Wednesday, October 28, 2015

Apa yang dimaksud dengan Trilogi Van Deventer?


Sarisejarah.com - Apa yang dimaksud dengan Trilogi Van Deventer?


Politik etis atau Politik Balas Budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Pemikiran ini merupakan kritik terhadap politik tanam paksa.


Sebagaimana diketahui bahwa politik ini semula merupakan sebuah reaksi atas penderitaan rakyat Indonesia karena tanam paksa yang telah memberikan keuntungan yang berlipat-lipat bagi negeri Belanda, namun sebaliknya sangat menyengsarakan rakyat Indonesia. Hal ini dikarenakan pelaksanaan praktik tanam paksa tidak sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Van den Bosch. Oleh sebab itu, di negeri Belanda sendiri terdapat gelombang penolakan dan upaya untuk memberikan kompensasi sebagai balas budi terhadap bangsa Indonesia.


Salah satu tokoh liberal negeri Belanda yang getol menyuarakan perbaikan nasib kaum pribumi adalah Van Deventer yang juga merupakan tokoh penggagas politik etis.


[caption id="attachment_1321" align="aligncenter" width="180"]Van Deventer Van Deventer[/caption]


Gagasannya dikenal sebagai trilogi van deventer. Isinya adalah sebagai berikut:



  1. Irigasi (pengairan), membangun dan memperbaiki pengairan-pengairan dan bendungan untuk keperluan pertanian

  2. Emigrasi yakni mengajak penduduk untuk bertransmigrasi

  3. Edukasi yakni memperluas dalam bidang pengajaran dan pendidikan


Pada dasarnya kebijakan-kebijakan yang diajukan oleh van Deventer tersebut baik. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para pegawai Belanda. Berikut ini penyimpangan penyimpangan tersebut.


Irigasi


Pengairan hanya ditujukan kepada tanah-tanah yang subur untuk perkebunan swasta Belanda. Sedangkan milik rakyat tidak dialiri air dari irigasi.


Edukasi


Pemerintah Belanda membangun sekolah-sekolah. Pendidikan ditujukan untuk mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah. Pendidikan yang dibuka untuk seluruh rakyat, hanya diperuntukkan kepada anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang mampu. Terjadi diskriminasi pendidikan yaitu pengajaran di sekolah kelas I untuk anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berharta, dan di sekolah kelas II kepada anak-anak pribumi dan pada umumnya.


Migrasi


Migrasi ke daerah luar Jawa hanya ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Hal ini karena adanya permintaan yang besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti perkebunan di Sumatera Utara, khususnya di Deli, Suriname, dan lain-lain. Mereka dijadikan kuli kontrak. Migrasi ke Lampung mempunyai tujuan menetap. Karena migrasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, maka tidak jarang banyak yang melarikan diri. Untuk mencegah agar pekerja tidak melarikan diri, pemerintah Belanda mengeluarkan Poenale Sanctie, yaitu peraturan yang menetapkan bahwa pekerja yang melarikan diri akan dicari dan ditangkap polisi, kemudian dikembalikan kepada mandor/pengawasnya.


Dari ketiga penyimpangan ini, terjadi karena lebih banyak untuk kepentingan pemerintahan Belanda. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah