Tuesday, June 14, 2016

Mengapa Piri Reis Map disebut "Sidik jari Tuhan"?


Sarisejarah.com - Mengapa Piri Reis Map disebut "Sidik jari Tuhan"?
http://3.bp.blogspot.com/_Qzu5iE26p7c/TTBWTYOn6ZI/AAAAAAAAAoc/4-oMU2LTJuA/s1600/Piri_reis_world_map_01.jpg Peta Piri Reis adalah peta dunia pra-modern. Peta ini terkenal dibuat oleh laksamana Turki pada abad ke-16. Peta ini menunjukkan sebagian dari pantai barat Eropa dan Afrika Utara dengan sangat akurat. Pantai Brasil pun dengan mudah dikenali dalam peta itu. Berbagai pulau di Atlantik, termasuk Pulau Azores dan Kepulauan Canary juga terdapat di dalamnya, digambarkan seperti pulau mitos Antillia. Peta ini memang patut mendapat perhatian. Gambar daratan bagian selatan membuat beberapa orang mengklaim bahwa ini adalah bukti dari keberadaan Antartika. Beberapa ahli mengatakan bahwa peta ini, dan peta lainnya, mendukung teori eksplorasi global yang dilakukan oleh sebuah peradaban pra-klasik yang belum ditemukan.

Selain membuat kagum ka rena menggambar pantai ti mur Amerika secara detail, peta buatan Piri Reis juga mencengangkan karena meng gambar utara Antarti ka dengan presisi tinggi. Padahal , saat itu An tartika belum lagi ditemukan. An tartika ditemukan tiga abad kemudian.

Gambaran detail Antartika itu muncul di peta 1513. Konturnya di peta Piri Reis sama persis dengan kontur Antartika yang asli. Sesuatu yang menakjubkan, sehingga ada yang menduga goresan Piri Reis ini sebagai jejak peradaban besar masa lalu, seperti peradaban Atlantis; hasil survei alien; bahkan ada menyebutnya dengan istilah ‘sidik jari Tuhan’.

Keberadaan Antartika di peta itu, membuat para ahli sejarah, geografi, dan kartografi menjadi penasaran bukan ke palang. Sebab, sejarah mencatat bahwa Antartika baru ditemukan pada abad ke- 18, atau hampir tiga ratus tahun setelah digambar Piri Reis. Menurut sejarah mo dern, manusia pertama yang meng in jak kan kaki di sana adalah James Cook. Kap ten angkatan Laut Kerajaan Inggris yang juga penjelajah dan pembuat peta (kar tografer) ini tiba di Antartika pada 1773.

Charles H Hapgood, ahli sejarah dan geografi dari Universitas New Hampshire, adalah salah satu ahli yang tak habis pikir, mengapa Antartika sudah tergambar di peta Piri Reis. Apalagi, detailnya sangat persis. Sesuatu yang tidak masuk akal, jika peta itu dibuat menggunakan ilmu pengetahuan abad ke-16. Sebab, pada abad ke-16, kawasan tersebut tertutup es, tapi toh bisa digambar dengan persis, seolah tak pernah tertutupi es.

Sudah jutaan tahun kawasan tersebut ter tutup es. Karena itu, jika garis pantai Antartika tan pa es bisa digambar di peta, itu hanya mungkin dilakukan jutaan tahun sebelumnya, saat kawasan tersebut belum tertutup es. Tapi, itu tentu saja mustahil, karena saat itu manusia bahkan belum ada di bumi.

Ada memang saat-saat tertentu beberapa kawasan di Antartika bebas es, khususnya ba gian utara. Bukti-bukti geologis mengon firmasi saat terakhir kejadian itu adalah empat ribu tahun sebelum Masehi. Tapi, kalaupun demikian, lantas siapa yang mampu membuat peta Antartika enam ribu tahun lalu? Padahal, sejarah pun mencatat bahwa peradaban manusia bahkan baru dimulai di Timur Tengah pada 3000 tahun sebelum Masehi.

Dalam meneliti peta tersebut, Hapgood antara lain menyurati Letnan Kolonel Harold Z Ohlmeyer, komandan Angkatan Udara AS, untuk melakukan konfirmasi. Dan dalam surat balasan bertanggal 6 Juli 1960, Harold men jawab, "Permintaan Anda untuk meng evaluasi fitur tak biasa dalam Peta Piri Reis 1513 telah kami lakukan. Klaim bahwa bagian bawah peta Piri Reis 1513 menggambarkan Pantai Princess Martha di Queen Maud Laud, Antartika, dan Semenanjung Palmer, adalah masuk akal."

Harold melanjutkan, "Kami mendapati bah wa ini adalah interpretasi yang benar, pa ling logis, dan paling mungkin. Detail geo gra fisnya memperlihatkan bahwa bagian bawah peta itu bersesuaian dengan profil seismik di permukaan es, yang dibuat oleh Ekspedisi Antartika yang dilakukan Swedia dan Inggris pada 1949. Ini mengindikasikan bahwa garis pantai tersebut telah dipetakan sebelum ter tutup es. Tutupan salju di kawasan tersebut, saat ini adalah setebal satu mil. Kami tidak tahu bagaimana data di peta ini bisa dibuat dengan ilmu geografi tahun 1513."

Peta buatan Piri Reis tersebut merupakan peta por tolani, yang menggam barkan rute pelayaran, garis pantai, pelabuhan-pelabuh an, selat, teluk, dan lain-lain. Peta portolani yang banyak beredar di kalangan pelaut pada abad perte ngah an, umumnya fokus menggambarkan kawasan Mediterania dan Laut Ae gea, dan rute-rute lain nya yang sudah diketahui. Mes ki demikian, ada pula se jumlah peta yang meng gambarkan kawasan yang tak diketahui. Dalam menggambar pe tanya pun, Piri Reis meng gunakan sejumlah sumber, yang diperolehnya selama pelayarannya. Di petanya, Piri Reis menga takan ha nya mengom pilasi peta-peta tersebut. Selain ber sumber dari pelaut-pelaut masa itu, Hapgood me nye but Piri Reis meng gunakan peta yang dibuat di era kuno dari abad ke 4 sebelum Masehi, bah kan lebih awal.

Dalam bukunya yang berjudul Maps of the Ancient Sea Kings (1979), Hap good menyatakan bahwa informasi tentang keberadaan tempat-tempat di dunia ini diwariskan dari orang ke orang, selama seribu tahun atau lebih, dari para pelautpelaut besar dunia kuno. "Kami mendapatkan buk ti bahwa informasiinformasi ter sebut dikumpulkan dan dipela jari di perpustakaan besar di Ale xandria, dan kompilasi peta-peta tersebut dibuat oleh ahli geografi yang bekerja di sana."

Hapgood pun menduga bahwa Piri Reis juga mendapatkan peta-peta yang berasal dari perpustakaan Alexandria kuno itu, yang meru pakan perpustakaan terpenting di zaman kuno. Peta itu kemudian an tara lain dipindahkan ke Kon stan tinopel. Dan, pada 1204, ketika ter jadi Perang Salib keempat, dan orang-orang Venesia memasuki Kon stantinopel, peta-peta tersebut kemudian beredar di kalangan pelaut Eropa.

Kebanyakan peta-peta tersebut, menurut Hapgood, adalah berisi gambaran tentang Mediterania dan Laut Hitam. Meski demikian, petapeta kawasan lainnya juga tetap ber tahan, termasuk peta Amerika, Kutub Utara (Arktik), dan Kutub Selatan (Antartika). Para pelaut ku no tersebut, sebut Hapgood, telah memiliki instrument navigasi yang akurat untuk menentukan garis bujur, yang lebih maju dibanding orang-orang kuno, orang-orang di abad pertengahan, maupun era mo dern hingga paruh kedua abad ke-18.

Pada 1953, seorang perwira AL Turki mengirimkan peta Piri Reis kepada Biro Hidrografik AL AS. Untuk mengevaluasinya, Biro ter sebut meminta bantuan ahli peta kuno, H Mallery. Dan, setelah pe nelitian panjang, Mallery akhirnya menemukan metode untuk menen tukan akurat tidaknya peta Piri Reis, yaitu dengan memasang di bola dunia. Dan, hasilnya luar biasa, karena peta itu akurat sepenuhnya.

Hal itu antara lain telah di buktikan dengan proyeksi azimuthal (melihat globe dari sebuah titik, dalam hal ini Kairo di Mesir), mem perlihatkan bahwa garis di peta Piri Reis mirip dengan yang ada di globe.

Tapi, Mallery kemudian berko mentar, "Satu-satunya cara mem buat peta dengan akurasi seperti itu adalah dengan survey udara." Tapi, 6000 tahun lalu tentu saja belum ada pesawat udara.

Pejabat di Biro Hidrografik mengaku tidak memercayai apa yang dilihatnya. Betapa tidak, peta Piri Reis itu bahkan mampu mengo reksi sejumlah kesalahan yang ada di peta modern.

Hapgood pun telah mengirimkan peta tersebut kepada Richard Strac han di Institut Teknologi Mas sac husets. Dia ingin mengetahui hi tung an matematis peta tersebut. Dan Strachan menjawabnya pada 1965 lalu bahwa level akurasinya sangat tinggi. Orang yang meng gambar peta tersebut harus paham ilmu trigonometri, lengkung bumi, dan metode proyeksi.

Sampai saat ini, soal ini memang masih menjadi silang pendapat para ahli. Diego Cuoghi, sejarawan Italia, dalam tulisanya yang berjudul The Mysteries of the Piri Reis Map, me nyatakan apa yang disebut-sebut se bagai Antartika dalam peta Piri Reis itu tak lain adalah ujung selatan be nua Amerika, yang kini adalah Ar gentina dan Chile. Antara lain ka rena daratan itu bersambung, se men tara ujung selatan benua Ame rika terpisah dengan ujung baratlaut Antartika.

Tapi, soal mengapa daratan Ame rika itu bersambung Antartika, dipaparkan dalam salah satu acara diskusi untuk memperingati 500 tahun peta Piri Reis pada Juni 2013 lalu —sebuah momen yang di no batkan Unesco sebagai Tahun Piri Reis. Pada diskusi yang vi deonya masih bisa diakses di You tube, pe nulis buku The Piri Reis Map of 1513, Gregory McIntosh, mem per lihatkan peta-peta masa lalu yang telah memuat Antartika. Baik petapeta kuno dari era se belum Masehi yang sudah mem percayai adanya kontinen di selatan, maupun petapeta yang dibuat setelah 1513.

Namun, peta-peta itu mem per la kukan Antartika secara ber be da-be da. Ada peta yang mem per li hat kan bah wa Antartika kelilingi laut an be bas dan benar-benar jauh dari be nua ma napun. Ada yang me nyam bung kan Antar tika dengan se latan benua Amerika. Ada yang me nyam bung kan Antar tika dengan Af rika. Ada yang me nyambung kannya de ngan kawas an Asia Tenggara. Bah kan, ada yang menyambungkan An tar tika dengan Pulau Jawa di Indonesia.

"Piri Reis termasuk yang me nyambungkan Amerika selatan de ngan benua selatan (Antartika). Ini tipikal peta dunia abad ke-16. Masih ada 16 peta dunia lainnya yang me nyambungkan Amerika selatan de ngan benua selatan. Peta-peta lain yang menyambungkan Amerika se latan dengan benua selatan antara lain dibuat Diogo Homem (1519) dan Juan Vespucci (1523)," kata McIntosh.
Peta Piri Reis adalah peta dunia pra-modern. Peta ini terkenal dibuat oleh laksamana Turki pada abad ke-16. Peta ini menunjukkan sebagian dari pantai barat Eropa dan Afrika Utara dengan sangat akurat. Pantai Brasil pun dengan mudah dikenali dalam peta itu. Berbagai pulau di Atlantik, termasuk Pulau Azores dan Kepulauan Canary juga terdapat di dalamnya, digambarkan seperti pulau mitos Antillia. Peta ini memang patut mendapat perhatian. Gambar daratan bagian selatan membuat beberapa orang mengklaim bahwa ini adalah bukti dari keberadaan Antartika. Beberapa ahli mengatakan bahwa peta ini, dan peta lainnya, mendukung teori eksplorasi global yang dilakukan oleh sebuah peradaban pra-klasik yang belum ditemukan. Read more: http://unik-posts.blogspot.co.id/2013/11/10-benda-purbakala-paling-misterius-di.html#ixzz4BcU9HzJR Under Creative Commons License: Attribution Follow us: @ayutingtingid on Twitter

http://unik-posts.blogspot.co.id/2013/11/10-benda-purbakala-paling-misterius-di.html#.V2DVWRI3HMw

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah