Tuesday, February 24, 2015

Mengapa Mesir disebut sebagai Hadiah Sungai Nil?


Mesir kuno seringkali disebut sebagai hadiah sungai nil. Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis Mesir Kuno yang terletak di tepi sungai Nil mendapatkan berkah yang melimpah dari meluapnya sungai nil ketika terjadi banjir. Sebab ketika sungai nil meluap, maka luapan lumpur sungai nil menyebabkan tanah yang terkena luapan tersebut menjadi subur. Oleh sebab itu, tanah di Mesir menjadi subur. Dengan demikian, banyak masyarakat Mesir kuno yang menggantungkan mata pencaharian mereka dari aktivitas bertani.

[caption id="attachment_822" align="aligncenter" width="300"]perdaban lembah sungai nil, mesir hadiah sungai nil Sungai Nil, penyebab Mesir mendapatkan kesuburan tiap tahunnya[/caption]

Setiap tahun sungai Nil selalu banjir. Luapan banjir itu menggenangi daerah di kiri kanan sungai, sehingga menjadi lembah yang subur selebar antara 15 sampai 50 kilometer.

Letak Mesir yang terdapat pada hilir Sungai Nil yang merupakan sungai terpanjang di dunia menyebabkan Mesir terdiri atas tiga bagian, yaitu  Lembah Nil atas yang sempit, bagian delta yang lebar dan daerah gurun yang oase-oasenya yang mengapit Sungai Nil. Sungai Nil adalah sungai terpanjang di dunia yaitu mencapai 6400 kilometer. Sungai Nil bersumber dari mata air di dataran tinggi (pegunungan) Kilimanjaro di Afrika Timur. Sungai Nil mengalir dari arah selatan ke utara bermuara ke Laut Tengah. Ada empat negara yang dilewati sungai Nil yaitu Uganda, Sudan, Ethiopia dan Mesir.

Daerah gurun di barat dan timur Mesir mempunyai nilai yang berbeda. Gurun di sebelah barat digunakan sebagai tempat untuk berburu. Di gurun sebelah barat terdapat juga oase-oase yang penting bernama El Charge, El Bahri dan Siwa. Oase-oase tersebut berfungsi sebagai tempat pengintaian musuh yang akan mengadakan serbuan. Gurun di sebelah timur Mesir mempunyai arti lain lagi. Yaitu di sana ada jalan kafilah melalui Koptos dan Wadi Hammat menuju ke Kosseir yang terletak di tepi laut merah. Berdasarkan sumber sejarah, jalan tersebut sudah pakai untuk mengangkut kekayaan alam pada masa pra-sejarah.

Alam geografis Mesir banyak berpengaruh terhadap perkembangan peradaban lembah sungai Nil. Hal inilah yang menjadi pembentuk cara berpikir, dan watak dan keadaan rohani penduduknya. Corak pengahayatan rohani mereka, terbukti dari ide bahwa kerajaan maut letaknya di barat tak hanya beranalogi dengan tempat matahari terbenam, tapi juga sesuai dengan kekerasan dan kesulitan hidup di daerah gurun sebelah barat. Waktupun harus dibagi secara sistematis mengikuti irama banjir sungai nil, seperti dalam hal pertanian dibagi menjadi tiga periode yaitu masa banjir, masa tanam, masa panen.

Lembah sungai Nil yang subur mendorong masyarakat untuk bertani. Air sungai Nil dimanfaatkan untuk irigasi dengan membangun saluran air, terusan-terusan dan waduk. Air sungai dialirkan ke ladang-ladang milik penduduk dengan distribusi yang merata. Untuk keperluan irigasi dibuatlah organisasi pengairan yang biasanya diketuai oleh para tuan tanah atau golongan feodal. Hasil pertanian Mesir adalah gandum, sekoi atau jamawut dan jelai yaitu padi-padian yang biji atau buahnya keras seperti jagung.

Untuk memenuhi kebutuhan barang-barang serta untuk menjual hasil produksi rakyat Mesir, maka dijalinlah hubungan dagang dengan Funisia, Mesopotamia dan Yunani di kawasan Laut Tengah. Peranan sungai Nil adalah sebagai sarana transportasi perdagangan. Banyak perahu-perahu dagang yang melintasi sungai Nil.

Dengan keadaan alam seperti di atas, maka penduduk Mesir telah mendapatkan keuntungan dari banjir yang terjadi setiap tahunnya, yang mana dengan banjir tersebut tanah menjadi sangat subur dan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam. Maka pantaslah apabila Mesir disebut sebagai hadiah sungai nil. []

 

 

 

1 Komentar:

Artikel, materi, dan Bank Soal Sejarah