Friday, August 28, 2015

Beberapa Spesimen Homo Sapiens di Indonesia


Berikut merupakan pembahasan tentang Beberapa Spesimen Homo sapiens di Indonesia. Penggolongan homo sapiens di Indonesia dapat dikelompokkan sebagai berikut,

  1. Manusia Wajak


Manusia Wajak (Homo wajakensis) merupakan satu satunya temuan di Indonesia yang untuk sementara dapat disejajarkan perkembangannya dengan manusia modern awal dari akhir Kala Pleistosen. Pada tahun 1889, manusia Wajak ditemukan oleh B.D. van Rietschoten di sebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Campur darat, dekat Tulungagung, Jawa Timur.



  1. [caption id="attachment_990" align="aligncenter" width="300"]eugene Dubois, peneliti manusia purba di Indonesia eugene Dubois, peneliti manusia purba di Indonesia[/caption]

    Manusia Liang Bua


Pengumuman tentang penemuan manusia Homofloresiensis tahun 2004 menggemparkan dunia ilmu pengetahuan. Sisa-sisa manusia ditemukan di sebuah guaLiang Bua oleh tim peneliti gabungan Indonesia dan Australia. Sebuah gua permukiman prasejarah di Flores. Liang Bua bila diartikan secara harfiah merupakan sebuah gua yang dingin. Sebuah gua yang sangat lebar dan tinggi dengan permukaan tanah yang datar, merupakan tempat bermukimyang nyaman bagi manusia pada masa praaksara. Hal itu bisa dilihat dari kondisi lingkungan sekitar gua yang sangat indah, yang berada di sekitar bukit dengan kondisi tanah yang datar di depannya. Liang Bua merupakan sebuah temuan manusia modern awal dari akhir masa Pleistosen di Indonesia yang menakjubkan yang diharapkan dapat menyibak asal usul manusia di Kepulauan Indonesia. Manusia Liang Bua ditemukan oleh Peter Brown dan Mike J. Morwood pada bulan September 2003 lalu. Temuan itu dianggap sebagai penemuan spesies baru yang kemudian diberi nama Homo floresiensis, sesuai dengan tempat ditemukannya fosil manusia Liang Bua. Pada tahun 1950-an, Th. Verhoeven lebih dahulu menemukan beberapa fragmen tulang manusia di Liang Bua. Saat itu ia menemukan tulang iga yang berasosiasi dengan berbagai alat serpih dan gerabah. Tahun 1965, ditemukan tujuh buah rangka manusia beserta beberapa bekal kubur yang antara lain berupa beliung dan barang-barang gerabah. Diperkirakan Liang Bua merupakan sebuah situs neolitik dan paleometalik. Manusia Liang Bua mempunyai ciri tengkorak yang panjang dan rendah, berukuran kecil, dengan volume otak 380 cc. Kapasitas kranial tersebut beradajauh di bawah Homo erectus (1.000 cc), manusia modern Homo sapiens (1.400cc), dan bahkan berada di bawah volume otak simpanse (450 cc). []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah