa tersebut. Jika waktu menitikberatkan pada aspek kapan peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat, dimana peristiwa itu terjadi.
e. Konsep waktu
Masa lampau itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup. Masa lampau itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. Sejarah dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk perencanaan masa yang akan datang
e. Keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam sejarah:
1) Konsep ruang dan waktu merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa dan perubahannya dalam kehidupan manusia sebagai subyek atau pelaku sejarah.
2) Segala aktivitas manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian. Manusia selama hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur tempat dan waktu karena perjalanan manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana manusia hidup (beraktivitas).
6. Dengan sifat atau cara berpikir (pendekatan) diakronik dan sinkronik, maka dalam penulisan sejarah ada yang melibatkan suatu gejala sejarah dengan jangka yang relatif panjang (aspek diakronis), dan yang melibatkan pendekatan ilmu-ilmu sosial lainnya seperti dilihat dari aspek ekonomi, masyarakat, atau politik (aspek sinkronis).
7. Berdasarkan kepada sifat berpikir yang kronologis (diakronik), maka ada 2 model penulisan sejarah, yaitu model yang bersifat deskripsi-naratif dan bersifat deskriptif-eksplanatif.
a. Model pertama adalah melakukan penulisan sejarah dengan hanya melakukan rangkaian fakta dan disusun secara kronologis dan tidak ada suatu analisis yang lebih mendalam terhadap peristiwa tersebut. Jadi penulisan sejarah model pertama lebih terfokus pada bagaimana tulisan tersebut dapat memberikan informasi mengenai apa yang terjadi pada masa lampau tanpa ada analisis yang lebih mendalam mengenai bagaimana suatu peristiwa tersebut terjadi. Model penulisan seperti ini lebih memberikan mengenai rangkaian kejadian dan peristiwa serba berjajar dan berderet- deret tanpa menjelaskan latar belakangnya, hubungan satu dengan lainya, serta sebab akibat dari peristiwa tersebut (R. Moch. Ali, Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia).
b. Model kedua, model yang dimana seorang penulis tersebut mengungkapkan suatu peristiwa sejarah dengan disertai analisis-analisis yang mendalam mengapa peristiwa itu dapat terjadi. Model kedua ini juga meluaskan cakupan ruang dalam penulisanya, sehingga tidak terbatas pada satu ruang tersebut. Model penulisan seperti ini cenderung menggabungkan sifat sejarah yang diakronis dan ilmu-ilmu sosial yang sinkronis. Artinya, selain memanjang dalam waktu, sejarah juga melebar dalam ruang.
Tabel
Perbedaan Konsep Berfikir Sinkronis dan Diakronis
NO SINKRONIS DIAKRONIS/KRONOLOGIS
1 Meluas, dimensi ruang, Memanjang, dimensi waktu
2 Sistem terstruktur Terus bergerak, hubungan kausalitas
3 Deskripsi integratif Naratif, berproses dan bertransformasi.
4 Statis Dinamis
5 Menekankan pada sruktur dan fungsi Menekankan pada proses dan durasi
6 Digunakan dalam ilmu geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi Digunakan dalam ilmu Sejarah,

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah