Saturday, June 11, 2016

Petikan Pidato Soekarno ketika mengusulkan dasar negara yaitu Pancasila


Soekarno adalah satu dari tiga tokoh yang mengusulkan falsafah dasar negara dalam sidang BPUPKI. Adapun dua tokoh yang lain adalah Mr. Muhammad Yamin, dan Mr. Soepomo.

Pancasila tidak lahir secara mendadak pada tahun 1945. Pancasila lahir melalui proses yang cukup panjang, dengan didasari oleh sejarah perjuangan bangsa dan dengan melihat bangsa lain di dunia. Pancasila di ilhami oleh gagasan - gagasan besar dunia, tetapi tetap berakar pada kepribadian dan gagasan besar bangsa Indonesia sendiri.
Dimulai sejak tahun 1990 dalam bentuk rintisan gagasan untuk mencari sintesis antar ideologi dan gerakan seiring proses penemuan Indonesia sebagai kode kebangsaan bersama. Proses ini ditandai oleh kemunculan berbagai organisasi pergerakan kebangkitan ( Boedi Oetomo, SDI, SI, Muhammadiyah, NU, Perhimpunan Indonesia dan lain - lain ), partai politik ( Indische Partij, PNI, partai - partai sosialis, PSII dan lain - lain ) dan sumpah pemuda.
Perumusan konseptual Pancasila dimulai pada masa persidangan pertama Badan Penyelidik Usaha - usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia ( BPUPKI ) tanggal 29 Mei - 1 Juni 1945. Radjiman Wediodiningrat dalam menjawab permintaan ketua BPUPKI mengenai dasar negara Indonesia merdeka, puluhan anggota BPUPKI menyodorkan pandangannya,  yang kebanyakan pokok gagasannya sesuai dengan satuan - satuan sila Pancasila. Tanggal 1 Juni, Pidato Soekarno menutup rangkaian gagasan ini dan menawarkan lima prinsip dari dasar negara yang diberi nama Panca Sila.
Rumusan Soekarno tersebut kemudian digodok melalui Panitia Delapan. Panitia Delapan dibentuk oleh Ketua sidang BPUPKI, kemudian membentuk panitia sembilan yang menyempurnakan rumusan Pancasila dari Pidato Soekarno ke dalam versi Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945. Fase pengesahan dilakukan tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI yang menghasilkan rumusan final Pancasila yang mengikat secara konstitusional dalam kehidupan bernegara.
Peran Soekarno sangat penting dalam perumusan ini. Dia berhasil mensintesiskan berbagai pandangan yang telah muncul dann orang pertama yang mengonseptualisasikan dasar negara ke dalam pengertian "dasar falsafah" atau "pandangan komprehensif dunia" secara sistematik dan koheren.
Rumusan kelima prinsip dalam Pidato Soekarno itu adalah sebagai berikut :
Pertama : Kebangsaan Indonesia
"Baik saudara - saudara yang bernama kaum bangsawan yang disini,maupun saudara - saudara yang dinamakan kaum Islam, semuanya telah mufakat...Kita hendak mendirikan suatu negara 'semua buat semua'. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan. maupun golongan yang kaya, tetapi 'semua buat semua'...Dasar pertama, yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia, ialah dasar kebangsaan"
Kedua : Internasionalisme, atau peri-kemanusiaan
"Kebangsaan yang kita anjurkan bukan kebangsaan yang menyendiri, bukan chauvinisme...Kita harus menuju persatuan dunia, persaudaraan dunia. Kita bukan saja harus mendirikan Negara Indonesia merdeka, tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsa - bangsa"
Ketiga : Mufakat atau demokrasi
"Dasar itu ialah dasar mufakat, dasar perwakilan, dasar permusyawaratan...Kita mendirikan negara 'semua buat semua', semua buat satu. Saya yakin, bahwa syarat mutlak untuk kuatnya Negara Indonesia ialah permusyawaratan, perwakilan...apa - apa yang belum memuaskan, kita bicarakan di dalam permusyawaratan"
Keempat : Kesejahteraan sosial
"Kalau kita mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yakni politiek economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial...maka oleh karena itu jikalai kita memang betul - betul mengerti, mengingat, mencintai rakyat Indonesia, marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini, yaitu bukan saja persamaan politiec saudara - saudara, tetapi pun di atas lapangan ekonomi kita harus mengadakan persamaan, artinya kesejahteraan bersama yang sebaik - baiknya"
Kelima : Ketuhanan yang berkebudayaan
"Prinsip Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa..bahwa prinsip kelima daripada negara kita ialah ke-Tuhanan yang berkebudayaan, ke-Tuhanan yang berbudi pekerti luhur, ke-Tuhanan yang hormat- menghormati satu sama lain"
Mengapa dasar negara yang menyatukan dan menjadi panduan keindonesiaan itu dibatasi lima ? Jawaban Soekarno, selain kelima unsur itulah yang memang berakar kuat dalam jiwa bangsa Indonesia, dia juga mengaku suka pada simbolisme angka lima. Angka lima memiliki nilai "keramat" dalam antropologi masyarakat Indonesia. Soekarno menyebutkan, "Rukun islam lima jumlahnya. Jari kita lima setangan. Kita mempunyai panca indera.
Tradisi Jawa ada lima larangan sebagai kode etika yang disebut dengan "Mo-Limo". Taman siswa dan chuo sangi in juga memiliki Panca Dharma. Selain itu bintang yang amat penting bagi pemandu pelaut dari masyarakat bahari juga bersudut lima. Selain itu, istilah Pancasila juga telah dipakai dalam buku "Negara Kertagama" karangan Empu Prapanca, juga dalam buku "Sutasoma" karangan Empu Tantular, dalam pengertian yang agak berbeda, yakni kesusilaan yang lima.
Demikianlah tanggal 1 Juni 1945 itu, Soekarno mengemukakan pemikirannya tentang Pancasila, yaitu nama dari lima dasar negara Indonesia yang diusulkannya berkenaan dengan permasalahan di sekitar dasar negara Indonesia Merdeka. Pokok - pokok pikiran yang terdapat dalam Pidato Bung Karno itu yang kemudian diterima secara aklamasi oleh BPUPKI sebagai dasar dalam penyusunan falsafah negara Indonesia merdeka.
Secara historis, ada tiga rumusan dasar negara yang diberi nama Pancasila, yaitu rumusan konsep Ir. Soekarno yang disampaikan pada pidato tanggal 1 Juni 1945 dalam sidang BPUPKI, rumusan oleh panitia sembilan dalam Piagam Jakarta tanggal 22 Juni 1945, dan rumusan pada pembukaan undang - undang dasar 1945 yang disahkan oleh PPKI tanggal 18 Agustus 1945.
Dengan demikian rangkaian dokumen sejarah yang bermula dari 1 Juni 1945, 22 Juni 1945, hingga teks final 18 Agustus 1945 itu, dapat dimaknai sebagai satu kesatuan dalam proses kelahiran falsafah negara Pancasila.
Tanggal 1 Juni 1945 untuk pertama kali Bung Karno menyampaikan pidatonya yang monumental tentang Pancasila sebagai dasar negara di depan sidang BPUPKI. Untuk diterima sebagai dasar negara, Pancasila mendapatkan persetujuan kolektif melalui perumusan Piagam Jakarta ( 22 Juni 1945 ) dan akhirnya mengalami perumusan final lewat proses pengesahan konstitusional pada tanggal 18 Agustus 1945.

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah