Saturday, September 5, 2015

bangsa-bangsa yang bermigrasi ke Indonesia sejak 2000 sm


Berikut merupakan pembahasan tentang bangsa-bangsa yang bermigrasi ke Indonesia sejak 2000 SM. Sebagaimana diketahui sebelumnya bahwa terdapat berbagai teori tentang asal usul persebaran nenek moyang bangsa Indonesia yang disampaikan oleh para ahli, salah satunya disampaikan oleh Sarasin bersaudara yang menyatakan bahwa penduduk asli bangsa Indonesia adalah ras berkulit gelap dan bertubuh kecil yang datang/berasal dari asia tenggara.


Sejak saat itu, berbagai bangsa silih berganti bermigrasi ke Indonesia sejak 2000 SM. Hal ini kemudian menandai periode perpindahan/migrasi berbagai bangsa ke Indonesia. Diantara bangsa-bangsa yang bermigrasi ke Indonesia tersebut adalah sebagai berikut;


orang minang


1. Migrasi pertama, Ras Negroid


Ciri dari ras berkulit hitam, bertubuh tinggi, dan berambut keriting.


Ras ini datang ini dari Afrika. Di Indonesia ras ini sebagian besar mendiami daerah Papua.


Keturunan ras ini terdapat di Riau (pedalaman) yaitu suku Siak (Sakai), serta suku Papua melanesoid mendiami Pulau Papua dan Pulau Melanesia.


2. Migrasi kedua, Ras Weddoid


Ciri ras ini adalah berkulit hitam, bertubuh sedang, dan berambut keriting.


Ras ini datang dari India bagian selatan.


Keturunan ras ini mendiami kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara Timur (Kupang).


3. Migrasi Ketiga, Ras Melayu Tua (Proto Melayu)


Ciri ras ini adalah berkulit sawo matang, bertubuh tidak terlalu tinggi, dan berambut lurus. Ras ini termasuk dalam Ras Mongoloid (sub ras Malayan Mongoloid) berasal dari daerah Yunan (Asia Tengah) masuk ke Indonesia melalui Hindia Belakang (Vietnam)/ Indo Cina baru selanjutnya ke Indonesia.


Di Indonesia Ras ini menyebar melalui 2 Jalur sesuai dengan jenis kebudayaan Neolithikum yang dibawanya, yaitu.


1)      Jalur pertama, melalui jalur barat dan membawa kebudayaan berupa kapak persegi. Dengan menempuh jalur darat dari Yunan mereka menuju ke Semenanjung Melayu melalui Thailand selanjutnya menuju ke Sumatra, Jawa, Bali, ada pula yang menuju Kalimantan dan berakhir di Nusa Tenggara. Sehingga di daerah tersebut banyak ditemukan peninggalan berupa kapak persegi/ beliung persegi.


Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah masyarakat/ Suku Batak , Nias(Sumatra Utara), Mentawai (Sumatra Barat), Suku Dayak (Kalimantan), dan Suku Sasak (Lombok).


2)     Jalur kedua, melalui jalur timur dan membawa kebudayaan berupa kapak lonjong. Dengan menempuh jalur laut dari Yunan (Teluk Tonkin) menyusuri Pantai Asia Timur menuju Taiwan, Filipina, kemudian ke daerah Sulawesi, Maluku, ke Irian selanjutnya sampai ke Australia. Peninggalan kapak lonjong banyak ditemukan di Papua. Keturunan Proto Melayu yang melalui jalur ini adalah suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Papua (Irian), Suku Ambon, Ternate, Tidore (Maluku).


4. Migrasi Keempat, Ras Melayu Muda (Deutro Melayu)


Sekitar 500 SM datang migrasi dari ras Deutro Melayu dari daerah Teluk Tonkin, Vietnam selanjutnya mendesak keturunan ras Proto Melayu yang telah menetap lebih dahulu dan masuk Indonesia menyebar keberbagai daerah baik di pesisir pantai maupun pedalaman.


Mereka masuk membawa kebudayaan yang relatif lebih maju yaitu kebudayaan logam terutama benda-benda dari Perunggu, seperti nekara, moko, kapak corong, dan perhiasan. Hasil kebudayaan ras ini sangat terpengaruh dengan kebudayaan asalnya dari Vietnam yaitu Budaya Dongson. Tampak dengan adanya kemiripan antara artefac perunggu di Indonesia dengan di Dongson.


Keturunan dari Deutro Melayu yaitu suku Minang (Sumatra barat), Suku Jawa, dan Suku Bugis (Sulawesi Selatan). Ras ini pada perkembangannya mampu melahirkan kebudayaan baru yang selanjutnya menjadi kebudayaan bangsa Indonesia sekarang.

Demikianlah pembahasan tetnang bangsa-bangsa yang bermigrasi ke Indonesia sejak 2000 SM, semoga memberi manfaat. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah