Monday, January 18, 2016

Sejarah islam pada periode Dakwah Sirri (sembunyi-sembunyi)


Sarisejarah.com - Sejarah islam pada periode Dakwah Sirri (sembunyi-sembunyi)

Periode awal dakwah Islam dimulai sesaat setelah rasulullah SAW menerima wahyu di Gua Hira yang disampaikan oleh Malaikat Jibril As. Nah, pada awal dakwahnya, Nabi Muhammad menggunakan dakwah sirriyah dalam menyebarkan Islam. Nabi Muhammad melakukan dakwah sirri bukan karena takut melainkan strategi dakwah. Dakwah sirri dilakukan Nabi untuk mengantisipasi pengikut Nabi yang masih sedikit dan belum kuat. Bisa saja seandainya mereka melakukan dakwah secara terang-terangan, mereka akan mendapatkan kesulitan-kesulitan dan tantangan yang hebat dari masyarakat Mekkah yang masih diliputi kejahiliyahan. Ancaman dan siksaan mssyarakat kafir Quraisy masih kuat dan status kota Makkah sebagai pusat agama bangsa Arab. Disana terdapat para pengabdi ka’bah dan tiang sandaran bagi berhala dan patung-patung yang dianggap suci oleh seluruh bangsa Arab.

Nabi Muhammad Saw. melakukan dakwah sirri dengan pendekatan personal. Hal ini disebabakan pendekatan personal memiliki keterkaitan batin serta interak- si emosional antara pengajak dan yang diajak. pendekatan personal ini Nabi Saw telah menggabungkan antara ikhtiar dan tawakal. Artinya Nabi dalam berdakwah memperhatikan situasi dan kondisi yang ada. Nabi Muhammad melaksanakan dakwah sirriyah selama 3 tahun. Pertama- tama, Nabi menawarkan Islam kepada orang-orang terdekat, keluarga besar serta Sahabat-Sahabat karib beliau. Mereka diajak untuk memeluk Islam. Dengan melakukan Dakwah secara sembunyi-sembunyi ini didapatkan hasil yang cukup memuaskan, yaitu dengan masuknya keluarga dekat nabi SAW, yang dikenal dengan Assabiqunal Awwalun atau orang-orang yang lebih dahulu masuk islam. 

Walaupun dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan bersifat perso- nal, namun beritanya sudah kedengaran oleh kaum Quraisy. Hanya saja, mereka belum mempermasalahkannya karena Nabi Muhammad belum menentang agama dan tuhan mereka. Sehingga Nabi Muhammad dapat membangun jamaah Muk- minin berlandaskan ukhuwwah (persaudaraan) dan ta’awun (solidaritas). Kemu- dian turunlah wahyu yang memerintahkan Nabi Muhammad untuk menyampai- kan dakwah secara terang-terangan dan menentang kebatilan kaum Quraisy dan menyerang berhala-berhala mereka. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah