Saturday, February 14, 2015

Perjuangan pada masa Revolusi Fisik: Bandung Lautan Api


Peristiwa Bandung lautan api adalah salah satu peristiwa paling heroik pada masa revolusi fisik. Bahkan peristiwa bandung lautan api tersebut kemudian diabadikan dalam sebuah lagu perjuangan berjudul “halo-halo Bandung”. Lagu tersebut mengisahkan tentang sifat heroik dan patriotik pada pejuang pada masa itu. Peristiwa Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kota Bandung, provinsi Jawa Barat, Indones

ia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung. Hal ini dilakukan untuk mencegah tentara Sekutu dan tentara NICA Belanda untuk dapat menggunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam Perang Kemerdekaan Indonesia.

Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. Seorang wartawan muda saat itu, yaitu Atje Bastaman, menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk, Garut. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi.

Setelah tiba di Tasikmalaya, Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul "Bandoeng Djadi Laoetan Api". Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya, maka judul berita diperpendek menjadi "Bandoeng Laoetan Api".

Kronologi Peristiwa

Pasukan Sekutu Inggris memasuki kota Bandung sejak pertengahan Oktober 1945.  Menjelang November 1945, Pasukan NICA  melakukan aksi teror di Bandung.  Masuknya tentara sekutu, (Inggris dan Gurkha) dimanfaatkan NICA untuk mengembalikan kekuasaannya di Indonesia.  Namun semangat juang rakyat dan para pemuda Bandung tetap berkobar. Pertempuran besar dan kecil berlangsung terus di kota Bandung  untuk mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia yang baru didirikan.
Untuk meredakan ketegangan diadakan perundingan antara pihak RI dengan sekutu/NICA.  Akhirnya, Bandung dibagi menjadi dua bagian.  Pasukan sekutu menduduki wilayah Bandung bagian utara, sedangkan Indonesia memperoleh bagian selatan.  Dalam situasi yang sedang memanas tersebut, bendungan Sungai Cikapundung jebol dan menyebabkan banjir besardalam kota.
Meskipun pihak Indonesia telah mengosongkan Bandung Utara, tapi sekutu menuntut pengosongan sejauh 11 km.  Hal itu menyebabkan rakyat membumihanguskan segenap penjuru Bandung selatan.  Bandung terbakar hebat dari batas timur Cicadas sampai batas barat Andir.  Satu juta jiwa penduduknya mengungsi ke luar kota pada tanggal 23 dan 24 Maret 1946.  Meninggalkan Bandung yang telah menjadi lautan api.
bandung lautan apiSementara itu benteng NICA di Dayeuh Kolot, Bandung Selatan dikepung oleh para pejuang Bandung. Kemudian muncuk pemuda bernama Muhamad Toha yang berjibaku untuk menghancurkan gudang mesiu dengan membawa alat peledak.  Gudang Mesiu milik NICA itu hancur dan Toha gugur dalam menunaikan tugasnya.  Peristiwa itu difilmkan dengan judul “Toha Pahlawan Bandung Selatan” .

Demikianlah kisah tentang perjuangan pada masa revolusi fisik, bandung lautan api. semoga bermanfaat. []

1 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah