Wednesday, October 28, 2015

Perang Puputan I Gusti Ktut Jelantik


Sarisejarah.com - Perang Puputan I Gusti Ktut Jelantik

Perang puputan adalah pertempuran yang dilakukan hingga titik darah penghabisan. Perang ini terjadi di Bali pada masa kolonial Belanda. Perang Bali adalah perang antara kerajaan-kerajaan yang ada di pulau Bali dengan bangsa kolonial Belanda. Perang ini terjadi karena kerajaan-kerajaan tersebut tidak ingin dikuasai oleh bangsa asing.
1.    Sebab umum.
-          Belanda hendak memaksakan kehendaknya untuk menghapuskan hak-hak kekuasan kerajaan-kerajaan di Bali atas daerahnya.
-          Raja-raja Bali dipaksa mengakui kedaulatan pemerintah Hindia Belanda dan mengizinkan pengibaran bendera Belanda di wilayah kerajaannya.
-          Adat agama sute yang dianggap Belanda tidak berprikemanusiaan akan dihapus oleh Belanda.

[caption id="attachment_1305" align="aligncenter" width="300"]ilustrasi perang puputan ilustrasi perang puputan[/caption]

2.    Sebab khusus.
Belanda menolak hak Raja Buleleng yaitu hak Tawan karang yang menyatakan kapal asing yang terdampar di pantai kerajaan tersebut akan dirampas kapal beserta isinya.
3.    Strategi Perang.
Pemerintah kolonial Hindia Belanda mengirimkan ekspedisi pasukannya ke Bali untuk membuat raja-raja Bali takluk. Ekspedisi pertama tidak berhasil kemudian Belanda mengirimkan pasukannya yang lebih besar lagi. Karena kalahnya jumlah dan teknologi senjata, rakyat Bali hanya tinggal bertahan di Benteng-benteng pertahanan sambil sedikit-sedikit menyerang dan juga dengan menjalankan perang Puputan. Yaitu perang suci sampai tetes darah penghabisan.
4.    Tokoh-tokoh.
a.       Dari rakyat Bali.
I Gusti ktut Jelantik dan Raja Buleleng.
b.      Dari kolonial Belanda.
Jenderal Micheles.
5.    Medan Perang.
Medan perang hampir seluruh pulau Bali yang meliputi Klungkung, Buleleng, karang Asem, gianyar, dll.
6.    Akhir perang.
Jatuhnya Buleleng ke tangan Belanda, mempengaruhi raja-raja lain untuk bersikap lunak terhadap Belanda. Akibatnya sebagian besar kerajaan di Bali dapat ditaklukan Belanda pada akhir abad ke-19. Pada tahun 1906 Belanda menyerang Bali selatan yang di sana mendapatkan perlawanan yang sengit yang diikuti dengan perang Puputan. Baru pada tahun 1909 seluruh Bali dapat di kuasai oleh Belanda.
7.    Akibat-akibat perang.
a.    Bidang politik.


-Dikuasainya seluruh pulau Bali oleh Belanda.
-Berkurangnya kekuasaan raja pada kerajaannya bahkan raja dapat dikatakan menjadi bawahan Belanda.
b.    Bidang ekonomi.
-      Dikuasainya monopoli perdagangan di Bali karena Bali merupakan daerah yang sangat strategis yang banyak dikunjungi bangsa asing.
c.    Bidang sosial.
-      Banyaknya tatanan sosial yang dirobah oleh Belanda termasuk dihapuskannya adat Sute pada upacara ngaben. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah