Thursday, August 11, 2016

Spesial Agustus: Sepanjang Hidupnya Bung Hatta tak mampu membeli sepatu ini


Sarisejarah.com - Sepanjang Hidupnya Bung Hatta tak mampu membeli sepatu ini

Bung Hatta merupakan sosok kharismatik. Beliau dikenal sebagai proklamator bersama Ir. Soekarno memproklamasikan kemerdekaan. Keduanya kemudian terpilih sebagai presiden dan wakil presiden RI. Namun, meskipun beliau telah menajdi seorang pejabat, tidak lantas membuat beliau hidup bermewah mewah seperti pejabat sekarang. beliau tetap hidup dalam kesederhanaan. Padahal, dalam kapasitasnya sebagai seorang pejabat, sebenarnya mudah saja bagi beliau mendapatkan barang kebutuhan yang beliau inginkan. Apalagi barang tersebut hanyalah sebuah sepatu.



Salah satu kisah mengugah dari Bung Hatta yang dikenang masyakarat adalah kisah tentang sepatu Bally. Pada tahun 1950-an, Bally adalah merek sepatu bermutu tinggi yang berharga mahal. Bung Hatta, ketika masih menjabat sebagai wakil presiden, berniat membelinya. Untuk itulah, maka dia menyimpan guntingan iklan yang memuat alamat penjualnya.


The Bally Shoe, dari Swiss berdiri sejak 1851
Setelah itu, dia pun berusaha menabung agar bisa membeli sepatu idaman tersebut. Namun, apa yang terjadi? Ternyata uang tabungan tidak pernah mencukupi untuk membeli sepatu Bally. Ini tak lain karena uangnya selalu terambil untuk keperluan rumah tangga atau untuk membantu orang-orang yang datang kepadanya guna meminta pertolongan. Alhasil, keinginan Bung Hatta untuk membeli sepasang sepatu Bally tak pernah kesampaian hingga akhir hayatnya. Bahkan, yang lebih mengharukan, ternyata hingga wafat, guntingan iklan sepatu Ball tersebut masih tersimpan dengan baik.

Andai saja Bung Hatta mau memanfaatkan posisinya saat itu, sebenarnya sangatlah mudah baginya untuk memperoleh sepatu Bally, misalnya dengan meminta tolong para duta besar atau pengusaha yang menjadi kenalannya. Barangkali bukan hanya sepatu merek Bally yang mampu dibelinya. Bisa saja ia memiliki saham di pabrik sepatu dan berganti-ganti sepatu baru setiap hari. Tetapi, ia tidak melakukan semua itu. Ia hanya menyelipkan potongan iklan sepatu Bally yang tidak terbelinya hingga akhir hayat. Bila dilihat pada kondisi sekarang, seharusnya masa lalu juga demikian, tentu hal ini merupakan sebuah tragedi.

Seorang mantan wakil presiden, orang yang menandatangani proklamasi kemerdekaan, orang yang memimpin delegasi perundingan dengan Belanda –negara yang pernah menjajahnya—hingga Belanda mau mengakui kedaulatan Indonesia, ternyata tidak mampu hanya untuk sekadar membeli sepasang sepatu bermerek terkenal. Meski memiliki jasa besar bagi kemerdekaan negeri ini, Bung Hatta sama sekali tidak ingin meminta sesuatu untuk kepentingan sendiri dari orang lain atau negara.

Menurut Jacob Utama, Pemimpin Umum Harian Kompas, segala yang dilakukan Bung Hatta sudah mencerminkan bahwa dia tidak hanya jujur, namun juga uncorruptable, tidak terkorupsikan. Kejujuran hatinya membuat dia tidak rela untuk menodainya dengan melakukan tindak korupsi. Mungkin banyak masyarakat berkomentar, “Iya, lha wong sepatu Bally harganya-kan selangit.”

Begitulah sosok bung Hatta, hingga ketika beliau wafat, Indonesia berkabung. Nama Beliau betul-betul ada di hati setiap rakyat Indonesia. Iwan Fals dalam lagunya menuliskan lirik yang sangat menyentuh berjudul Bung Hatta, beginilah liriknya:

Iwan Fals - Bung Hatta

Tuhan terlalu cepat semua
Kau panggil satu-satunya
yang tersisa
proklamator tercinta
Jujur lugu dan bijaksana
Mengerti apa yang terlintas
dalam jiwa
rakyat Indonesia

*
Hujan air mata
dari pelosok negeri
saat melepas engkau pergi
Berjuta kepala tertunduk haru
terlintas nama seorang sahabat
yang tak lepas dari namamu

**
Terbayang baktimu
Terbayang jasamu
Terbayang jelas jiwa
sederhanamu
Bernisan bangga, berkafan do'a
dari kami yang merindukan orang
sepertimu
 Demikianlah keteladanan Bung hatta di mana Sepanjang Hidupnya Bung Hatta tak mampu membeli sepatu Bally. semoga bermanfaat. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah