Monday, February 9, 2015

Perjuangan pada masa Revolusi Fisik: Pertempuran Ambarawa



Ambarawa merupakan sebuah kecamatan kecil di Kabupaten Semarang. Meskipun demikian, Ambarawa memiliki letak yang sangat strategis, sebab Ambarawa diapit oleh tiga kota sekaligus, yaitu kota Semarang, Kota Magelang, dan Kota Salatiga. Oleh sebab itu, pada masa kolonial, Ambarawa pernah dijadikan sebagai pusat kegiatan pemerintah Kolonial. Hal ini tampak pada bangunan  bangunan yang didirikan di kecamatan tersebut yang sampai saat ini masih dapat disaksikan. Diantarnya adalah benteng Willem II yang sekarang difungsikan sebagai penjara, dan bangunan-bangunan lain dikawasan barat seperti gereja jago dan lainnnya.
Pertempuran di Ambarawa terjadi pada tanggal 20 November 1945 dan berkhir tanggal 15 Desember 1945. Pertempuran itu terjadi antara pasukan TKR bersama rakyat Indonesia melawan pasukan sekutu-Inggris.
Peristiwa ini berlatar belakang insiden di Magelang sesudah mendarat Brigade Artileri dari Devisi India ke-23 di Semarang pada tanggal 20 Oktober 1945. Kemudian pada tanggal 26 Oktober 1945 terjadi insiden di kota Magelang yang berkembang menjadi pertempuran antara pasukan TKR dengan pasukan Skutu-Inggris dan NICA (Nederland Insidische Civil Administation). Insiden itu berhenti setelah Presiden Soekarno dan Brigadir Jendral Bethell datang ke Magelang tanggal 2 November 1945. Mereka mengadakan gencatan senjata dan memperoleh kata sepakat yang di tuangkan dalam  12 pasal. Naskah persetujuan itu diantaranya berisi :
a.       Pihak sekutu tetap akan menempatkan pasukannya di Magelang untuk melindungi dan mengurus APWI (Allied Prisoners War and Internees atau Tawanan Perang dan Interniran Sekutu). Jumlah pasukan Sekutu dibatasi dengan keperluan itu.
b.      Jalan Ambarawa-Magelang terbuka sebagai jalur lalu lintas Indonesia-Sekutu.
c.       Sekutu tidak akan mengakui aktivitas NICA dalam badan-badan yang berada di bawahnya.
Pihak sekutu ternyata mengingkari janjinya. Pada tanggal 20 November 1945 di Ambarawa pecah pertempuran antara pasukan TKR di bawah piminan Mayor Sumarto dan terntara Sekutu. Pada tanggal 21 November 1945, pasukan sekutu yang berada di Magelang ditarik ke Ambarawa. Namun pada tanggal 22 November 1945 pertempuran berkobar di sekitar Ambarawa.
Pertempuran di Ambrwa ini mempunyai arti penting karena karena letaknya sangat strategis. Apabila musuh menguasai Ambarawa, mereka dapat mengancam tiga kota utama di Jawa Tengah yaitu Surakarta, Magelang dan terutama Yogyakarta yang menjadi pusat kedudukan Markas Tertinggi TKR. []

1 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah