Monday, January 11, 2016

Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia


Sarisejarah.com - Proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia
Berikut merupakan materi sejarah indonesia tentang proses masuk dan berkembangnya agama Islam di Indonesia.
Proses masuknya agama Islam di Indonesia seringkali disebut sebagai proses islamisasi, proses tersebut berkaitan erat dengan proses silang budaya nusantara dimana hal tersebut terjadi di kepulauan Indonesia. Indonesia sejak dahulu dikenal sebagai lalu lintas perdagangan internasional antara Tiongkok, India, Arab, dan Persia. oleh sebab itu, tidak heran terdapat beragam teori tentang masuk dan berkembangnya agama islam di Indonesia, yaitu teori Persia (iran), teori Arab dan Mesir, serta teori India (gujarat).
Sebagaimana agama Hindu dan Buddha, Agama Islam bukanlah merupakan agama asli bangsa Indonesia melainkan dibawa oleh orang-orang asing dari berbagai golongan. misalnya golongan mubaligh, pedagang, melalui berbagai cara dan saluran. Berikut merupakan teori masuknya Islam ke Indonesia.
Pendapat mengenai proses masuknya Islam ke Kepulauan Indonesia, Pertama, sarjana-sarjana Barat—kebanyakan dari Negeri Belanda mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Kepulauan Indonesia berasal dari Gujarat. Gujarat terletak di India bagian barat sangat strategis berada di jalur perdagangan antara timur dan barat. Orang yang menyebarkan Islam ke Indonesia menurut Pijnapel bukanlah dari orang Arab langsung, melainkan para pedagang Gujarat yang telah memeluk Islam dan berdagang ke dunia Timur. Pendapat J. Pijnapel didukung oleh C. Snouck Hurgronye, dan J.P. Moquetta (1912). Argumentasinya didasarkan pada batu nisan Sultan Malik Al-Saleh yang wafat pada 17 Dzulhijjah 831 H atau 1297 M di Pasai, Aceh. Menurutnya, batu nisan di Pasai dan makam Maulana Malik Ibrahim yang wafat tahun 1419 diGresik, Jawa Timur, memiliki bentuk yang sama dengan batu nisan yang terdapat di Kambay, Gujarat. Moquetta kemudian berkesimpulan bahwa batu nisan tersebut diimpor dari Gujarat, atau setidaknya dibuat oleh orang Gujarat atau orang Indonesia yang telah belajar kaligrafi khas Gujarat.
Kedua, Hoesein Djajadiningrat mengatakan bahwa Islam yang masuk ke Indonesia berasal Persia (Iran sekarang). Pendapatnya didasarkan pada kesamaan budaya dan tradisi yang berkembang antara masyarakat Parsi dan Indonesia. Tradisi tersebut antara lain tradisi merayakan 10 Muharram atau Asyuro sebagai hari suci kaum Syiah atas kematian Husein bin Ali, seperti yang berkembang dalam tradisi tabot di Pariaman di Sumatra Barat dan Bengkulu..
Ketiga, Buya Hamka (Haji Abdul Malik Karim Amrullah) mengatakan bahwa Islam berasal dari Arab atau Mesir. Senada dengan Hamka, Anthony H. Johns mengemukakan bahwa proses Islamisasi dilakukan oleh para musafir (kaum pengembara) yang datang ke Kepulauan Indonesia. Kaum ini biasanya mengembara dari satu tempat ke tempat lainnya dengan motivasi hanya pengembangan agama Islam. 

Adapun ringkasan dari teori teori tersebut adalah sebagai berikut:

Teori Persia (Iran)
Dikemukakan oleh Husein Jayadiningrat.
Bukti:
Pemakaian gelar “Syah” yang biasa dipakai di Persia juga pernah dipakai oleh sultan Malaka yaitu Iskandar Syah
Upacara “Tabuik” yang sering dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dan Aceh. Tabuik merupakan upacara peringatan meninggalnya cucu Nabi Muhammad SAW, Husain di Karbala. Di Iran, disebut “tabut”. Upacara ini selalu diperingati setiap tanggal 10 Muharam



Teori Arab- Mesir



Dikemukakan oleh Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA).
Bukti:
Raja Samudera Pasai memakai gelar “Al Malik”, seperti yang digunakan oleh raja-raja di Mesir.
Sebagian besar masyarakat Indonesia menganut mazhab Syafii, yang dianut juga oleh Mesir dan Arab.


Teori Gujarat (India)
Dikemukakan oleh Sucipto Wiryosuparto, Snouck Hurgronye dan Moquetta
makam Sultan Malik Al Saleh dari Samudera Pasai

Bukti:
Nisan makam raja Samudra Pasai, Malik as Saleh terbuat dari batu marmer yang bentuknya sama dengan batu marmer dari Gujarat.
Batu nisan pada makam Sunan Maulana Malik Ibtahim di Gresik juga terbuat dari marmer yang sama dari Gujarat.


 

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah