Wednesday, April 27, 2016

Biografi Alm. Prof. Dr. Ali Mustafa Ya'kub, Imam Besar Masjid Istiqlal


Sarisejarah.com - Biografi Alm. Prof. Dr. Ali Mustafa Ya'kub, Imam Besar Masjid Istiqlal
Hari ini, 28 April 2016 dikabarkan bahwa Imam Besar masjid Istiqlal Prof. Dr. Ali Mustafa Ya'kub meninggal dunia. Semoga Beliau tenang di sisi NYA. Amin.
Untuk mengenang jasa-jasa beliau semasa masih hidup, akan diulas tentang riwayat hidup beliau sebagai berikut.
Informasi pribadi
Lahir 2 Maret 1952
Bendera Indonesia Batang, Jawa Tengah, Indonesia
Meninggal 28 April 2016 (umur 64)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Kebangsaan Indonesia
Alma mater Universitas Hasyim Asy'ari
Universitas Imam Muhammad bin Saud
Universitas Nizamia Hyderabad
Profesi Guru
Agama Islam



Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA (lahir di Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952 – meninggal di Jakarta, 28 April 2016 pada umur 64 tahun)[1] adalah seorang Imam Besar Masjid Istiqlal. Cita-citanya untuk belajar di sekolah umum tidak terlaksana, karena setelah tamat SMP ia harus mengikuti arahan orangtuanya, belajar di Pesantren. Maka dengan diantar ayahnya, pada tahun 1966 ia mulai nyantri di Pondok Seblak Jombang sampai tingkat Tsanawiyah 1969. Kemudia ia nyantri lagi di Pesantren Tebuireng Jombang yang lokasinya hanya beberapa ratus meter saja dari Pondok Seblak. Di samping belajar formal sampai Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, di Pesantren ini ia menekuni kitab-kitab kuning di bawah asuhan para kiai sepuh, antara lain al-Marhum KH. Idris Kamali, al-Marhum KH. Adlan Ali, al-Marhum KH. Shobari dan al-Musnid KH. Syansuri Badawi. Di Pesantren ini ia mengajar Bahasa Arab, sampai awal 1976.

Tahun 1976 ia menuntut ilmu lagi di Fakultas Syariah Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Riyadh, Saudi Arabia, sampai tamat dengan mendapatkan ijazah license, 1980. Kemudian masih di kota yang sama ia melanjutkan lagi di Universitas King Saud, Jurusan Tafsir dan Hadis, sampai tamat dengan memperoleh ijazah Master, 1985. Tahun itu juga ia pulang ke tanah air dan kini mengajar di Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ/PTIQ), Pengajian Tinggi Islam Masjid Istiqlal, Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah, dan IAIN Syarif Hidayatullah, Tahun 1989, bersama keluarganya ia mendirikan Pesantren “Darus-Salam” di desa kelahirannya.

Mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Riyadh yang aktif menulis ini, kini juga menjadi Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muaballighin, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ketua STIDA al-Hamidiyah Jakarta, dan sejak Ramadhan 1415 H/Februari 1995 ia diamanati untuk menjadi Pengasuh/Pelaksana Harian Pesantren al-Hamidiyah Depok, setelah pendirinya KH. Achmad Sjaichu wafat 4 Januari 1995. Terakhir ia didaulat oleh kawan-kawannya untuk menjadi Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi).

[]

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah