Tuesday, April 26, 2016

Sejarah Hotel Pelangi (Hotel Palace) Malang


Sarisejarah.com - Sejarah Hotel Pelangi (Hotel Palace) Malang
Hotel Palace 1930
Hotel Pelangi merupakan salah satu hotel tertua yang masih berdiri di Kota Malang dan sampai sekarang tetap beroperasi dengan baik. Hotel Pelangi yang beralamat di Jalan Merdeka Selatan 3, tepatnya di Alun-alun pusat Kota Malang. Letaknya sangat strategis, tepat berada di depan alun-alun Kota Malang membuat hotel ini sangat mudah diakses dari seluruh penjuru Kota Malang. Hanya dengan berjalan kaki dari hotel, Anda dapat menuju ke pusat perbelanjaan, perkantoran, universitas, stadion olahraga, masjid, gereja, toko cinderamata dan pusat oleh-oleh khas Kota Malang.
Hotel Pelangi (dulu Palace Hotel) didirikan pada tahun 1915 di Aloon-aloon Kidoel No.3 (kini Jl. Merdeka Selatan) Malang. Hotel Pelangi sangat kental dengan nilai budaya dan sejarah bagi Kota Malang. Hotel berdesain kombinasi antara budaya Jawa dan kolonial Belanda. Sampai saat ini di dalamnya masih terjaga keasliannya. Bentuk lantai, plafon, dan tegel-tegel dinding melukiskan pemandangan di Belanda yang dibuat pada masa pemerintahan Belanda masih terlihat mengkilap. Begitu juga foto-foto serta barang-barang peninggalan sejarah tertata rapi di beberapa sudut ruangan hotel. Karena itu pemerintah Kota Malang menjadikannya sebagai salah satu ikon bagi Kota Malang bersama dengan bangunan-bangunan tua lainnya.
Pada awalnya gedung Hotel Pelangi ini bernama Hotel Lapidoth yang didirikan sekitar tahun 1860 oleh orang Belanda bernama Abraham Lapidoth (1836-1908). Kemudian pada tahun 1870 namanya diganti menjadi Hotel Malang. Hotel ini masih berarsitektur rumah joglo dengan tradisi Jawa yang sangat tradisional bahkan cenderung layaknya rumah tinggal besar (pendopo). Kamar mandi serta fasilitas lainnya masih sangat sederhana. Jalan di depannya pun masih berupa jalan tanah belum diaspal.
Tetapi nama Hotel Malang juga tak bertahan lama, pada sekitar tahun 1900 namanya menjadi Hotel Jensen. Saat itu di Kota Malang hanya terdapat dua hotel, selain Hotel Jensen juga terdapat Hotel Jansen yang terletak di Regentstraat (sekarang Jl. H Agus Salim). Keduanya berkapasitas 50 kamar. Sekitar tahun 1920 Hotel Jansen dihancurkan dan dibangun menjadi gedung pertokoan. Pada saat ini berubah menjadi pertokoan Mitra dan Gajah Mada Plaza.
Setelah pemilik Hotel Jensen meninggal, hotel dijual lalu dihancurkan. Kemudian Pemerintah Belanda bekerjasama dengan biro arsitek AIA Belanda, membangunnya kembali dan pada tahun 1915 diresmikan menjadi Palace Hotel. Palace Hotel mempunyai ciri-ciri khas bangunan kolonial tahun 1900-1915 yaitu di tengah-tengah bangunan terdapat menara kembar yang menjulang tinggi untuk pengawasan dan mempunyai dua blok di sisi kanan dan kiri yang menjorok ke depan. Selanjutnya Palace Hotel menjadi hotel terbesar di Malang dengan 126 kamar.
Pada jaman pendudukan Jepang (1942-1945), Palace Hotel namanya diganti menjadi Asoma Hotel. Tetapi nama ini hanya bertahan selama tiga tahun, pada 1945 namanya kembali menjadi Palace Hotel. Saat terjadi Agresi Militer Belanda I tahun 1947, hampir 1.000 bangunan dibumihanguskan termasuk Balaikota Malang dan pemerintahan kota sementara dipindah ke Palace Hotel. Bersamaan dengan dibakarnya gedung balaikota Malang, pegawai beserta sebagian penduduk mengungsi ke daerah Malang Selatan. Akhirnya Palace Hotel pun tak luput juga dengan aksi pembumihangusan oleh para pejuang. Kondisi bangunan rusak berat dan sempat tidak berfungsi.
Kemudian pada tahun 1953 Palace Hotel dibeli oleh seorang pengusaha dan kontraktor dari Banjarmasin bernama Sjachran Hoesin (1920-1999). Bangunan yang baru menghilangkan kedua menara kembar. Oleh Sjachran Hoesin, Palace Hotel namanya diganti menjadi Hotel Pelangi pada tahun 1964. Setelah menjadi pemilik swasta, Hotel Pelangi ini berbentuk perseroan terbatas dengan nama NV. Sjacran Hoesin yang berkedudukan di Banjarmasin dengan tempat usaha di Malang. Saat ini, Hotel Pelangi dikelola oleh generasi kedua keluarga Sjachran.
Sekarang Hotel Pelangi memiliki 75 kamar terdiri dari 4 tipe kamar yaitu standart room, superior room, executive deluxe room dan suite room. Semua ruangan bernuansa modern aristokrat. Kamar sangat luas serta akses mobil langsung di depan kamar. Suite room ini sangat cocok untuk kalangan keluarga. Sedangkan executive deluxe room dengan desain minimalis, nyaman dan bersih. Superior room dengan suasana seperi tinggal di kamar pribadi dan standard room yang didesain cocok untuk keperluan bisnis maupun liburan Anda di Malang.
Fasilitas lain yang ada di hotel, di antaranya ballroom, ruang meeting, coffee shop, tempat penitipan bayi, dan money changer. Ballroom dan ruang meeting yang dapat menampung sampai dengan 250 orang untuk berbagai macam acara seperti pesta pernikahan, meeting, dan pertemuan. Hall dengan 4 macam tipe ruangan dan style yang bisa dipilih yaitu Concordia Hall (30-250 orang), Palace Meeting Room (25-40 orang), Sjachran Hoesin Ballroom (50-100 orang) dan VIP Meeting Room (5-10 orang).
Lodji Coffee Shop buka 24 jam yang menyajikan menu masakan khas Indonesia, Chinese dan Eropa. Di sini bernuansa kolonial Belanda dengan lukisan dan keramik peninggalan lama. Selain itu juga terdapat fasilitas free hot spot.
Alamat Hotel Pelangi:
Jl. Merdeka Selatan No. 3 Malang 65119
Telp. 0341-365156
Fax. 0341-365466

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah