Sejarah kerajaan Samudera Pasai

shares |



Sarisejarah.com - Sejarah kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan-kerajaan yang bercorak islam di Indonesia tersebar di berbagai wilayah, diantaranya di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara.   Meskipun masyarakat dan komunitas muslim telah ada sejak abad ketujuh, namun munculnya kerajaan Islam di Indonesia baru tumbuh dan berkembang pesat pada abad abad ke 11-16 seiring dengan runtuhnya kerajaan-kerajaan Hindu di nusantara. Patut dicatat bahwa sebagian besar kerajaan-kerajaan islam dikenal sebagai kerajaan yang antipati terhadap penjajahan kolonial, sehingga berkontribusi terhadap terbentuknya nasionalisme Indonesia menuju kemerdekaan Indonesia.
Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia. Kerajaan Samudera Pasai terletak sebelah utara Perlak di daerah Lhok Seumawe sekarang (pantai timur Aceh). Letaknya yang strategis, yaitu di tepi Selat Malaka membuat Samudera Pasai menjadi Kerajaan Maritim.
Sumber Sejarah Kerajaan Samudera Pasai
Keberadaan Samudera Pasai sebagai kerajaan Islam pertama di nusantara dapat diketahui dari berbagai sumber sejarah, baik yang berupa benda, tulisan, maupun sumber lisan, antara lain sebagai berikut:

  • Berita Marcopolo, yang singgah di Kerajaan Samudera Pasai tahun 1292 M. Dalam catatan Marcopolo, ia menyatakan bahwa telah ada masyarakat muslim yang mendirikan perkampungan di Pasai dan ia melihat banyak pedagang yang berasal dari India untuk berdagang dan menyebarkan ajaran islam.
  • Berita Tome Pires dalam Summa Oriental-nya, menyebutkan bahwa antara tahun 1512-1515 M ia berkunjung ke daerah pesisir utara dan timur Sumatera.
  • Nisan Sultan Malik as Saleh tahun 1297 M, merupakan sumber yang memberikan petunjuk adanya hubungan kerajaan Pasai dengan gujarat, terbukti bahwa nisan Sultan Malik As Saleh memiliki corak yang khas dan memiliki kesamaan dengan nisan di gujarat. 
  • Hikayat Raja-Raja Pasai, karangan Hamzah Fansuri dari abad ke-15 M.
  • Sejarah Melayu, yang menceritakan kehidupan Sultan Malik as Saleh, konon Sultan Malik As Saleh dulunya bernama asli Marah Silu, ia adalah hanya seorang gampong, atau seorang ahli pembuatan senjata. Namun ketika ia mendapatkan bantuan dari laksamana muda dari Mesir bernama Nazimudin Al Kamil, ia berhasil mendirikan kerajaan islam pertama di nusantara.
  • Mata uang logam emas dirham, yang mulai dibuat pada masa pemerintahan Sultan Muhammad (1297-1326 M)


Kehidupan Politik Sosial ekonomi dan budaya

  1. Sultan Malik as Saleh (1261-1297 M) adalah Pendiri Kerajaan Samudera Pasai, Sebelum masuk Islam bernama Marah Silu. Pada masa pemerintahannya Pasai menjalin hubungan dagang dengan Cina (dinasti Yuan).
  2. Sultan Muhammad Malik al Thahir (1297-1326 M), ia adalah Putera Sultan Malik as Saleh pada masa pemerintahannya, mulai memperkenalkan mata uang logam emas
  3. Sultan Mahmud Malik Al Zahir (1346-1386 M), pada masa pemerintahannya menjalin hubungan dagang dengan Timur Tengah (menurut Ibnu Batutah). Pemerintahan dilanjutkan oleh raja-raja selanjutnya, yaitu Sultan Zainal Abidin Malik al Zahir (1386-1404 M), dan Sultan Nahrisyah (1405-1412 M), Sultan Mahmud Malik al Zahir II (1513-1524 M)


Kehidupan Sosial

Masyarakat diatur berdasarkan hukum Islam. Dalam pelaksanaannya terdapat persamaan dengan kehidupan masyarakat Arab. Sehingga daerah tersebut sering dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah.

Kehidupan Ekonomi
Masyarakat hidup dari sektor perdagangan, Corak kehidupan kerajaan bersifat maritim, Menjalin hubungan dagang dengan bangsa lain seperti Cina dan negara asia dan arab

Kemunduran

  • Berdirinya bandar Malaka yang letaknya lebih strategis, yaitu tepat di tengah Selat Malaka
  • Munculnya Kerajaan Aceh yang menguasai jalur perdagangan di Selat Malaka serta yang mendominasi penyebaran agama Islam




Related Posts

0 Komentar: