Tuesday, September 22, 2015

Kebudayaan Kapak Lonjong


Sarisejarah.com - Kebudayaan kapak Lonjong

Pada pembahasan yang lalu telah disampaikan tentang kebudayaan kapak persegi.

sebagaimana diketahui bahwa Zaman neolithikum seringkali disebut sebagai zaman revolusi kebudayaan manusia pada masa pra aksara. Hal ini disebabkan karena hasil kebudayaan yang dihasilkan telah halus dan sempurna. Hasil kebudayaan yang berasal dari zaman neolithikum dibagi menjadi 2 golongan besar, yaitu kebudayaan kapak persegi dan kebudayaan kapak lonjong.

Kebudayaan kapak persegi sebenarnya telah dibahas sebelumnya, dimana kapak tersebut berbentuk persegi. adapun penampang kapak persegi tersedia dalam berbagai ukuran, ada yang besar dan kecil.Yang ukuran besar lazim disebut dengan beliung dan fungsinya sebagai cangkul/pacul. Sedangkan yang ukuran kecil disebut dengan Tarah/Tatah dan fungsinya sebagai alat pahat/alat untuk mengerjakan kayu sebagaimana lazimnya pahat.

Kapak lonjong
Kapak Lonjong merupakan hasil kebudayaan yang khas pada masa neolithikum.


Dinamakan kapak lonjong karena kapak ini mempunyai penampang yang berbentuk lonjong.



[caption id="attachment_1106" align="aligncenter" width="268"]kapak lonjong peninggalan zaman Neolithikum kapak lonjong peninggalan zaman Neolithikum[/caption]


Ujungnya agak lancip sehingga dapat di pasang tangkai. Kapak ini mempunyai dua ukuran yaitu ukuran kecil dan besar. Dindonesia kapak ini ditemukan di pulau sulawesi, pulau flores, pulau maluku, sangihe talaud ,kepulauan tanimbar dan palinga banyak ditemuka di wilayah pulau papua. Ujung runcing pada alat ini berfungsi untuk tangkai dan ujung lain yang mempunyai bentuk agak bulat diasah hingga tajam.


Sebagian besar kapak lonjong dibuat dari batu kali, dan warnanya kehitam-hitaman.Bentuk keseluruhan dari kapak tersebut adalah bulat telur dengan ujungnya yang lancip menjadi tempat tangkainya, sedangkan ujung lainnya diasah hingga tajam.Untuk itu bentuk keseluruhan permukaan kapak lonjong sudah diasah halus.

Ukuran yang dimiliki kapak lonjong yang besar lazim disebut dengan Walzenbeil dan yang kecil disebut dengan Kleinbeil, sedangkan fungsi kapak lonjong sama dengan kapak persegi. Daerah penyebaran kapak lonjong adalah Minahasa, Gerong, Seram, Leti, Tanimbar dan Irian. Dari Irian kapak lonjong tersebar meluas sampai di Kepulauan Melanesia, sehingga para arkeolog menyebutkan istilah lain dari kapak lonjong dengan sebutan Neolithikum Papua.


Demikian pembahasan tentang kebudayaan kapak lonjong, semoga bermanfaat []






0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah