Hari Ini Tepat 71 Tahun Lalu, Organisasi yang Sangat Berjasa Untuk Kemanusiaan Ini Lahir

shares |

 
Hari ini, 17 September, diperingati sebagai hari Palang Merah Indonesia atau lebih dikenal dengan PMI. Barangkali di antara kita sudah mendengar PMI sejak masih bersekolah di tingkat dasar. Di samping Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS, Dahulu ada istilah dokter kecil yang kegiatan-kegiatannya erat dengan organisasi PMI.

Setelah itu, kita mengenal PMI, biasanya saat mengikuti sebuah kegiatan yang dilakukan di luar ruangan. Seperti acara-acara olahraga, pertunjukan musik, dan upacara. Di setiap sudut di mana acara digelar, terdapat sebuah tenda bergambar palang merah yang dipergunakan untuk menolong seseorang yang butuh penanganan medis saata menghadiri acara tersebut.

Selain itu, PMI yang memiliki slogan "setetes darah Anda, nyawa bagi sesama" ini kerap menyelenggarakan dan mendukung kegiatan donor darah.

Namun tahukah Anda, bagaimana mulanya organisasi PMI ini berdiri?

Cikal bakal Palang Merah di Indonesia sejatinya sudah berdiri sebelum Perang Dunia II. Persisnya pada 12 Oktober 1873. Pendirinya saat itu adalah Pemerintah Kolonial Belanda. Saat itu nama organisasi tersebut adalah Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling IndiĆ« (NERKAI). Namun organisasi tersebut  kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.

Selanjutnya, perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali lagi pada tahun 1932. Usaha itu dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia. Rancangan tersebut kemudian diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940. Namun, usaha tersebut ditolak mentah-mentah.

Setelah penolakan itu, rancangan tersebut masih disimpan sambil menunggu saat yang tepat untuk mengajukannya kembali. Tak kenal menyerah, pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional. Namun, sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang. Sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.

Tahap selanjutnya, proses pembentukan PMI kembali dimulai pada 3 September 1945. Saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.

Dibantu lima orang panitia yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Dan persis satu bulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah inilah yang hingga kini diperingati sebagai hari PMI.

Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.

Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

Hingga harii ini, organisasi yang dipimpin oleh Muhammad Jusuf Kalla ini terus berkembang dan melayani masyarakat di bidang kemanusaian dan kesehatan. 

Related Posts

0 Komentar: