Tuesday, March 22, 2016

Penyebab keruntuhan Kerajaan Demak


Kerajaan Demak adalah kerajaan Islam pertama di Jawa. Lokasi keraton Demak, yang pada masa itu berada di tepi laut, berada di kampung Bintara (dibaca "Bintoro" dalam bahasa Jawa), saat ini telah menjadi kota Demak di Jawa Tengah. Sebutan kerajaan pada periode ketika beribukota di sana dikenal sebagai Demak Bintara. Pada masa raja ke-4 ibukota dipindahkan ke Prawata (dibaca "Prawoto") dan untuk periode ini kerajaan disebut Demak Prawata.
Adapun penyebab keruntuhan kerajaan Demak adalah adanya perebutan kekuasaan sepeninggal Sultan Trenggana. Suksesi Raja Demak yang tidak berlangsung mulus tersebut bermula ketika masing-masing keluarga kerajaan merasa berhak untuk melanjutkan tampuk kepemimpinan. Akibatnya terjadi Persaingan panas antara Pangeran Surowiyoto (Pangeran Sekar) dan Putra sultan Trenggana yang berlanjut dengan di bunuhnya Pangeran Surowiyoto oleh Sunan Prawoto (anak Trenggono). Peristiwa ini terjadi di tepi sungai saat Surowiyoto pulang dari Masjid sehabis sholat Jum'at. Sejak Pristiwa itu Surowiyoto (Sekar) dikenal dengan sebutan Sekar Sedo Lepen yang Artinya Sekar gugur di Sungai. Pada tahun 1546 Trenggono Wafat dan tampuk kekuasaan dipegang oleh Sunan Prawoto, anak Trenggono, sebagai Raja Demak ke 4, akan tetapi pada tahun 1549 Sunan Prawoto dan Isteri nya dibunuh oleh pengikut Pangeran Arya Penangsang, putera Pangeran Surowiyoto (Sekar). Pangeran  Arya Penangsang kemudian menjadi penguasa tahta Demak sebagai Raja Demak ke 5. Pengikut Arya Penangsang juga membunuh Pangeran Hadiri, adipati [Jepara], hal ini menyebabkan adipati-adipati di bawah Demak memusuhi P. Arya Penangsang, salah satunya adalah Adipati Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo).
Jaka Tingkir

Pada tahun 1554 terjadilan Pemberontakan dilakukan oleh adipati Pajang Joko Tingkir (Hadiwijoyo) untuk merebut kekuasaan dari Arya Penangsang. Dalam Peristiwa ini Arya Penangsangsang dibunuh oleh Sutawijaya, anak angkat Joko Tingkir. Dengan terbunuhnya Arya Penangsang sebagai Raja Demak ke 5, maka berakhirlah era Kerajaan Demak. Joko Tingkir (Hadiwijoyo) memindahkan Pusat Pemerintahan ke Pajang dan mendirikan Kerajaan Pajang. Jaka Tingkir kemudian bergelar Sultan Hadiwijaya. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah