Spesial Agustus: Tokoh pencipta lagu 17 Agustus ternyata juga pendiri gerakan pramuka Indonesia

shares |

Hari Merdeka (17 Agustus 1945)Tujuh belas agustus tahun empat limaItulah hari kemerdekaan kitaHari merdeka nusa dan bangsaHari lahirnya bangsa IndonesiaMerdeka
Sekali merdeka tetap merdekaSelama hayat masih di kandung badanKita tetap setia tetap sediaMempertahankan IndonesiaKita tetap setia tetap sediaMembela negara kita
Lirik lagu diatas sangat familiar di telinga kita setiap bulan Agustus. Lagu 17 Agustus (Hari merdeka merupakan lagu nasional yang diciptakan oleh seorang bernama H. Mutahar. Siapa dia?

Tidak banyak yang mengetahui bahwa H. Mutahar memiliki nama panjang yaitu Habib M. Husein Mutahar. Beliau lahir di Semarang, Jawa Tengah, 5 Agustus 1916 dan meninggal di Jakarta, 9 Juni 2004 pada umur 87 tahun. Beliau adalah seorang komponis musik Indonesia, terutama untuk kategori lagu kebangsaan dan anak-anak. Husein Mutahar juga dikenal sebagai pencipta lagu Syukur dan puluhan lagu lain, penyelamat Bendera Pusaka, serta merupakan tokoh kepanduan dan pendiri Gerakan Pramuka, mantan pejabat tinggi negara, mantan Duta Besar RI di Takhta Suci Vatikan, penerima anugerah Bintang Gerilya dan Bintang Mahaputra.

sumber gambar: indiraabidin.com

Puncak karir beliau barangkali adalah sebagai dubes di Vatikan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Selain itu, beliau juga aktif di kepramukaan dan paskibraka.
Habib Mutahar aktif dalam kegiatan kepanduan dibuktikan fakta bahwa beliau adalah salah seorang tokoh utama Pandu Rakyat Indonesia, gerakan kepanduan independen yang berhaluan nasionalis. Ia juga dikenal anti-komunis. Ketika seluruh gerakan kepanduan dilebur menjadi Gerakan Pramuka, Mutahar juga menjadi tokoh di dalamnya. Namanya juga terkait dalam mendirikan dan membina Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), tim yang beranggotakan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia yang bertugas mengibarkan Bendera Pusaka dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI.
Lagu Hymne pramuka yang merupakan lagu ciptaannya, sebagai berikut:
Kami Pramuka Indonesia
Manusia Pancasila
Satyaku kudharmakan, dharmaku kubaktikan
agar jaya, Indonesia, Indonesia
tanah air ku
Kami jadi pandumu
Habib Mutahar meninggal dunia di Jakarta pada usia hampir 88 tahun, 9 Juni 2004 akibat sakit tua. Selama hidupnya ia tidak pernah menikah. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Jeruk Purut, Jakarta Selatan. []

Related Posts

0 Komentar: