Sejarah militer bangsa Indonesia dari BKR hingga TNI

shares |


Militer memiliki peran penting dalam suatu negara, oleh sebab itu pada masa awal kemerdekaan,  Presiden Soekarno membentuk panitia kecil yang membahas masalah-masalah terkait upaya pertahanan Negara. Kemudian dibentuklha suatu panitia yang  dipimpin oleh Otto Iskandardinata. Diputuskan beberapa hal berikut:
a.Rencana pembelaan Negara dari BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang mengandung unsur politik perang tidak dapat diterima.
b.Tentara PETA di Jawa dan Bali, serta Laskar Rakyat di Sumatera dibubarkan karena dianggap sebagai organisasi buatan Jepang yang kedudukannya di dunia Internasional tidak memiliki ketentuan.
Pada perkembangannya, tanggal 19 Agustus 1945 peserta sidang mengusulkan agar Presiden memanggil tokoh-tokoh yang handal di bidang militer untuk membentuk ketentaraan yang kuat. Sidang menerima usulan secara aklamasi, tetapi untuk urusan kepolisian masih menjadi bagian Departemen Dalam Negeri. Peserta sidang juga mengusulkan untuk menunjuk Panitia Pelaksana agar dapat mempersiapkan pembentukan tentara kebangsaan dan kepolisian. Anggota sidang juga membahas perlunya ketentraman dansegera dimulainya perjuangan bangsa.
Pada tanggal 23 Agustus 1945 Presiden Soekarno dalam pidatonya melalui radio menyatakan pembentukan tiga badan baru yaitu Komite Nasional Indonesia(KNI), Partai Nasional Indonesia(PNI),dan Badan Keamanan Rakyat(BKR).
Untuk jabatan pimpinan BKR Pusat, Presiden menunjuk Kaprawi (Ketua Umum), Sutalaksana (Ketua 1) dan Latief Hendraningrat (Ketua II) dengan dibantu Arifin Abdurrachman Mahmud dan Zulkifli Lubis.
jenderal sudirman
Para pemuda menolak dengan tegas kehadiran BKR dan mereka menginginkan pembentukan tentara nasional, namun usul para pemuda itu ditolak presiden, sehingga para pemuda menamakan diri mereka komite van aksi dengan anggotanya yang terdiri dari banyak kelompok pertahanan yang tersebar diberbagai daerah yang salah satunya adalah API (angkatan pemuda Indonesia).
Pada tanggal 5 oktober 1945 dikeluarkan maklumat presiden tentang pendirian TKR (tentara keamanan rakyat) dengan pemimpin pertamanya yaitu Supriyadi dan MOH Suroadikusumo sebagai mentri keamanan rakyat. Tapi karena mangkir dari pekerjaannya supriyadi diganti dengan jendral sudirman.
Pada bulan januari 1946 TKR merubah namanya menjadi TRI(tentara rakyat Indonesia). Sementara itu badan-badan perjuangan mengadakan kongres pemuda pada tanggal 10 november 1945dan sepakat membentuk BKPI (badan kongres pemuda Indoneskedua kelompok itu selanjutnya diintegrasikan menjadi TNI (tentara nasional Indonesia). []

Related Posts

0 Komentar: