Bagaimana Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi?

shares |

Bagaimana Prosedur Pengajuan Klaim Asuransi? Dalam asuransi jiwa, klaim atau penggantian risiko mencakup beberapa hal utama, yakni kondisi Anda. Apakah cacat tetap, sakit kritis, kecelakaan, ataupun meninggal dunia? Kondisi inilah yang nantinya menentukan bagaimana prosedur klaim asuransi harus dilakukan. Agar lebih jelas, perhatikan perbedaan berikut ini.
pengajuan klaim asuransi

#1. Rawat inap di rumah sakit
Ketika pasien dalam kondisi serius karena kecelakaan, setelah ditangani di UGD, pihak rumah sakit umumnya akan meminta pasien mereka untuk melakukan rawat inap agar perawatan lebih mudah dan optimal. Ketika Anda diharuskan untuk rawat inap, berikut ini merupakan dokumen yang Anda perlukan untuk mengajukan klaim asuransi:
1. Formulir Klaim karena kecelakaan yang ditandatangani oleh Pemegang Polis atau Penerima Manfaat sesuai Tanda Tangan pada Surat Perjanjian Asuransi Jiwa (SPAJ).
2. Surat keterangan dokter yang menerangkan kondisi pasien
3. Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi (jika ada).
4. Kwitansi asli beserta rinciannya (PHS) atau kwitansi yang telah dilegalisir (PRU Med) dari Rumah Sakit.
5. Fotokopi Kartu Identitas Pemegang Polis, bisa berupa KTP atau SIM.
6. Dokumen lain yang dianggap perlu oleh perusahaan asuransi.
#2. Cacat total dan tetap
Beberapa kondisi medis, baik kecelakaan atau penyakit kritis, dapat mengakibatkan cacat total dan tetap pada pasien. Ketika menghadapi kondisi ini, Anda juga bisa mengajukan klaim asuransi, dengan dokumen sebagai berikut:
1. Formulir Klaim Cacat Total dan tetap yang ditandatangai Pemegang Polis atau Penerima Manfaat sesuai dengan tanda tangan pada Surat Perjanjian Asuransi Jiwa (SPAJ).
2. Surat keterangan dokter Klaim Cacat Total dan Tetap (TPD).
3. Fotokopi seluruh hasil pemeriksaan Laboratorium dan Radiologi (jika ada).
4. Surat Berita Acara Kepolisian Asli untuk cacat yang disebabkan oleh kecelakaan dan melibatkan pihak kepolisian.
5. Fotokopi Kartu Identitas Pemegang Polis, bisa berupa KTP atau SIM.
6. Dokumen lain yang dianggap perlu oleh perusahaan asuransi.
#3. Penyakit Kritis
Kondisi medis berupa penyakit kritis juga bisa tiba-tiba menyerang Anda. Untuk mengajukan klain atas kondisi ini, dokumen yang diperlukan berupa:
1. Formulir Klaim Penyakit Kritis yang ditandatangani oleh Pemegang Polis atau Penerima Manfaat sesuai Tanda Tangan pada Surat Perjanjian Asuransi Jiwa (SPAJ).
2. Surat keterangan dokter yang menerangkan kondisi pasien sesuai dengan penyakit kritisnya.
3. Fotokopi seluruh jasil pemeriksaan laboratorium dan radiologi.
4. Fotokopi Kartu Identitas Pemegang Polis, bisa berupa KTP atau SIM.
5. Dokumen lain yang dianggap perlu oleh perusahaan asuransi.
#4. Kecelakaan yang disertai keadaan meninggal
Kecelakaan selain menyebabkan kondisi cacat, juga dapat menyebabkan hilangnya nyawa. Jika Kondisi ini terjadi, kerabat dekat pemiliki polis harus mengajukan manfaat asuransi PADD (Personal Accident Death and Disablement).
Selanjutnya, kerabat atau penerima manfaat, diwajibkan untuk melengkapi dokumen berikut:
1. Formulir Klaim karena kecelakaan yang ditandatangani oleh Pemegang Polis atau Penerima Manfaat sesuai Tanda Tangan pada Surat Perjanjian Asuransi Jiwa (SPAJ).
2. Surat Keterangan Dokter Klaim Meninggal.
3. Surat Keterangan Meninggal dari Dokter/RS dan Pemerintah setempat.
4. Fotokopi seluruh jasil pemeriksaan Laboratorium dan Radiologi.
5. Fotokopi KTP/bukti kenal diri dari Penerima Manfaat.
6. Surat Berita Acara Kepolisian Asli jika meninggal karena kecelakaan.
7. Fotokopi Surat Perubahan Nama Tertanggung dan Penerima Manfaat (jika ada)
8. Polis Asli
9. Dokumen lain yang diperlukan dan dianggap penting oleh perusahaan asuransi.
#5. Meninggal dunia
Kondisi meninggal dunia, baik karena penyakit ataupun faktor umur, pengajuan klaim yang harus dilakukan tak jauh berbeda dengan klaim meninggal dunia akibat kecelakaan.
Penerima manfaat atau kerabat dekat pemilik polislah yang harus mengurus pengajuan klaim. Berikut dokumen-dokumen yang harus Anda siapkan:
1. Formulir Klaim karena kecelakaan yang ditandatangani oleh Pemegang Polis atau Penerima Manfaat sesuai Tanda Tangan pada Surat Perjanjian Asuransi Jiwa (SPAJ).
2. Surat Keterangan Dokter Klaim Meninggal.
3. Surat Keterangan Meninggal dari Dokter/RS
4. Surat Keterangan Meninggal dari Pemerintah setempat.
5. Fotokopi seluruh jasil pemeriksaan Laboratorium dan Radiologi.
6. Fotokopi KTP/bukti kenal diri dari Penerima Manfaat.
7. Surat Berita Acara Kepolisian atau Surat Keteranagn Kepolisian (BAP) Asli jika meninggal karena kecelakaan.
8. Fotokopi Surat Perubahan Nama Tertanggung dan Penerima Manfaat (jika ada)
9. Polis Asli
10. Dokumen lain yang diperlukan dan dianggap penting oleh perusahaan asuransi.
Mengetahui prosedur klaim sesuai kondisi yang Anda hadapi sangatlah berpengaruh terhadap proses pengajuan klaim yang Anda lakukan. Jika Anda mengerti tahapan apa yang harus dilakukan, pengajuan klaim akan lebih mudah dan berlangsung cepat.
Namun, satu hal yang pertama kali harus dilakukan dan tidak boleh dilupakan adalah menghubungi Agen Asuransi yang menjual Manfaat Asuransi pada Anda. Hubungi Agen Asuransi, kemudian jelaskan kondisi yang sedang dihadapi, selanjutnya, Agen Asuransi akan membantu Anda dalam melakukan proses pengajuan klaim.
Jika, Agen Asuransi berada di luar kota dan tidak dapat membantu proses pengajuan klaim Anda, coba hubungi Manager Agen Asuransi yang tertera pada Polis Asuransi. Anda juga dapat secara langsung menghubungu perusahaan asuransi dengan cara melihat nomor kontak yang tertera pada Polis yang Anda miliki.
Beberapa Agen Asuransi biasanya juga memiliki kerjasama dengan Agen lainnya sehingga bisa saling membantu dalam pengajuan klaim nasabah. Kerjasama ini dilakukan untuk menangani pengajuan klaim ketika salah satu dari mereka sedang tidak bisa mengurus klaim karena berada di luar kota atau pun karena kepentingan-kepentingan lainnya. Mereka akan berbagi tanggung jawab atas nasabah agar tidak ada nasabah yang merasa dirugikan atau kerepotan mengurus pengajuan klaim asuransi jiwa.
Selain cara-cara tersebut, beberapa perusahaan asuransi juga memiliki beberapa orang yang diperkerjakan di rumah sakit, sehingga nasabah akan lebih mudah dalam mengajukan klaim dengan bantuan agen-agen tersebut.
Sudahkah Anda memiliki asuransi jiwa untuk melindungi diri, keluarga dan masa depan anak-anak Anda? Jika belum, segeralah miliki salah satu dari tiga jenis asuransi jiwa.
Anda bisa memilih asuransi Term-life yang memiliki batas waktu, biasanya hingga 20 tahun, asuransi whole-life atau asuransi seumur hidup dengan jangka waktu hinga 99 tahun, ataupun asuransi unitlink yang berbasis investasi, sehingga Anda bukan hanya mendapat manfaat perlindungan, tapi juga mendapatkan manfaat investasi yang bisa dinikmati tiap tahun. Apapun jenis asuransi jiwa yang Anda pilih, sesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda. Sehingga manfaat asuransi bisa benar-benar Anda rasakan.

Related Posts

0 Komentar: