Sejarah Kesusastraan Bali

shares |

Sarisejarah.com - Sejarah kesusastraaan bali

 

Berikut merupakan sejarah Bali di Bidang kesusastraan dpat diuraikan sebagai berikut.

[caption id="attachment_1352" align="aligncenter" width="300"]sejarah bali ilustrasi cerita kesusastraan[/caption]

Perkembangan kesusastraan Bali ini dimulai dari : - Masa Bali Kuna - Masa Bali Pertengahan sampai dengan Kerajaan Klungkung - Masa Bali Baru  Masa Bali Kuna Masa Bali Kuna merupakan masa ketika masyarakat Bali telah meninggalkan masa pra-sejarah, sekitar abad VIII M, yang ditandai dengan ditemukannya arkeologis (stupika atau materai tanah liat) di Desa Pejeng, Gianyar. Dalam konteks kesusastraan Bali, masa Bali Kuna merupakan masa kelahiran karya sastra Bali Kuna. Masa Bali Kuna dapat dibagi dalam 2 fase, yaitu fase sebelum masuknya kesusastraan Jawa Kuna dan fase sesudah masuknya kesusastraan Jawa Kuna ke Bali. Dalam fase pertama masyarakat Bali masih hidup dalam tradisi lisan, sehingga tidak ditemukan adanya peninggalan berupa karya tulis pada zaman itu. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya temuan berupa kata “partapukan, parbhwayang dan pegending”, pada prasasti-prasasti Bali Kuna yang pada fase ke-2 masyarakat Bali telah mengalami kontak sosial budaya dengan masyarakat maupun budaya Jawa Kuna, yang ditandai dengan masuknya karya-karya sastra Jawa Kuna ke Bali, seperti kekawin Ramayana, Arjunawiwaha dan Bharatayudha. Masuknya karya-karya sastra ini memberikan nuansa baru bagi kegiatan bersastra  Masa Bali Pertengahan Masa Bali Pertengahan merupakan masa ketika bertahtanya Dinasti Kepakisan (dari Majapahit) di Bali sejak tumbangnya raja Bali Kuna terakhir (Bedahulu) oleh ekspansi Gajah Mada. Dalam konteks kesusastraan, masa Bali Pertengahan merupakan masa kelahiran dan perkembangan karya-karya sastra Bali Tengahan, masa Bali Pertengahan ini dibedakan menjadi tiga masa, yaitu : - Masa Samprangan - Masa Gelgel - Masa Klungkung  Masa Samprangan (1352 – 1380 M), merupakan masa berlangsungnya pemerintahan kerajaan Samprangan, yaitu kerajaan pertama yang didirikan oleh Gajah Mada pasca tumbangnya kerajaan Bali Kuna. Raja Samprangan yang pertama adalah Sri Kresna Kepakisan (Dalem Ketut Kresna Kepakisan) dan selanjutnya digantikan oleh Dalem Samprangan (putra sulung beliau). Masa ini disibukkan oleh kegiatan-kegiatan menata pemerintahan dan upaya perdamaian terhadap pemberontakan yang muncul pada masa itu. Hal ini mempengaruhi perkembangan kesusastraan Bali pada saat itu yang cenderung meneruskan tradisi bersastra sebelumnya seperti pada masa Bali Kuna fase kedua.  Masa Gelgel (1380 – 1704 M) merupakan masa berlangsungnya pemerintahan kerajaan Gelgel yang merupakan ‘wajah baru’ kerajaan Sampranga setelah dipindahkan dari tempat sebelumnya. Raja Gelgel pertama adalah Dalem Ketut Ngulesir (adik Dalem Samprangan) yang selanjutnya disusul oleh Dalem Waturenggong (1460 – 1552 M), Dalem Bekung (1552 – 1580 M), Dalem Sagening (1580 – 1665 M), Dalem Anom Pemahyun (1665 M), Dalem Dimade (1665 – 1686 M) dan Krian Agung Maruti (1686 – 1704 M). dari sekian raja yang memerintah pada masa Gelgel, raja Dalem Waturenggong merupakan raja besar yang mampu mengantarkan Gelgel pada puncak kejayaan. Masa ini pula dianggap sebagai masa kecemasan dalam perkembangan kesusastraan Bali. Pada masa inilah merupakan kelahiran suatu bentuk karya sastra Bali untuk pertama kalinya, yaitu Sastra Bali Tengahan yang berupa kidung, Kidung Sebun Bangkung, Dharma Sunia Keling dan Arjuna Pralabdha. Pada masa ini terdapat dua pengarang yang mumpuni, yaitu Danghyang Nirartha (Pedanda Sakti Wawu Rauh) dan Ki Gusti Dauh Bale Agung dengan karya-karyanya. Penerus beliau berdoa adalah Ida Sakti Tlaga dan Ida Buk Cabe (putra Danghyang Nirartha), Ki Gusti Pande Basa dan Arya Manguri.  Masa Klungkung (1794 – 1846 M) merupakan masa berlangsungnya pemerintahan kerajaan Klungkung yang merupakan ‘wajah baru’ dari kerajaan Gelgel setelah dipindahkan dari tempat sebelumnya. Raja Klungkung pertama adalah Dewa Agung Jambe dan berakhir pad pemerintahan Dewa Agung Gde ketika terjadinya Puputan Klungkung. Perkembangan kesusastraan Bali pada masa ini merupakan kelanjutan dari masa Gelgel sebelumnya pada masa ini juga telah lahir bentuk-bentuk baru dalam kesusastraan Bali, yaitu karya sastra Bali Tengahan yang berupa geguritan, peparikan, dan babad. Keberadaan para pengarang pada masa ini tidak lagi terpusat di Klungkung, namun telah menyebar ke seluruh Bali, seperti Ki Dalang Tangsub dari Badung, yang mengarang geguritan Basur dan geguritan I Ktut Bungkling.

Demikianlah pengertian kesusastraan Bali dan sejarah singkat perkembangan kesusastraan Bali dari masa Bali Kuna sampai dengan Kerajaan Klungkung.

Related Posts

0 Komentar: