Monday, January 18, 2016

Cara Rasulullah membahagiakan umatnya yang miskin


Sarisejarah.com - Cara Rasulullah membahagiakan umatnya yang miskin

Rasulullah SAW adalah seorang yang dikenal sangat dekat dengan umatnya yang miskin. Beliau sangat menyayangi umatnya yang miskin. Beliau setiap malam selalu mendatangi rumah-rumah umatnya untuk mengecek keadaan mereka. Beliau dalam sebuah kisah pernah berdoa kepada Allah Ta'ala untuk dijadikan sebagai seorang yang miskin, dimatikan dalam keadaan miskin, dan dikumpulkan di surga dengan orang-orang miskin. Subhanallah begitu mulianya beliau.
Pada suatu ketika datanglah seorang miskin kepada Rosulullah SAW dengan membawa hadiah semangkuk buah anggur. Rosulullah yang saat itu sedang besama para sahabat pun menerima hadiah itu dan mulai memakannya. Biasanya, Rosulullah selalu memberi makanan kepada para sahabat jika ada yang memberi sedekah dan beliau sendiri tidak ikut makan. Sementara jika ada yang memberi hadiah, Rosul juga memberi kepada para sahabat dan beliau pun ikut makan. Namun kali ini berbeda, Beliau memakan buah pertama lalu tersenyum kepada orang tersebut. Beliau mengambil buah kedua lalu tersenyum kembali. Orang yang memberi anggur itu serasa terbang bahagia karena melihat Rosulullah menyukai hadiahnya. 
ilustrasi: buah anggur

Sementara para sahabat melihat beliau dengan penuh rasa heran. Tak biasanya Rosulullah makan sendirian. Satu per satu anggur itu diambil oleh Rosulullah dengan selalu tersenyum, hingga semangkuk anggur itu habis tak bersisa. Para sahabat semakin heran dan orang miskin itu pulang dengan hati penuh bahagia. Lalu seorang sahabat bertanya kepada Rosulullah SAW, "Wahai Rosulullah, mengapa engkau tidak mengajak kami ikut makan bersamamu?" Rosul pun tersenyum dan menjawab, "Kalian telah melihat bagaimana wajah bahagia orang itu dengan memberiku semangkuk anggur. Dan ketika aku memakan anggur itu, kutemukan rasanya masam. Dan aku takut jika mengajak kalian ikut makan denganku, akan ada yang menunjukkan sesuatu yang tidak enak hingga merusak kebahagiaan orang itu". Sungguh besar kepeduliaan Rosulullah SAW dalam menjaga perasaan orang lain. Apalagi yang mampu kita ucapkan ketika melihat akhlak dan budi pekerti beliau, sungguh benar Firman Allah SWT yang berbunyi,
وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya engkau benar-benar, berbudi pekerti yang luhur". (QS.Al-Qalam:4)
Mudah2an kita semua bisa mencontoh Akhlak2 Syayyidina Rosulullah SAW. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah