Kisah embargo Kaum Kafir kepada Kaum Muslimin

shares |



Sarisejarah.com - Kisah embargo Kaum Kafir kepada Kaum Muslimin

Embargo atau pemboikotan dengan tujuan mengisolasi kaum muslimin, pernah dilakukan oleh kaum kafir Quraisy kepada pengikut Nabi Muhammad SAW. Pemboikotan ini merupakan bentuk reaksi atas penolakan Rasulullah untuk menghentikan dakwah beliau secara terang-terangan. Baca kisah sebelumnya periode dakwah secara terang-terangan. Kaum kafir menghendaki adanya percampuran risalah yang dibawa Rasul dengan ajaran nenek moyang mereka. Namun Rasulullah dengan tegas menolak untuk tidak mencampur ajaran Islam dengan ajaran-ajaran jahiliyah. Oleh sebab itu, sebagai buntut penolakan tersebut, mereka melakukan pemboikotan (embargo) terhadap para pengikut Nabi Muhammad dan kaumnya. Pemboikotan tersebut kemudian dituangkan dalam selembar kesepakatan pemutusan hubungan total dengan Bani Hasyim dan Bani Abdil-Muththalib. Pengumunan tersebut digantung di salah satu sudut Ka’bah.
Adapun isi pengumuman embargo tersebut adalah sebagai berikut:
1.         Barang siapa yang setuju dengan agama Muhammad, berbelas kasihan kepada salah seorang pengikutnya yang masuk Islam, atau memberi tempat singgah pada salah seorang dari mereka, maka ia dianggap sebagai kelompoknya dan diputuskan hubungan dengannya.
2.         Tidak boleh menikah dengannya atau menikahkan dari mereka.
3.         Tidak boleh berjual beli dengan mereka.
ilustrasi: pengumuman pemboikotan

Akibat pengumuman embargo tersebut, Nabi Muhammad SAW bersama bani Hasyim dan Bani Muthalib hidup terisolir dan tinggal di lembah Bani Hasyim. Ketatnya pengawasan terhadap pelaksanaan embargo tersebut benar-benar mempersulit gerak kaum muslimin. Mereka kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kaum Quraisy semakin bersemangat untuk melakukan praktik isolasinya kepada Nabi dan para Sahabatnya sehingga mereka tidak memiliki bekal makanan. Kesulitan mereka sampai pada kondisi hanya makan dedaunan. Umat Islam tetap sabar dan tegar dari tekanan yang mencelakakan ini dengan terus mengharapkan pertolongan Allah.
Di tengah penderitaan inilah Allah Swt. memberikan pertolongan dengan berbagai cara. Seperti Hisyam bin Amr, seorang kafir membawa untanya penuh makanan di malam hari ke Bani Hasyim dan Bani Muththalib. Begitu sampai di dekat lembah ia lepaskan kendali untanya. Ada juga orang-orang kafir bergabung di lembah Bani Hasyim dengan motivasi kesukuan dan kekerabatan. Embargo atau pemboikotan berlangsung selama tiga tahun.
Pada tahun ketiga, Hisyam bin Amr mengajak Zuhair bin Abi Umayyah bin Al Mughirah, untuk membatalkan pemboikotan tersebut. Mereka berdua mengajak 3 orang lagi yaitu, Muth’im bin Adiy, Abul Buhturiy bin Hisyam, dan Zam’ah bin Al-Aswad bin Al-Muththalib. Berlima bertemu malam hari di sebuah bukit di Mekkah dan  bersepakat untuk membatalkan pengumuman pembokiotan.
Dan ketika datang pagi hari mereka pergi ke tempat pertemuannya. Mere- ka menyatakan penolakan terhadap pemboikotan atau embargo yang dilakukan orang-orang Quraisy. Mereka ingin merobek pengumuman yang tergantung di sudut Ka’bah. Abu Jahal berusaha menghalangi mereka berlima. Dan Abu Thalib saat itu berada di salah satu sudut masjid menyaksikan pertarungan yang terjadi di antara mereka.
Kemudian Muth’im bin Adiy berdiri ke tempat ditempelkannya pengumuman itu untuk merobeknya, dan ternyata pengumuman itu sudah dimakan tanah kecuali kalimat ‘Bismikallahumma’ yang menjadikan kebiasaan orang Arab menulis surat. Setelah itu berakhir pemboikotan terhadap Nabi Muhammad Saw. dan pengikutnya. Inilah bentuk pertolongan Allah ta’ala /nusratullah untuk menolong hambanya yang mendapatkan kesulitan, yaitu dengan mengirimkan rayap-rayap untuk memakan kertas tersebut. Umat Rasulullah semakin yakin dengan hadirnya pertolongan Allah dalam setiap usaha dakwah mereka, sebaliknya Kafir Quraisy tetap menekan dan menyiksa para pengikut Nabi Muhammad Saw. Keadaan yang sangat sulit inilah yang menyebabkkan Nabi memerintahkan pengikutnya untuk hijrah keluar dari Makkah menuju negeri lain untuk mendapatkan perlindungan. []

Related Posts

0 Komentar: