Tuesday, July 19, 2016

Penendang Salto pertama Indonesia bukan Widodo C Putra, tetapi orang ini


Sarisejarah.com - Penendang Salto pertama Indonesia bukan Widodo C Putra, tetapi orang ini
Widodo Cahyono Putro pernah dikenal sebagai penendang salto indah saat timnas Indonesia menghadapi Kuwait pada tahun 1990an. namun tahukah Anda bahwa sesungguhnya ada seorang legenda sepakbola Indonesia terbesar yang pernah melakukan tendangan Salto ke gawang lawan. Hebatnya itu ia lakukan ke gawang RRC. Inilah kisah seorang legenda Sepakbola Indonesia bernama Ramang.

Tulisan ini bersumber dari Pulsk
Andi Ramang (1928 - Makassar, 26 September 1987)

RAMANG Legenda Besar Sepak Bola INDONESIA
Dengan bibir kelu, saya akan bertutur haru dan bangga mengucap nama.... RAMANG !!!!
Ramang, dahulu diceritakan jika tendangannya dapat membengkokkan tiang gawang
Ramang, orang yang nyaris membuat malu Lev Yashin, "Ketika itu saya hampir mencetak gol.
Tapi kaus saya ditarik dari belakang," kata Ramang.
Ramang adalah striker Timnas Indonesia di era 1952-1960
Di tahun 1954 saat tur berhadapan dgn Filipina, Hongkong, Muangthai, hingga Malaysia. Indonesia berhasil sapu bersih kemenangan seluruh laga
Catatan gol nya pun mencolok, melesakkan 25 gol, dan hanya kemasukan 6
Dari 25 gol, 19 gol diantaranya dilahirkan oleh... RAMANG !!!
Kabar yg akhir nya terhembus hingga ke Eropa, beberapa negara besar pun antri untuk menantang kebolehan Indonesia.
Mulai dari Yugoslavia yang gawangnya dijaga Beara (salah satu kiper terbaik dunia kala itu)
Klub Perancis - Stade de Reims dengan pemain tersohornya, si kaki emas - Raymond Kopa
Klub Rusia - Locomotive dengan penembak maut nya - Bubukin, hingga Grasshopers dengan bintangnya – Roger Vollentein
Disamping lawan2 tadi, yg paling spektakuler tentu saja saat berhadapan dengan Uni Soviet (sekarang Rusia)
Siapa yang tak kenal Lev Yashin saat itu?
Andai kaos Ramang tak ditarik kala itu, kita bisa menang atas Uni Soviet, skor akhir imbang tanpa gol
Kalian pikir Widodo C. Putro yang melakukan gol tendangan salto pertama untuk Indonesia????
Ramang melakukannya saat membawa Indonesia menang 2-0 atas RRC (China), dan kedua 2 gol tersebut berasal dari satu nama...
Ada yang berujar, Ramang seperti menari di atas lapangan, bukti keindahan permainannya, elegan
Sebuah pengakuan dari sebuah sumber, jika kala itu sepakbola sudah dibungkus industri seperti saat ini, Ramang adalah pemain termahal
Nama nya mendunia, tapi kaki Ramang tetap berpijak di bumi, 'Semua berkat kerjasama hebat rekan rekan setim...'
Saat memuji, Ramang menyebut nama rekan2nya satu per satu... Maulwi Saelan, Rasjid, Chaeruddin, Ramlan, Sidhi, Tan Liong Houw, Aang Witarsa, Thio Him Tjiang, Danu, Phoa Sian Liong dan Djamiat. Disebutkan satu per satu, tidak digeneralisir
Didampingi Suardi Arlan di kanan dan Nursalam di kiri, Ramang bagai kuda kepang di tengah gelanggang.
Bakat Ramang tercium oleh klub sepakbola Makassar Voetball Bond (MVB), yang kini dikenal dengan nama PSM Makassar.
Sebelumnya, Ramang bermain untuk Persis (Persatuan Sepakbola Induk Sulawesi)
Ketika Persis bermain dalam kompetisi yang diadakan oleh Makassar Voetball Bond , di salah satu partai Persis menang 9-0 atas lawannya.
Kemenangan 9-0, brapa gol yg dibukukan Ramang...?? TUJUH.... Kami ulangi, TUJUH
Kami pikir TUJUH hanya cocok di score board bulu tangkis...
Sblm terjun di dunia sepakbola, Ramang hanyalah seorang tukang becak. Setelah itu bekerja di Dinas Pekerjaan Umum, dengan gaji Rp. 3500.
Karir nya berakhir di tahun 1968, gantung sepatu di usia 40 tahun... 40 tahun dan masih sanggup berlari, CINTA
Setelah gantung sepatu, Ramang tak meninggalkan sepakbola, dia mengabdikan dirinya sebagai pelatih
Kenapa saya pakai 'mengabdikan'? Karena tak ada kompensasi materi , semua tergerak karena CINTA
Bekal Ramang sebagai pelatih? Pengalaman ditangani langsung oleh pelatih berkelas dunia Tony Pogacnick di Olimpiade Melbourner 1956
Saat di masa jaya nya bersama Timnas, keluarga Ramang tinggal menumpang di rumah seorang teman
Beruntunglah pesepakbola saat ini yang bisa membuat inisial nama di plat mobil nya...
#Ramang selalu membalikkan badannya ketika akan mengeksekusi penalti, tidak melihat kiper dan gawang, berbalik dan hanya mengincar bola
Tugas utama kiper kala itu, bukan menahan tendangan penalti #Ramang, tapi sebisa mungkin mengelak dari bola tendangan #Ramang

Cerita soal tendangan penalti #Ramang tadi dikisahkan oleh John Rompas (80 tahun), org yg selalu menonton aksi #Ramang di Lapangan Karebosi
Ketika dipuji ttg keahilan penalti nya, #Ramang berujar 'Ini berkat teman2', #Ramang berbohong, penalti tdk dilakukan bersama sama bukan? :)
Itulah #Ramang, bahkan ketika dia melakukannya sendiri, dirinya tetap mengatas-namakan 'kami'
Suatu hari di tahun 1981, Ramang yang memang seorang perokok keras, pulang usai melatih dalam kondisi basah kehujanan
Ramang merasakan sakit di bagian dada, yang kemudian diketahui sebagai penyakit radang paru2
Tanpa mampu berobat ke rumah sakit, karena keterbatasan biaya, Ramang tutup usia 6 tahun berselang di rumah sederhananya
Ramang ini perokok berat. Setelah pensiun sebagai pemain, beliau mengabdikan diri di PSM Makassar hingga akhir hidupnya.
Karir Ramang di dunia kepelatihan terhenti karena ia hanyalah jebolan Sekolah Rakyat tanpa ijazah.. Birokrasi
Rumah mungil tempat Ramang menghembuskan nafas terakhirnya, kala itu dihuni oleh istri, anak dan cucunya yg berjumlah 19 orang
Nama MELEGENDA Ramang kini hny dikenang dengan 2 hal, julukan PSM Makasar 'Pasukan Ramang', dan patung Ramang di pintu utara lap. Karebosi
Tak ada lagi Ramang, tapi semangat Ramang bisa kita genggam.

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah