Monday, October 19, 2015

Perpindahan Mataram ke Jawa Timur


Sarisejarah.com - Perpindahan Mataram ke Jawa Timur

Sejak pemerintahan Mpu sendok ibu kota mataram pindah ke jawa timur (abad 10M). Penyebab perpindahan mataram ke jawa timur tidak diketahui secara pasti sebab-sebabnya. Namun ada beberapa pendapat yang menerangkan sebab kepindahan ibukota mataram ke jawa timur karena adanya bencana alam berupa gunung berapi di jawa tengah,

[caption id="attachment_1271" align="aligncenter" width="300"]ilustrasi gunung merapi ilustrasi gunung merapi[/caption]

dan ancaman dari sriwijaya dan jawa timur lebih baik untuk perdagangan dan lebih maju untuk memerdekakan diri (sendok mendirikan wangsa sendiri). Mpu sendok naik tahta pada tahun 929 M dengan gelar Sri Ishana Wikrama dharmotunggadewa (dinasti Ishana). Mpu sendok merupakan peletak dasar berdirinya kerajaan-kerajaan di jawa timur. Sendok mendirikan dinasti baru yang disebut dinasti ishana. Pusat pemerintahannya ada di watugaluh. Mengenai jalannya pemerintahan mpu sendok tidak diketahui secara pasti. Namun diperkirakan berjalan tertib dan aman. Hal ini dapat diketahui dari usaha-usaha yang dia lakukan seperti pembangunan irigasi, menghimpun kitab agama Budha Tantrayana “sang hyang kamahayanikan” yang tertulis oleh sambara surya warana. Dari keterangan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa toleransi beragama waktu itu cukup baik, sebab mpu sendok yang hindu ternyata mengijinkan ditulisnya kitab agama budha san hyang kamahayanikan. Untuk mengetahui silsilah dan keturunan mpu sendok dapat dilihat dalam prasasti airlangga yang disebut prasasti Calcutta tahun 1042. Silsilahnya adalah sebagai berikut :

 

Raja sesudah mpu sendok adalah sri ishanatunggawijaya yang kawin dengan lokpala mempunyai anak bernama makutawangsawardana. Makutawangsawardana punya anak mahendradata yang kawin dengan udayana dari Bali. Dari perkawinan tersebut lahirlah airlangga.

Airlangga punya anak bernama samarawijaya dan panji garakasan yang nantinya menjadi penumbuh berdirinya kerajaan Kediri.

Dhamawangsa (991 – 1016), Dalam prasasti Calcutta status darmawangsa tidak diketahui secara jelas. Mungkin ia kakak mahendrata, anak makutawangsawardana dari isteri selir.

Darmawangsa merupakan seorang raja yang memiliki pandangan yang luas. Ia mempunyai perhatian yang besar terhadap negaranya, baik di bidang pemerintahan, ekonomi dan kebudayaan. Untuk merealissikan cita-citanya ini darmawangsa melakukan usaha-usaha seperti berikut ini ;

  • Kitab mahabarata disadur ke dalam bahasa jawa kuno woyasa kresna dwipayana.

  • Melakukan ekspansi ke sriwijaya (991) dan berhasil menguasainya. Bukti bahwa sriwijaya dikuasai dharmawangsa yaitu ketika utusan sriwijaya yang berkunjung ke china hendak pulang kembali tertahan di kanton karena negerinya (sriwijaya) sedang menghadapi serangan dari jawa. Tahun 992 utusan tersebut berusaha pulang lagi namun hanya sampai di campa saja karena negerinya diduduki oleh jawa.

  • Dengan jatuhnya wora-wari itu? Mungkin wora-wari adalah raja bawahan dharmawangsa atau wora-wari adalah alat sriwijaya untuk mebalas dharmawangsa.


Airlangga (1019 – 1049), Pada tahun 1019 airlangga naik tahta atas permintaan para brahmana dengan gelar sri maharaja rake hulu lokeswara dharmawangsa airlangga. Dengan susah payah airlangga akhirnya bisa menyatukan bekas reruntuhan kerajaan dharmawangsa. Ibu kota yang semula berada di Wutan Mas dipindahkan ke kahuripan 1037. Airlangga adalah seorang raja yang memiliki perhatian besar terhadap kemajuan negarannya  dan kemakmuran rakyatnya. Hal ini Nampak dalam usahanya seperti berikut :

  • Memperbaiki pelabuhan hujung galuh yang terletak di sungai brantas

  • Pelabuhan kambang putih di tuban dibebaskan pajak

  • Membuat tanggul di waringin pitu agar sungai brantas airnya tidak muntah.


Agama dan kebudayaan

Agama yang berkembang pada masa pemerintahan airlangga adalah agama hindu waisnawa. Hal ini Nampak pada candi belahan dimana airlangga diwujudkan sebagai sebuah arca sebagai wisnu menaiki garuda.

Untuk mengenang jerih payah airlangga mempersatukan kerajaan yang porak-poranda disusunlah kitab arjunawiwaha oleh mpu kanwa 1030. Inilah hasil sastra zaman airlangga yang sampai pada kita. Sementara airlangga sendiri sebelum mengundurkan diri jadi pertapa, ia telah membangunkan sebuah pertapaan bagi anaknya sangramawijaya di pucangan (gunung penanggungan).

Pembagian wilayah

Sebelum airlangga mengundurkan diri dari tahtanya, ia membagi wilayah kerajaannya menjadi dua bagian. Tugas ini desarahkan kepada Mpu Barada yang terkenal kesaktiannya. Dua kerajaan itu adalah jenggala (singasari) dengan ibukotanya di kahuripan dan panjalu (Kediri) dengan ibukotanya di Daha

Batas kedua kerajaan tersebut adalah gunung kawi ke utara dan keselatan pada tahun 1040 M

Atas pembagian wilayah menjadi dua oleh airlangga yaitu untuk menghindari perebutan kekuasaan diantara anak-anak airlangga sendiri dari garwo selir sepeninggal airlangga. Sebab sanggramawijaya yang mestinya berhak atas tahta ayahnya tak bersedia menggantikannaya, dia memilih bertapa. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah