Kondisi Masyarakat Indonesia menjelang abad ke 20 (1900-1942)

shares |

Sarisejarah.com - Kondisi Masyarakat Indonesia menjelang abad ke 20 (1900-1942)

Periode akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 merupakan suatu babakan penting dalam sejarah Indonesia, karena pada periode tersebut mulai muncul manusia-manusia dengan kesadaran baru yang menginginkan suatu kehidupan yang pantas bagi bangsanya.
Dari beberapa kebijakan yang di terapkan oleh pemerintahan kolonial Belanda,baik tanam paksa maupun Liberal,pada kenyataannya saat merugikan rakyat Hindia-Belanda.Meningkatnya produktivitas perkebunan dan pertanian itu pesat.Namun,hal itu hanya menguntungkan satu pihak saja dengan mengorbankan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat yang makin lama makin terpuruk keaadaannya.
Menjelang abad ke 20,kondisi tersebut menggugah kaum politisi Belanda untuk memberikan tekanan agar politik kolonial yang diberlakukan oleh pemerintah Belanda tidak semata-mata untuk kepentingan ekonomi saja,tetapi juga didasarkan oleh perbaikan nasib penduduk pribumi,serta mendidik mereka agar lebih sejahtera.Berkaitan dengan hal tersebut,pada tahun 1899 muncul ide mengenai politik etis yang diprakarsai oleh Van Deventer.Ia mempunyai pengaruh besar terhadap politik etis tersebut berkaitan dengan Karangannya “Hutang Kehormatan”. 6
Gagasan politik Etis ini dilatarbelakangi oleh adanya artikel karya C. Th. van Deventer, seorang ahli hukum yang pernah tinggal di Hindiaselama tahun 1800-1897, yang berjudul “Een Eereschuld” (Suatu hutangkehormatan) di dalam de Gids, majalah berkala Belanda. Namun tujuan awal politik etis ialah membalas budi terhadap penduduk Hindia-Belanda,tetapi pada pelaksanaannya ternyata menyimpan maksud tertentu dari pemerintah kolonial.
-------------------------------------------------------------------
6Politik etis adalah politik balas budi yang diterapkan pemerintah Belanda terhadap Indonesia dan menitikberatkan kebijakan tersebut pada bidang perbaikan irigasi,edukasi,dan imigrasi.Lihat Sartono Kartodirjo,Marwati Djoened Poesponegoro,dan Nugroho Notosusanto,Sejarah Nasional Indonesia Jilid V,hal 35-38.
Dengan kata lain,politik etis hanyalah upaya pemerintah kolonila untuk mendapatkan simpati rakyat dengan tujuan memperkuat kedudukannya di Hindia Belanda.Pemerintah Belanda yang bertindak sebagai penguasa Hindia Belanda terus mempertahankan politik pintu terbukanya untuk menghadapi persaingan besar dalam mencari daerah jajahan dengan negara-negara besar lainnya.
Pendidikan yang dilaksanakan oleh pemerintah kolonial Belanda pada dasarnya bertujuan untuk menjadikan warga negara yang mengabdi kepada kepentingan penjajah.Dengan kata lain,pendidikan dimaksudkan untuk menghasilkan tenaga-tenaga yang dapat digunakan sebagai alat untuk memperkuat kedudukan Belanda di Indonesia.Isi dari pendidikan tersebut hanya mengajarkan pengetahuan yang dapat membantu Belanda mempertahankan kedudukan di Indonesia. []

Related Posts

0 Komentar: