Ketika Nabi Daud As Mendapatkan Teguran Allah SWT

shares |

[caption id="attachment_825" align="aligncenter" width="300"]nabi Daud Ketika Nabi Daud As Mendapatkan Teguran Allah SWT[/caption]

Ketika Nabi Daud As Mendapatkan Teguran Allah SWT

Kisah nabi Daud As mendapatkan teguran Allah SWT ini berkaitan dengan kisah asmara Nabi Daud As. Nabi Daud As adalah seorang raja yang bijaksana dan dicintai oleh rakyatnya. Ia dapat menangani urusan pemerintahan dan kerajaan, juga mengadakan peraturan dan menentukan hari-hari khusus untuk melakukan ibadah dan bermunajat kepada Allah. Ia juga mampu membagi waktu untuk menentukan hari-hari untuk peradilan, hari-hari untuk berdakwah dan memberi penerangan kepada rakyat dan hari-hari menyelesaikan urusan-urusan peribadinya.
Pada hari-hari yang ditentukan untuk beribadah dan menguruskan urusan-urusan peribadatan, ia tidak memperkenankan seorang pun untuk menemuinya dan mengganggu khalawatnya. Sedangkan pada hari-hari yang ditentukan untuk peradilan maka ia menyiapkan diri untuk menerima segala laporan dan keluhan yang dikemukan oleh rakyatnya. Ia mampu menyelesaikan segala pertikaian yang terjadi diantara rakyatnya. Peraturannya itu diterapkan secara ketat oleh para pengawal dan petugas keamanan istana.

Pada suatu ketika saat di mana ia harus menutup diri untuk beribadah dan berkhalwat, datanglah dua orang lelaki meminta izin dari para pengawal untuk masuk untuk menemui raja. Izin tidak diberikan oleh para pengawal sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun lelaki itu memaksakan kehendaknya, sehingga mereka nekat untuk memanjat pagar dan berhasil menemui Nabi Daud.
Daud yang sedang melaksanakan ibadahnya, terkejut seketika terperanjat melihat kedua lelaki itu sudah berada di depannya. Padahal ia yakin para penjaga pintu istana tidak akan mengijinkan siapa pun masuk istana. Melihat wajah Daud menjadi pucat, salah satu diantara mereka berkata: "Janganlah terkejut dan janganlah takut. Kami berdua datang kemari untuk meminta keputusan yang adil dan benar mengenai perkara sengketa yang terjadi antara kami berdua."

Nabi Daud tidak dapat berbuat selain menerima mereka yang sudah berada didepannya. Ia berkata “Sampaikanlah kepadaku persoalanmu yang sebenarnya." Berkata seorang diantara kedua lelaki itu: "Saudaraku ini memilki sembilan puluh sembilan ekor domba betina dan aku hanya memilki seekor saja. Ia menuntut dan mendesak kepadaku agar aku serahkan kepadanya dombaku yang seekor itu bagi melengkapi perternakannya menjadi genap seratus ekor. Ia membawa macam-macam alasan dan berbagai dalil yang sangat sukar bagiku untuk menolaknya, aku tidak ingin berdebat dengannya."

Nabi Daud berpaling muka kepada lelaki yang lain yang sedang seraya bertanya: "Benarkah apa yang telah diuraikan oleh saudara kamu ini?" "Benar" jawab lelaki itu.
"Jika memang demikian maka engkau telah berbuat zalim kepada saudaramu ini. Aku tidak akan membiarkan engkau melanjutkan tindakanmu yang zalim itu atau engkau akan menghadapi hukuman pukulan pada wajahmu. Dan memang banyak di antara orang-orang yang berserikat itu yang berbuat zalim satu terhadap yang lain kecuali mereka yang benar beriman dan beramal soleh."

"Wahai Daud", berkata lelaki itu menjawab, "sebenarnya engkaulah yang sepatut menerima hukuman yang engkau ancamkan kepadaku itu. Bukankah engkau sudah mempunyai sembilan puluh sembilan perempuan mengapa engkau masih menyunting lagi seorang gadis yang sudah lama bertunang dengan seorang pemuda anggota tenteramu sendiri yang setia dan bakti dan sudah lama mereka berdua saling cinta dan mengikat janji."
Nabi Daud tercengang mendengar jawaban lelaki yang berani, tegas dan pedas itu,dan ia mengetahui maksud perkataan lelaki itu, bahwa kata-kata itu memang ditunjukkan kepadanya, disaat yang bersamaan lenyap kedua orang tersebut di hadapan Daud. Nabi Daud berdiam diri tidak mengubah sikap duduknya dan seraya termenung sedarlah ia bahwa kedua lelaki itu adalah malaikat yang diutuskan oleh Allah untuk memberi peringatan dan teguran kepadanya. Ia seraya bersujud memohon ampun dan maghfirah dari Tuhan atas segala tindakan dan perbuatan yang tidak diredhai oleh-Nya. Allah menyatakan menerima taubat Daud, mengampuni dosanya serta mengangkatnya ke tingkat para nabi dan rasul-Nya.

Adapun gadis yang dimaksudkan dalam percakapan Daud dengan kedua malaikat yang menyerupai sebagai manusia itu ialah "Sabigh binti Sya'igh seorang gadis yang berparas elok dan cantik, sedang calon suaminya adalah "Uria bin Hannan" seorang pemuda jejaka yang sudah lama menaruh cinta dan mengikat janji dengan gadis tersebut bahwa sekembalinya dari medan perang mereka berdua akan melangsungkan perkawinan dan hidup sebagai suami isteri yang bahagia. Pemuda itu telah secara rasmi meminang Sabigh dari kedua orang tuanya, yang dengan senang hati telah menerima baik uluran tangan pemuda itu.

Akan tetapi apa yang hendak dikatakan sewaktu Uria bin Hannan berada di negeri orang melaksanakan perintah Daud berjihad untuk menegakkan kalimah Allah, terjadilah sesuatu yang menghancurkan rencananya itu yang telah menja cita-citanya untuk memperistri Sabigh gadis yang diidam-idamkan.

Pada suatu hari di mana Uria masih berada jauh di negeri orang melaksanakan perintah Allah untuk berjihad, Daud melihat paras Sabigh yang cantik sehingga timbul rasa cinta di dalam hati Daud kepada sang gadis itu, yang secara sah adalah tunangan dari salah seorang anggota tenteranya yang setia dan cakap. Daud tidak perlu berfikir lama untuk menyatakan rasa hatinya terhadap gadis yang cantik itu dan segera mendatangi kedua orang tuanya meminang gadis tersebut.

Kedua orang tua gadis tak dapat menolak seorang seperti Daud untuk menjadi anak menantunya. Bukankah merupakan suatu kemuliaan yang besar baginya untuk menjadi ayah mertua dari Daud seorang pesuruh Allah dan raja Bani Isra'il itu. Dan walaupun Sabigh telah dipinang oleh Uria, namun Uria tidak dapat dipastikan kapan ia akan kembali lagi ke negaranya. Bahkan ia juga belum pasti masih hidup. Maka kedua orang tua gadis tersebut tak mampu menolak pinangan Daud hanya semata-mata karena menantikan kedatangan Uria kembali dari medan perang. Maka diterimanya permintaan Daud dan kepadanya Sabigh diserahkan untuk menjadi isterinya yang sah.

Demikianlah kisah perkhawinan Daud dan Sabigh yang menurut para ahli tafsir menjadi sasaran kritik dan teguran Allah melalui kedua malaikat yang menyerupai dua orang lelaki yang datang kepada Nabi Daud memohon penyelesaian tentang sengketa mereka perihal domba betina mereka. []

 

Related Posts

0 Komentar: