Sejarah Penanaman Modal Asing

shares |

Sarisejarah.com - Sejarah penanaman modal asing

Saat ini berbagai negara telah menanamkan modal asing di Indonesia, misalnya Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Cina, hingga Korea Selatan. Namun bagaimana sebenarnya sejarah masuknya penanaman modal asing di Indonesia dalam konteks sejarah?

sejarah penanaman modal asing dimulai pada masa kolonial dimana pemerintah Belanda berusaha untuk merespon kritik yang sangat keras terhadap sistem tanam paksa yang dianggap sangat memberatkan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu dimulailah era usaha swasta dengan ditandai dikeluarkannya berbagai paket undang-undang yang memungkinkan pihak swasta menanamkan modalnya di Indonesia. undang-undang gula suiker wet

Secara garis besarnya, Undang-Undang Gula 1870 menghapus tanam paksa bagi tebu, dengan pengurangan yang berangsur-angsur sebesar 1/13 bagian tiap tahunnya. Sedangkan Undang-Undang Agraria bertujuan melindungi hak milik petani atas tanah agar tidak dikuasai bangsa asing. Namun pengusaha swasta dapat menyewanya langsung dari petani.

Setelah mengeluarkan Undang-Undang Agraria, usaha-usaha yang bermodalkan swasta mulai berkembang di Indonesia. Meskipun telah diatur dalam Undang-Undang Agraria dalam perjanjian sewa menyewa masih terdapat ketentuan-ketentuan lain yang harus ditaati, seperti untuk tanah milik negra yang tidak menjadi hak milik pribumi (tanah Domein) dapat disewa oleh kaum pengusawa swasta selama 75 tahun. Demikian juga tanah milik penduduk pribumi dapat disewa untuk jangka waktu 3 sampai 30 tahun dengan tarif yang rendah.

Berbagai bidang usaha segera berkembang pesat. Perkebunan-pekebunan diperluas. Perhubuangan laut dikuasai oleh KPM (Koninklijke Paketvaart Maathappij), yaitu suatu perusahaan pengangkutan Belanda. Setelah Terusan Suez dibuka, peluang utuk merai keuntungan bagi Belanda terbuka lebar, karena Indonesia kini terbuka bagi siapa saja, tidak hanya bagi Belanda tetapi bangsa-bangsa lain pun diperkenankan untuk menanamkan modalnya di Indonesia. []

 

Related Posts

0 Komentar: