Tuesday, February 10, 2015

Sejarah Perjanjian Linggarjati


Pada masa awal kemerdekaan, beberapa permasalahan muncul diantaranya yang paling utama adalah keinginan kembali bangsa Belanda untuk menguasai Indonesia. Oleh sebab itu perlawanan datang di berbagai daerah di Indonesia. Mereka menolak kembali dijajah oleh Belanda. Oleh sebab itu mereka memiliki slogan lebih baik mati daripada kembali dijajah oleh Belanda.
Perlawanan hebat dari rakyat dan para pemuda Indonesia, untuk mempertahankan kemerdekaan menyebabkan Inggris menarik suatu kesimpulan bahwa sengketa antara Indonesia dengan Belanda tidak mungkin dapat diselesaikan dengan kekuatan senjata, melainkan dengan cara diplomasi.  Usaha merintis perundingan itu dilaksanakan oleh Letnan Jend. Sir Phillip Christison, Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies), demgam jalan mempertemukan presiden Soekarno dengan wakil gubernur Jend. Hindia Belanda Dr. H. J. Van Mook. pada bulan Oktober  1945.  Usaha Christisons mengalami kegagalan, karena masing-masing pihak berpegang pada pendiriannya.  Perundingan diadakan kembali pada tanggal 10 November 1946.  Inggris mengirim  Sir Archibald Clark Kerr sebagai duta istimewa ke Indonesia.  Dalam perundingan itu Belanda menginginkan Indonesia menjadi Negara  Persemakmuran (Commonwealth) melalui masa peralihan 10 tahun.  Sedangkan Indonesia menginginkan Negara berdaulat penuh atas  wilayah bekas jajahan Hindia Belanda. Dan Indonesia bersedian membayar utang pemerintah Hindia Belanda sebelum tanggal 6 Maret 1942.  Namun , Belanda menolaknya.
Perundingan dilanjutkan di Belanda, kota Hooge Velawe bulan April 1946.  Dalam perundingan itu Belanda menolak usul yang diajukan Clark Kerr tentang pengakuan kedaulatan secara  de facto terhadap Jawa dan Madura saja.  Sementara itu, usulan Belanda agar wilayah Indonesia tetap berada di bawah naungan kerajaan Belanda ditolak oleh RI.
Untuk menyelesaikan pertikaian Indonesia-Belanda, maka pada tanggal 10 November 1946 diadakan perundingan di Linggarjati.  Pihak Indonesia dipimpin oleh dr. Sudarsono, Jenderal soedirman dan Jenderal Oerip Soemohardjo.  Inggris mengirim Lord Killearn sebagai penengah setelah komisi gencatan senjata terbentuk.  Isi persetujuan Linggarjati antara lain :
a.  Belanda mengakui secara de facto wilayah RI meliputi Jawa, Sumatera, dan Madura      
b. Pemerintah Republik Indonesia dan Belanda bersama-sama  membentuk Negara federasi bernama Negara Indonesia Serikat.
c.  Negara Indonesia Serikat tetap terikat dalam ikatan kerja sama dengan kerajaan Belanda, dengan wada Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh Ratu Belanda.
foto perjanjian linggarjati
Setelah naskah ditandatangani, muncul pro dan kontra di masyarakat  mengenai hasil perundingan tersebut.  Golongan yang pro adalah golongan-golongan yang mendukung pemerintah, seperti golongan sosialis yang tergabung dalam sayap kiri.  Sebaliknya golonga yang kontra adalah golongan nasionalis, Islam dan sekuer yang tergabung dalam Gerakan Pemerintag Republik Indonesia.  Namun dengan menambah suara dalam KNIP, pemerintah Republik Indonesia berhasil mendapat dukungan KNIP.  Maka pada tanggal 25 Maret 1947 pihak Indonesia menyetujui Perjanjian Linggarjati. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah