Monday, April 11, 2016

Biografi Singkat R.A. Kartini


Sarisejarah.com - Biografi Singkat R.A. Kartini
R.A.Kartini lahir di Jepara pada tanggal 21 April 1879 , R.A.Kartini adalah anak ke lima dari 11 bersaudara nama ayah Kartini adalah R.M.Ariososrodiningrat. Ia dipanggil dengan nama Raden Ayu Kartini, karena pada dasarnyagelar Raden Adjeng hanya berlaku ketika belum menikah, sedangkan Raden Ayu adalah gelar untuk wanita bangsawan yang menikah dengan pria bangsawan dari keturunan generasi kedua hingga ke delapan dari seorang raja Jawa yang pernah memerintah. Kartini sendiri menikah dengan bupati Rembang, K.R.M. Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat pada tanggal 12 November 1903 yang telah mempunyai tiga istri. Dari pernikahannya tersebut ia dikaruniahi seorang anak perempuan bernama Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada tanggal 13 September 1904.

Masa kecilnya, dikarenakan orang tuanya termasuk orang penting dalam pemerintahan, Kartini sempat diberikan kebebasan untuk mengenyam pendidikan yang lebih dibandingkan perempuan lainnya. Ia bersekolah di ELS (Europese Lagere School) walaupun hanya sampai berumur 12 tahun. Disanalah antara lain Kartini belajar bahasa Belanda.Ssatelah Kartini lulus SD orang tua nya tidak mengizinkan di untuk melanjutkan sekolah karena jaman dulu anak perempuan hanya bisa bersekolah sampai SD. Dengan keterampilannya berbahasa Belanda, Kartini mulai belajar sendiri dan menulis surat kepada teman-temannya yang berasal dari Belanda. Disitulah ia mencurahkan segala unek-uneknya tentang ketidakadilan yang dirasakannya akan beberapa hal yang ia anggap memojokkan wanita pada waktu itu untuk menghapus kesedihan Kartini dia mengumpulkan semua buku ilmu pengetahuan dan dia membaca buku ini dengan pembantu nya , Kartini juga sering mengirim surat untuk sahabatnya di negeri Belanda , dia mengirim surat kepada sahabtnya J.H.Abedon untuk mendapatkan beasiswa ke Belanda namun impian Kartini tidak terwujudkan karena orangtua nya menjodohkan Kartini bersama Adipati Joyodiningrat ,
17 September 1904, Kartini menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 25 tahun setelah melahirkan anak pertamanya dan dimakamkan di Desa Bulu, Kecamatan Bulu, Rembang.106 surat Kartini yang diterbitkan menjadi buku berjudul "Habis Gelap Terbitlah Terang" .

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah