Friday, January 22, 2016

Bagaimana hubungan Pedagang Arab dengan Nusantara?




Sarisejarah.com - Bagaimana hubungan Pedagang Arab dengan Nusantara?
kurikulum 2013
aktivitas perdagangan di perairan nusantara


Berikut merupakan materi yang berkaitan dengan jaringan perdagangan antara pulau di nusantara yang turut serta menyebabkan percepatan proses islamisasi di Indonesia pada Abad ke-7 hingga abad ke-13. Para pedagang Arab telah lama melakukan interaksi dengan bangsa Indonesia melalui jalur perdagangan laut. Hal ini disebabkan bangsa Indonesia pada saat itu merupakan lalu lintas perdagangan yang ramai dimana Indonesia menghubungan jalur perdagangan laut antara India, Cina, Arab, dan Persia. Oleh sebab itu, wajar apabila seiring ramainya kawasan nusantara dalam aktivitas perdagangan juga turut menyebabkan terbentuknya perkampungan para pedagang muslim yang disebut pekojan.
Perkampungan tersebut terbentuk karena adanya interaksi yang baik antara para pedagang yang singgah dengan masyarakat setempat dan penguasa lokal saat itu. Tanpa adanya hubungan yang baik, mustahil perkampungan tersebut akan terbentuk. Lama kelamaan hubungan pelayaran dan perdagangan antara Nusantara dengan Arab semakin meningkat menjadi hubungan langsung dan dalam intensitas tinggi. Hal ini menyebabkan aktivitas perdagangan dan pelayaran di Samudera Hindia semakin ramai.
Meningkatnya keramaian di Samudera Hindia berupa peningkatan pelayaran berkaitan erat dengan makin majunya perdagangan di masa jaya pemerintahan Dinasti Abbasiyah (750-1258). Dengan ditetapkannya Baghdad menjadi pusat pemerintahan menggantikan Damaskus (Syam), aktivitas pelayaran dan perdagangan di Teluk Persia menjadi lebih ramai. Pedagang Arab yang selama ini hanya berlayar sampai India, sejak abad ke-8 mulai masuk ke Kepulauan Indonesia dalam rangka perjalanan ke Cina. Mereka menempatkan nusantara sebagai sebuah kawasan yang penting, yaitu sebagai pusat transit aktivitas perdagangan mereka menuju Cina.
Meskipun hanya transit, tetapi hubungan Arab dengan kerajaan-kerajaan di Kepulauan Indonesia menjadi sangat baik. Hubungan yang terjadi tersebut beruupa hubungan langsung, dimana istana semakin terbuka bagi para pedagang Arab. Hubungan ini menjadi semakin ramai manakala pedagang Arab dilarang masuk ke Cina dan koloni mereka dihancurkan oleh Huang Chou, menyusul suatu pemberontakan yang terjadi pada 879 H. Orang–orang Islam melarikan diri dari pelabuhan Kanton dan meminta perlindungan Raja Kedah dan Palembang. Dengan demikian, praktis nusantara menjadi daerah yang penting bagi aktivitas perdagangan bangsa Arab, hal ini turut serta mempercepat proses islamisasi di Indonesia.  []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah