tiga pola hunian manusia purba

shares |

Sarisejarah.com - Manusia pada zaman purba berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka memenuhi kebutuhan hidupnya dimulai dari cara yang sederhana hingga kompleks. Dalam tingkatan yang sederhana, manusia memenuhi kebutuhan hidupnya dengan mengumpulkan makanan dan berburu hewan-hewan buruan yang dilakukan secara berkelompok 10-15 orang.

Seiring dengan perkembangan zaman, dengan memanfaatkan akal dan pikirannya, tercipta peralatan yang dapat menunjang aktivitas memenuhi kebutuhan hidupnya sehingga menjadikan kehidupan mereka menjadi lebih mudah. Hal ini kemudian memunculkan pola hidup semi menetap, berubah dari yang semula selalu berpindah-pindah mengikuti ketersediaan makanan oleh alam. Begitupun pada zaman selanjutnya dimana mereka telah mengenal kehidupan menetap secara permanen dimana terjadi revolusi kehidupan dari food gathering ke food producing. bUntuk lebih jelasnya silahkan anda baca halaman sebelumnya tentang pengertian food gathering dan food producing.

Revolusi kehidupan tersebut ternyata memengaruhi pola hunian manusia yang semula nomaden, semi sedenter, menjadi menetap. Dengan demikian perubahan corak kehidupan manusia pada zaman purba juga turut menyebabkan perubahan pola hunian manusia, sekaligus memengaruhi sistem mata pencahariannya.

Adapun secara garis besar pola hunian manusia purba adalah sebagai berikut:

1. Nomaden: yaitu kehidupan manusia yang senantiasa berpindah-pindah secara berkesinambungan untuk mencari makanan

2. Semi sendenter: semi menetap, yaitu ketika manusia telah mulai mengenal tempat tinggal sementara, yaitu di gua-gua yang disebut sebagai abris sous roche

[caption id="attachment_1064" align="aligncenter" width="259"]abris sous roche abris sous roche[/caption]

3. menetap: yaitu ketika ketika manusia telah menetap dan tidak berpindah-pindah, hal ini dikarenakan mereka telah mengenal kehidupan bercocok tanam, sehingga aktivitas food gathering menjadi berkurang digantikan menjadi food producing.

Terdapat satu fakta yang menarik tentang pola hunian manusia dimana manusia cenderung hidup di alam terbuka dan dekat dengan sumber air, Kecenderungan ini tentu sangat beralasan mengingat manusia, tumbuhan, dan hewan selalu membutuhkan air untuk memastikan kelangsungan hidupnya. Oleh sebab itu, tidak heran apabila situs-situs purba banyak ditemukan di sepanjang aliran sungai, misalnya di Sangiran, Sambungmacan, Trinil, Pacitan dll.

Demikianlah uraian sederhana tentang pola hunian manusia pada zaman purba, semoga bermanfaat []

Related Posts

0 Komentar: