Monday, October 19, 2015

Pembahasan Soal Pra Aksara Kelas X Kurikulum 2013 Semester 1


Sarisejarah.com - Pembahasan Soal Pra Aksara Kelas X Kurikulum 13 Semester 1

[caption id="attachment_1081" align="aligncenter" width="300"]manusia menggunakan batu manusia menggunakan batu[/caption]

  1. Jelaskan pengertian zaman pra aksara!

  2. Jelaskan gambaran umum situs purba Sangiran dan Trinil dalam kaitannya dengan kehidupan zaman pra aksara!

  3. Jelaskan beberapa istilah berikut ini: fosil, artefak, Nomaden, Food Gathering, Food Producing

  4. Jelaskan keterkaitan antara migrasi ras Proto Melayu dan Deutro Melayu dengan keanekaragaman suku bangsa di Indonesia saat ini!

  5. Sebutkan pembabakan zaman pra aksara berdasarkan hasil kebudayaannya!

  6. Sebutkan dan Jelaskan hasil kebudayaan Pacitan dan Ngandong!

  7. Sebutkan dan jelaskan hasil kebudayaan yang khas pada masa Mesolithikum!

  8. Sebutkan dan jelaskan Hasil kebudayaan Tradisi Megalitik pada masa Neolitikum!

  9. Jelaskan arti penting penemuan api bagi manusia pada zaman purba serta bagaimana proses manusia pada zaman purba mengenal api!

  10. Jelaskan alasan zaman neolithikum disebut sebagai zaman revolusi kehidupan!


Jawab:

1.    Zaman pra aksara berasal dari dua kata, yaitu pra dan aksara, pra berarti sebelum dan aksara berarti tulisan. Jadi zaman pra aksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Pra aksara juga sering disebut dengan nirlekha
2.    Sangiran dan Trinil merupakan situs manusia purba yang penting dan lengkap. Di sana tersimpan ribuan peninggalan manusia purba berupa fosil dan artefak. Peneliti  yang pernah melakukan penelitian diantaranya Von Koeningwald dan Eugene Dubois. Hasil penelitiannya antara lain fosil Homo Erectus, Pitecanthropus erectus, dan Megantrhopus
3.    Jawab:
a.    Sisa-sisa jasad renik makhluk hidup yang telah tertimbun jutaan tahun dan telah membatu
b.    hasil kebudayaan pra aksara berupa peralatan yang digunakan atau diciptakan oleh manusia
c.    kehidupan manusia secara berpindah pindah dan tidak menetap untuk mendapatkan makanan
d.    pola kehidupan manusia yang hanya mampu mencari dan mengumpulkan makanan/berburu
e.    pola kehidupan manusia yang telah mampu memproduksi makanan dengan cara bercocok tanam dan beternak
4.    Migrasi ras Proto Melayu dan deutro Melayu terjadi kurang lebih 2000-500 SM. Ras Proto Melayu lebih dulu bermigrasi daripada Deutro Melayu ke Indonesia. Ras Proto Melayu menjadi nenek moyang bangsa Batak, Dayak, Toraja, Alas, dan Gayo. Ras Deutro Melayu menjadi nenek moyang semua bangsa di Indonesia kecuali sekitar Papua
5.    Pembabakan zaman pra aksara berdasarkan hasil kebudayaan dibedakan menjadi dua:
    Zaman batu: Terdiri dari zaman Paleolithikum (zaman batu tua), Mesolithikum (batu madya) dan Neolithikum (batu muda) dimana didalamnya terdapat tradisi megalithik (batu besar)
    zaman logam terdiri dari zaman: tembaga, besi dan perunggu
6.    Kebudayaan Pacitan dan Ngandong adalah hasil budaya khas zaman Paleolithikum
    Hasil budaya Pacitan: Kapak genggam dan kapak genggam awal,  kapak perimbas (Chopper), pahat genggam (hand adze), dan alat-alat serpih
    Hasil budaya Ngandong: flake, alat-alat tulang dari tanduk rusa  berfungsi untuk belati/penusuk, tombak bergerigi
7.    hasil kebudayaan yang khas pada masa mesolithikum berupa kebudayaan gua dan pantai diantaranya abris sous roche dan kjokkenmoddinger
    abris sous roche : gua-gua sebagai tempat tinggal manusia secara sementara, di dalamnya ditemukan peralatan bebatuan misalnya ujung panah, flakke, batu penggiling, alat tulang
    Kjokkenmoddinger: tumpukan/timbunan kulit siput dan kerang yang menggunung di sepanjang pantai. Beberapa peralatan yang ditemukan di sekitar kjokkenmoddinger diantaranya kapak genggam (chopper) yang diberi nama pebble
8.    Benda-benda megalitik:
a.    Menhir: merupakan bangungan besar dari batu sebagai perwujudan roh nenek moyang
b.    Dolmen: meja batu sebagai tempat untuk meletakkan sesaji
c.    Sarkofagus: merupakan tempat untuk meletakkan mayat yang berbentuk lonjong dan cekung
d.    Waruga: merupakan kubur batu, biasanya berbentuk kubus
e.    Punden Berundak: merupakan bangunan bertingkat-tingkat sebagai sarana untuk melakukan pemujaan terhadap roh nenek moyang
9.    Penemuan api merupakan sebuah inovasi yang sangat penting pada masa purba. Api berfungsi sebagai pendukung teknologi memasak (dengan memasak dan rebus) serta sebagai senjata untuk mengusir binatang buas, sumber penerangan, dan untuk membuka lahan untuk bercocok tanam (slash and burn). Api didapatkan dengan cara membenturkan dan menggosokkan benda halus yang mudah terbakar dengan benda padat, membenturkan benda-benda keras sehingga keluar percikan api yang ditangkap dengan dedaunan kering
10.    Zaman neolithikum disebut sebagai zaman revolusi kehidupan dikarenakan terjadi  perubahan corak kehidupan dari food gathering ke food producing, disebabkan perubahan
peralatan pendukung kebudayaannya. Zaman tersebut peralatan telah berkembangan dengan sempurna seperti kapak lonjong, kapak persegi, batu asahan, mengenal gerabah bahkan telah mampu membuat peralatan yang terbuat dari logam, diantaranya nekara, moko, bejana perunggu, candrasa, kapak corong, barang perhiasan dan arca yang terbuat dari logam

19 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah