Sunday, February 8, 2015

Sejarah Pembentukan Alat Keamanan Negara


Setelah mendengar laporan panitia kecil yang di pimpin oleh Ahmad Subardjo, rapat dilanjutkan dengan membahas masalah pertahanan dan keamanan negara. Panitia kecil mebahas masalah pertahanan dan keamanan negara itu di pimpin oleh Otto Iskandardinata. Panitia kecil itu mengusulkan sebagai berikut :
1)      Rencana pembelaan negara dan Badan Penyelidik Usaha usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang mengandung unsur politik perang, tidak dapat di terima.
2)      Tentara PETA pembela tanah air di Jawa dan Bali Laskar Rakyat di Sumatera dibubarkan Karena merupakan organisasi buatan Jepang yang kedudukannya di dalam dunia Internasional tidak memiliki ketentuan dan kekuatan hukum. Negara Indonesia membutuhan alat pertahanan negara yang sebaik-baikya. Oleh sebab itu, sidang mengusulkan agar presiden memanggil pemuka-pemuka yang cakap di bidang militer untuk membentuk ketentaraan yang kuat.
Sidang menerima usulan tersebut secara aklamsi. Adapun urusan kepolisian dimasukan dan menjadi bagian dari Departemen Dalam Negeri. Peserta bidang mengusulkan kepada Presiden Republik Indonesia agar menunjuk panitia pelaksana untuk mempersiapkan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian. Selanjutnya presiden menunjuk Abdul Kadir (ketua), Kasman Singodimendjo, dan Otto Iskandardinata untuk mempersiapkan pembentukannya. Disamping itu, peserta sidang juga membahas perlunya dengan segera diciptakan ketentraman dan keamanan.
            Sementara itu, pada tanggal 19 agustus 1945, para pemuda meminta presiden dan wakil presiden menghadiri rapat yang diselenggarakan di Jalan Prapatan 10 jakarta, pukul 14.55. rapat di pimpin oleh Adam Malik bersama Kasman Singodimedjo dan Ki Hajar Dewantara. Dalam rapat itu, Adam Malik membacakan dekdrit mengenai lahirnya Tentara Republik Indonesia yang berasal dari anggta-anggota PETA maupun Heiho. Presiden dan wakil presiden tidak keberatan terhadap usul itu, namun belum dapat memutuskan pada saat itu. Selanjutnya, pada tanggal 23 Agustus 1945 Presiden Soekarno dalam pidatonya melalui siaran radio mengumumkan pembentukan 3 badan, termasuk Badan Keamanan Rakyat (BKR).
jenderal sudirman
baca juga tentang sejarah militer bangsa Indonesia di blog sarisejarahcom ini           
Pada bulan September 1945, kelompok BKR pusat menghubungi para para bekas perwira KNIL di Jakarta, agar mendukug perjuangan bangsa Indonesia dengan segala Konsekuensinya. Pada tanggal 5 Oktober, presiden menyatakan berdirinya TKR (Tentara Keamannan  Rakyat). Yang di pimpin oleh Supriyadi, yaitu tokoh pemberontak PETA terhadap Jepang di Blitar. Oleh karena Supriyadi tidak pernah hadir menjalankan tugasnya, maka markas tertinggi TKR memilih Koloneal Soedirman sebagai pimpinan baru. Pada tanggal 18 Desembar 1945, ia dilantik menajdi panglima Besar TKR dengan pangkat dinaikan menjadi Jendal.
            Pemilihan soedirman menjadi Panglima Tertinggi merupakan titik tolak perkembangan organisasi kekuatan pertahana dan keamanan. TKR berubah namanya menjadi TKI (Tentara Nasional Indonesia) pada tahun 1946 dan pada bulan Juni 1947 dibentuk TNI (Tentara Nasional Indonesia. []

0 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah