Tuesday, March 22, 2016

Masa Keemasan Kerajaan Demak


Kerajaan Demak didirikan oleh Raden Patah yang dilanjutkan dengan beberapa pemimpin yang cakap, diantaranya adalah adipati Unus dan Sultan Trenggana. Adipati Unus dikenal sebagai pangeran Sabrang Lor dimana ia pernah mencoba menyerang Malaka yang saat itu dikuasai oleh Portugis. Demak di bawah Pati Unus adalah Demak yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar. Oleh sebab itu pada masa kepemimpinannya, Demak yang merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka beberapa kali ia mengirimkan armada lautnya untuk menyerang Portugis di MalakaAlasan beliau menyerang Malaka adalah dikarenakan keberadaan Portugis telah mengancam eksistensi perdagangan Demak di nusantara. 
Pati Unus

Adapun di bawah pemerintahan Sultan Trenggana, Kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan. Trenggana berjasa atas penyebaran Islam di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawahnya, Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti merebut Sunda Kelapa dari Pajajaran serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana (1527), Tuban (1527), Madiun (1529), Surabaya dan Pasuruan (1527), Malang (1545), dan Blambangan, kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa (1527, 1546). 
ilustrasi serangan ke Malaka
Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Salah seorang panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, pemuda asal Pasai (Sumatera), yang juga menjadi menantu raja Trenggana. Sementara Maulana Hasanuddin putera Sunan Gunung Jati[4] diperintah oleh Trenggana untuk menundukkan Banten Girang. Kemudian hari keturunan Maulana Hasanudin menjadikan Banten sebagai kerajaan mandiri. Sedangkan Sunan Kudus merupakan imam di Masjid Demak juga pemimpin utama dalam penaklukan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah