Friday, May 20, 2016

Proklamasi kemeridekaan Indonesia, siapa yang berjasa? 10 Tokoh ini wajib kamu ketahui!


Sarisejarah.com - Proklamasi kemeridekaan Indonesia, siapa yang berjasa? 10 Tokoh ini wajib kamu ketahui!
Proklamasi adalah momen terpenting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Konon bangsa Indonesia dijajah oleh kolonial Belanda selama lebih dari 300 tahun, tentu bukan waktu yang singkat. Oleh sebab itu bangsa kita sangat merindukan kemerdekaan yang diidam-idamkan.
Sarisejarah.com merangkum 10 tokoh penting dalam peristiwa bersejarah tersebut:

Hasil gambar untuk proklamasi


Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.
5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara (Loundspeaker).
- See more at: http://edukasiloversindonesia.blogspot.co.id/2016/04/10-tokoh-penting-yang-berperan-dibalik-berbagai-peristiwa-di-sekitar-proklamasi.html#sthash.iddz1YuQ.dpuf
Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.
5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara (Loundspeaker).
- See more at: http://edukasiloversindonesia.blogspot.co.id/2016/04/10-tokoh-penting-yang-berperan-dibalik-berbagai-peristiwa-di-sekitar-proklamasi.html#sthash.iddz1YuQ.dpuf

Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.
5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara (Loundspeaker).
- See more at: http://edukasiloversindonesia.blogspot.co.id/2016/04/10-tokoh-penting-yang-berperan-dibalik-berbagai-peristiwa-di-sekitar-proklamasi.html#sthash.iddz1YuQ.dpuf
 1. Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.

5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara.

Demikianlah kesepuluh tokoh penting dalam peristiwa proklamasi kemerdekaan. semoga bermanfaat!
Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.
5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara
- See more at: http://edukasiloversindonesia.blogspot.co.id/2016/04/10-tokoh-penting-yang-berperan-dibalik-berbagai-peristiwa-di-sekitar-proklamasi.html#sthash.iddz1YuQ.dpuf
Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.
5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara (Loundspeaker).
- See more at: http://edukasiloversindonesia.blogspot.co.id/2016/04/10-tokoh-penting-yang-berperan-dibalik-berbagai-peristiwa-di-sekitar-proklamasi.html#sthash.iddz1YuQ.dpuf
Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.
5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara (Loundspeaker).
- See more at: http://edukasiloversindonesia.blogspot.co.id/2016/04/10-tokoh-penting-yang-berperan-dibalik-berbagai-peristiwa-di-sekitar-proklamasi.html#sthash.iddz1YuQ.dpuf
Ir.Soekarno.
Ir.Soekarno atau akrab disapa Bung Karno,lahir di Surabaya pada tanggal 6 Juni tahun 1901.Bung Karno sudah aktif dalam berbagai pergerakan sejak menjadi mahasiswa di Bandung.Pada tahun 1927,bersama kawan-kawannya,ia mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI).Oleh karena perjuangannya dalam memperebutkan kemerdekaan,ia seringkali keluar-masuk penjara.Kemudian pada zaman Jepang,ia pernah menjadi ketua PUTERA,Chuo Sangi In,dan ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Begitu tiba di Tanah Air dari perjalanannya ke Saigon,Soekarno menyampaikan pidato singkat.Isi pidato itu antara lain,pernyataan bahwa Indonesia sudah merdeka sebelum jagung berbunga.Hal ini semakin membakar semangat rakyat Indonesia.Bersama dengan Drs.Moh Hatta,Soekarno menjadi tokoh sentral yang terus di desak oleh para pemuda agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia,sampai akhirnya ia harus diungsikan ke Rengasdengklok  agar tidak terpengaruh oleh janji-janji Jepang.Sepulangnya dari Rengasdengklok setelah golongan tua berhasil meyakinkan golongan muda untuk segera memproklamasikan kemerdekaan,ia bersama dengan Moh.Hatta dan Ahmad Subarjo merumuskan teks proklamasi dan menuliskannya pada secarik kertas.Soekarno dan Moh.Hatta pun diberi kepercayaan untuk menandatangani teks proklamasi tersebut .
Pada tanggal 17 Agustus tahun 1945,peranan Soekarno pun semakin penting.Secara tidak langsung ia terpilih menjadi tokoh penting dan tokoh nomor satu di Indonesia.Ir.Soekarno dengan di dampingi oleh Drs.Moh Hatta,diberi kepercayan oleh rakyat Indonesia untuk membacakan teks proklamasi sebagai pernyataan bahwa Kemerdekaan Indonesia telah tiba.
Oleh karena itu,Ir.Soekarno pun dikenal sebagai pahlawan Proklamator Indonesia.Ir.Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni tahun 1970 dan dimakamkan di Blitar.
2.Drs.Moh Hatta
Tokoh yang lain yang sangat penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi adalah Drs.Moh Hatta.Drs.Moh Hatta dilahirkan di Bukittinggi pada tanggal 12 Agustus tahun 1902.Sejak menjadi mahasiswa di luar negeri,ia sudah aktif dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.Ia menjadi salah seorang pemimpin dan ketua Perhimpunan Indonesia di negeri Belanda.Setelah di Tanah Air,Drs.Moh Hatta juga aktif di Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama dengan Bung Karno.Setelah PNI dibubarkan,Moh Hatta pun tetap aktif di PNI yang baru.
Pada masa pendudukan Jepang,Drs.Moh Hatta menjadi salah seorang pemimpin PUTERA,menjadi anggota BPUPKI,dan menjadi wakil ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) mendampingi Ir.Soekarno sebagi ketua.Saat menjabat sebagai wakil PPKI,Drs.Moh Hatta dan Ir.Soekarno menjadi dwitunggal yang sulit dipisahkan.Bersama dengan Bung Karno,ia juga pergi menghadap Jenderal Terauchi di Saigon.Setelah pulang dari Saigon,Drs Moh Hatta pun menjadi salah satu tokoh sentral yang terus di desak para pemuda agar bersama Ir.Soekarno bersedia menyatakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia secepatnya.Drs.Moh Hatta melibatkan diri secara langsung dan ikut andil dalam kegiatan perumusan teks proklamasi.Ia juga ikut menandatangani teks proklamasi tersebut.Pada peristiwa detik-detik Proklamasi,Drs.Moh Hatta tampil sebagai tokoh nomor dua dan mendampingi Ir.Soekarno dalam pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itu,ia juga dikenal sebagai Pahlawan Proklamator Indonesia.Drs.Moh Hatta wafat pada tanggal 14 Maret tahun 1980,dan ia dimakamkan di pemakaman umum Tanah Kusir Jakarta.
3.Ahmad Subarjo.
Tokoh lain yang berperan penting dalam berbagai peristiwa di sekitar proklamasi ialah Ahmad Subarjo.Ahmad Subarjo lahir di Karawang,Jawa Barat pada tanggal 23 Maret tahun 1896.Salah satu statement Ahmad Subarjo yang terkenal ialah bahwa ia bersedia menjamin nyawanya apabila pada tanggal 17 Agustus tidak dilaksanakan proklamasi.”Saya menjamin bahwa pada tanggal 17 Agustus 1945 akan terjadi Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.Kalau saudara-saudara ragu,nyawa sayalah yang menjadi taruhannya” kata Ahmad Subarjo.Ucapan itu bukan main-main bagi Ahmad Subarjo sendiri.Berkat ucapan tersebut Ahmad Subarjo berhasil meyakinkan Golongan Muda,bahwa para senior akan melaksanakan proklamasi sesuai dengan desakan para pemuda.Menjadi taruhan untuk peristiwa yang sangat penting menunjukkan bahwa Ahmad Subarjo tidak menghitung jiwa dan raganya demi Kemerdekaan Indonesia.Kerelaan tokoh untu mengorbankan diri demi bangsa dan negaranya adalah salah satu teladan yang perlu selalu kita lakukan dan teladani.
Pada masa pergerakan nasional ia aktif di PI dan Partai Nasional Indonesia (PNI).Kemudian pada masa pendudukan Jepang sebagi Kaigun,bekerja pada Kantor Kepala Biro Riset Angkatan Laut Jepang pimpinan Laksaman Maeda.Ahmad Subarjo juga merupakan salah seorang anggota dalam Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan juga merupakan anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).Namun Ahmad Subarjo tidak bisa hadir pada saat Bung Karno membacakan teks Proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.Tokoh Ahmad Subarjo boleh dikatakan sebagai tokoh yang mengakhiri peristiwa Rengasdengklok.Sebab dengan jaminan nyawa Ahmad Subarjo,maka akhirnya Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta dan para rombongan diperbolehkan untuk kembali  ke Jakarta.Sesampainya di Jakarta dini,di rumah Laksamana Maeda dilaksakanlah perumusan teks proklamasi,Ahmad Subarjo secara langsung berperan aktif dan memberikan andil  pemikiran tentang rumusan teks proklamasi.Ahmad Subarjo bersama dengan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta,memiliki andil yang cukup besar dalam terlaksanya proklamasi kemerdekaan Indonesia.Ahmad Subarjo wafat pada bulan Desember tahun 1978.
4.Sayuti Melik.
Tokoh lain yang berperan penting dibalik berbagai peristiwa sekitar proklamasi selanjutnya ialah Sayuti Melik.Sayuti Melik lahir pada tanggal 25 Nopember tahun 1908 di Yogyakarta.Sayuti Melik adalah seorang laki-laki.Sayuti Melik berperan dalam pencatatan hasil diskusi susunan teks proklamasi.Ia yang mengetik teks proklamasi yang dibacakan oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.Sejak muda,Sayuti Melik sudah berperan aktif dalam gerakan politik dan jurnalistik.Pada tahun 1942 ia menjadi pemimpin redaksi surat kabar Sinar Baru Semarang.Nama tokoh Sayuti Melik semakin mencuat pada sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia telah menyaksikan penyusunan teks proklamasi di ruang makan rumah Laksamana Maeda.Bahkan akhirnya ia pun diperacaya untuk mengetik teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir.Soekarno.
5.Latif Hendraningrat
Latif Hendraningrat adalah salah seorang Komandan PETA yang terkenal.Pada saat peristiwa pelaksanaan proklamasi,ia merupakan salah satu tokoh yang cukup sibuk dan berperan penting.Ia menjemput beberapa tokoh penting untuk hadir di jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta,yaitu di halaman rumah Ir.Soekarno.Misalnya ia harus mencari dan menjemput Drs.Moh Hatta,pada saat itu.
Pada saat pelaksanaan proklamasi,setelah menyiapkan barisan,ia pun mempersilakan Ir.Soekarno untuk membacakan teks proklamasi.Kemudian,Latif Hendraningrat dengan dibantu oleh S.Suhud mengibarkan Sang Saka Merah Putih,sebagai tanda bahwa itulah Bendera Bangsa Indonesia,dan yang membantu membawakan bendera merah putih itu adalah SK.Trimurti.
6.Sukarni Kartodiwiryo.
Sukarni Kartodiwiryo lahir di Blitar pada tanggal 14 Juli tahun 1916.Sukarni adalah salah seorang pemimpin gerakan pemuda di masa proklamasi.Sejak muda,ia sudah aktif dalam berbagai pergerakan politik.Semasa pendudukan Jepang,ia bekerja pada Kantor berita Domei.Kemudian aktif di dalam gerakan pemuda.Bahkan ia menjadi pemimpin gerakan pemuda yang berpusat di Asrama Pemuda Angkatan Baru di Menteng Raya 31 Jakarta.Sukarni merupakan pelopor di balik penculikan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta ke Rengasdengklok,dengan tujuan agar Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta tidak terpengaruhi dan terbuai oleh janji Jepang dalam janji mereka untuk memerdekakan Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang mengusulkan agar  teks proklamasi ditandatangani oleh Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta atas nama Bangsa Indonesia.Ia juga merupakan tokoh yang memimpin pertemuan untuk membahas strategi penyebarluasan teks proklamasi dan berita tentang proklamasi dan kemerdekaan Indonesia.Sukarni wafat pada tanggal 4 Mei tahun 1971.
7.S.Suhud
S.Suhud adalah pemuda yang ditugasi untuk mencari tiang bendera pada saat itu,dan mengusahakan Bendera Merah Putih yang akan dikibarkan.Oleh karena keadaan yang gugup dan tegang,tiang yang digunakan pun adalah sebatang bambu,padahal dengan jarak tidak terlalu jauh dari rumah Ir.Soekarno ada tiang bendera yang terbuat dari besi.S.Suhud bersama dengan Latif Hendraningrat merupakan adalah sang pengibar Bendera Sang Saka Merah Putih di halaman rumah Ir.Soekarno pada saat pelaksanaan proklamasi pada tanggal 17 Agustus tahun 1945.
8.Burhanuddin Mohammad Diah (BM.Diah).
Burhanuddin Diah lahir di Kotaraja pada tanggal 7 April tahun 1917.Ia merupakan tokoh yang berbakat di bidang Jurnalistik.Sejak tahun 1973 ia sudah menjadi Redaktur di berbagai surat kabar.Pada awal pendudukan Jepang,Ia bekerja pada radio militer.Pada tahun  1942 sampai 1945,ia bekerja sebagai wartawan pada harian Asia Raya.Pada sekitar peristiwa proklamasi,Burhanuddin Diah sudah menjadi wartawan yang terkenal.Pada malam hari sewaktu akan diadakannya perumusan teks proklamasi,BM Diah banyak melakukan kontak (komunikasi) dengan para pemuda,yaitu untuk datang ke rumahnya Laksamana Maeda.Burhanuddin Diah merupakan salah satu tokoh pemuda yang turut menyaksikan perumusan teks proklamasi.Ia juga sangat berperan penting dalam upaya penyebarluasan berita tentang Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia.
9.Muwardi
Muwardi adalah salah satu tokoh pemuda yang berperan dalam kelancaran pelaksanaan jalannya upacara proklamasi.Ia bertugas dalam bidang pengamanan jalannya upacara proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Ia juga telah menugaskan anggota Barisan Pelopor dan juga PETA untuk menjaga keamanan di sekitar kediaman Bung Karno.Setelah upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia,ia juga membagi tugas kepada para anggota Barisan Pelopor dan PETA untuk selalu menjaga kamanan Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta.
10.Suwiryo.
Suwiryo adalah salah seorang Walikota Jakarta Raya pada waktu itu,dan secara tidak langsung ia juga menjadi Ketua dalam penyelenggara Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.Oleh karena itulah,ia sangat sibuk dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam upacara tersebut,termasuk juga pengadaan mikorofon dan pengeras suara (Loundspeaker).
- See more at: http://edukasiloversindonesia.blogspot.co.id/2016/04/10-tokoh-penting-yang-berperan-dibalik-berbagai-peristiwa-di-sekitar-proklamasi.html#sthash.iddz1YuQ.dpuf

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah